Pastikan Ketersediaan SDM Tersertifikasi, Kemenparekraf Kembali Gelar BTF di Labuan Bajo

- Sabtu, 26 November 2022 | 18:55 WIB
Peserta kegiatan Biannual Tourism Forum (BTF) yang mengulas tentang  penyelenggaraan sertifikasi tenaga kerja pariwisata di Destinasi Pariwisata Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
Peserta kegiatan Biannual Tourism Forum (BTF) yang mengulas tentang penyelenggaraan sertifikasi tenaga kerja pariwisata di Destinasi Pariwisata Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Sebagai salah satu sektor strategis, pariwisata berperan dan berkontribusi penting dalam memberikan manfaat pembangunan yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama sejak ditetapkan sebagai sektor unggulan bangsa oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 lalu, pariwisata dicita-citakan dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat baik di tingkat lokal maupun nasional. 
 
Mengusung tema "Peningkatan Kapasitas SDM Pariwisata dalam Mendukung Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB)", Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata, kembali menggelar Biannual Tourism Forum (BTF) yang mengulas tentang  penyelenggaraan sertifikasi tenaga kerja pariwisata di Destinasi Pariwisata Labuan Bajo,  24 - 26 November 2022. 
 
Direktur Standardisasi Kompetensi Kemenparekraf, Titik Lestari mengatakan, 
sebagai sebuah industri yang memiliki aktivitas bisnis di dalamnya, pariwisata sangat bergantung pada keberadaan manusia, sehingga kesiapan sumber daya manusia berperan sebagai motor penggerak utama kelangsungan industri pariwisata. Dengan begitu kompetensi dan kualitas para pelaku pariwisatanya juga perlu terus ditingkatkan.
 
 
Ia menjelaskan, saat ini ada pergeseran tren pola perilaku wisatawan yang mengarah pada quality Tourism atau pariwisata berkualitas dimana tuntutan wisatawan untuk mendapatkan experience saat berwisata juga makin tinggi dan ini sangat terkait dengan kesiapan SDM di bidang kepariwisataan.
 
Dengan begitu, kebutuhan SDM tersertifikasi di bidang kepariwisataan saat ini menjadi salah satu kunci penting, khususnya bagi Labuan Bajo yang saat ini menjadi salah satu destinasi yang paling dituju di Indonesia. 
 
"Melihat perkembangan pariwisata Labuan Bajo saat ini, sertifikasi menjadi salah satu syarat wajib bagi para tenaga kerja sektor pariwisata, sehingga dapat menjadi jaminan keamanan dan sekaligus sebagai wujud pemenuhan standar kualitas pelayanan bagi wisatawan, karena ada jaminan kompetensi dari para pelaku pariwisata,"tegas Titik Lestari.
 
Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Pius Baut menyampaikan, pembangunan infrastruktur yang terjadi selama tiga tahun terakhir ini di Labuan Bajo yang dilakukan pemerintah pusat tidak terlepas dari upaya untuk mensejahterakan masyarakat. 
 
 
"Penataan fasilitas dan ruang publik saat ini telah berhasil mempercantik wajah kota Labuan Bajo. Selain ketersediaan infrastruktur, bersama-bersama kami terus menggenjot peningkatan SDM yang kompeten melalui berbagai pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat khususnya para pelaku pariwisata. Dan sertifikasi pelaku pariwisata menjadi standar kualitas SDM yang terus kami kejar saat ini," tegas Pius Baut. 
 
Ia menjelaskan, program Pengembangan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) merupakan program berkelanjutan yang diselenggarakan Kemenparekraf sejak 2019 bekerja sama dengan Bank Dunia, meliputi 3 wilayah, yaitu Danau Toba, Borobudur,Prambanan,Yogyakarta dan Lombok, yang menekankan pada pengembangan SDM dengan fokus pada peningkatan partisipasi lokal dalam perekonomian pariwisata
 
Pada tahun 2021, cakupan P3TB kemudian diperluas dengan penambahan 3 wilayah, yaitu Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Labuan bajo, dan Wakatobi. Total cakupan wilaya P3TB saat ini adalah 6 wilayah dengan 2 DPSP di dalamnya. 
 
 
Hingga saat ini, total target sertifikasi kompetensi di 6 wilayah P3TB tahun 2022-2023 sendiri adalah sebanyak 45 ribu orang dengan keterlibatan sebanyak 42,02% perempuan dan 57,98% laki-laki. Dan untuk Labuan Bajo sendiri baru sebanyak 1.600 orang tersertifikasi pada 4 bidang tersebut dari total target 6.900 orang.
 
“Peningkatan kapasitas SDM kedepannya masih terus menjadi fokus kami, sehingga berbagai dukungan melalui berbagai koordinasi dan kolaborasi lintas instansi di Manggarai Barat, Pemerintah Pusat, Lembaga terkait lainnya, hingga swasta kami harapkan bisa melengkapi pemenuhan kebutuhan SDM kepariwisataan tersertifikasi di Labuan Bajo yang bukan hanya dari sisi jumlah, tetapi terutama adalah dari segi kualitas. Kami berharap SDM pariwisata kami ke depannya menjadi salah satu produk kepariwisataan yang makin memperkuat Labuan Bajo sebagai DPSP di Indonesia," ujar Pius Baut.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Obyek Wisata Istana Ular Masih Sepi Pengunjung

Minggu, 22 Januari 2023 | 18:24 WIB

Desa Wisata Harus Bangkit

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:14 WIB

Pengembangan Desa Wisata Perlu Sinergi Dengan UMKM

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:07 WIB

Desa Wisata Wae Lolos Tawarkan Obyek Air Terjun

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:06 WIB

Masyarakat Manggarai Barat Diminta Bangun Desa Wisata

Jumat, 16 Desember 2022 | 14:30 WIB

Bupati Manggarai Barat Dorong Digitalisasi Desa Wisata

Jumat, 16 Desember 2022 | 12:43 WIB
X