Desa Wisata di Kabupaten Manggarai Barat Didorong Terus Berinovasi

- Selasa, 22 November 2022 | 08:29 WIB
Masyarakat Kampung Cecer Desa Liang Ndara saat mempertunjunkan tarian caci. (victorynews.id/SATRIA)
Masyarakat Kampung Cecer Desa Liang Ndara saat mempertunjunkan tarian caci. (victorynews.id/SATRIA)
VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pelestarian alam dan budaya merupakan bentuk penerapan pariwisata yang berkelanjutan. Pengembangan Desa Wisata Kabupaten Manggarai Barat bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat juga harus melestarikan alam, lingkungan dan sumberdaya serta memajukan budaya lokal.

Keragaman desa wisata diharapkan mampu menguatkan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat agar bisa lebih maju. Nantinya desa wisata akan menjadi pintu utama penyambutan wisatawan yang berkunjung di destinasi super premium Labuan Bajo.

"Bulan September lalu kita menggelar pelatihan tata kelola desa wisata, dimana pesertanya dari  desa wisata. Harapannya mereka bisa menyambut wisatawan dengan adanya potensi lokal,"  tutur Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Homestay Desa Wisata di Manggarai Barat Didorong Suguhkan Kearifan Lokal

Ia mengatakan, potensi lain yang dimiliki oleh desa wisata adalah relasi kemanusiaan yang ada dalam kegiatan wisata karena adanya hubungan antara warga lokal dengan wisatawan.

Sebagai contoh, jika sedang berwisata di Desa Wisata Liang Ndara, wisata bisa mengikuti atau menyaksikan aktivitas pertanian dan atraksi tarian budaya yang dilakukan oleh warga setempat.

Pius Baut menjelaskan, banyaknya ragam pilihan destinasi wisata menuntut adanya sebuah inovasi. Sebab, inovasi menentukan arah kemajuan destinasi wisata di tengah ketatnya persaingan seiring bermunculannya spot wisata baru. Inovasi-inovasi itu yang tengah dibidik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mengembangkan desa wisata.

Baca Juga: Jatanras Polres Manggarai Barat Bekuk Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak Kandung

Inovasi itu, dia tidak harus membuat gagasan baru. Akan tetapi menyempurnakan sebuah potensi yang ada sehingga tidak hanya berkutat pada estetika, melainkan juga memberikan sentuhan lain, misalnya adalah teknologi informasi.

Langkah ini dilakukan untuk menonjolkan keunggulan destinasi sehingga memiliki daya saing.

“Karena bila mengembangkan hal yang sama tentunya yang baru sulit bersaing dengan yang sudah dikembangkan oleh daerah yang lebih dulu mengembangkan. Karena masyarakat lebih dulu mengenal mereka, jadi agar menarik harus ada inovasi tambahan agar apa yang kita kembangkan ada nilai lebihnya,” kata Pius Baut.***

Halaman:

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Obyek Wisata Istana Ular Masih Sepi Pengunjung

Minggu, 22 Januari 2023 | 18:24 WIB

Desa Wisata Harus Bangkit

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:14 WIB

Pengembangan Desa Wisata Perlu Sinergi Dengan UMKM

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:07 WIB

Desa Wisata Wae Lolos Tawarkan Obyek Air Terjun

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:06 WIB

Masyarakat Manggarai Barat Diminta Bangun Desa Wisata

Jumat, 16 Desember 2022 | 14:30 WIB

Bupati Manggarai Barat Dorong Digitalisasi Desa Wisata

Jumat, 16 Desember 2022 | 12:43 WIB
X