Pembangunan Pariwisata Manggarai Barat  Berkonsep Ekowisata

- Selasa, 8 November 2022 | 20:29 WIB
Wisatawan saat berwisata di Gua Rangko Desa Tanjung Boleng-Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)
Wisatawan saat berwisata di Gua Rangko Desa Tanjung Boleng-Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Konsep Wisata halal yang beredar berapa tahun lalu di Kabupaten  Manggarai Barat masih sekedar wacana. Pembangunan pariwisata di kabupaten yang berada di ujung Barat Pulau Flores itu masih tetap pada konsep Ekowisata.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Selasa (8/11/2022) menjelaskan, hingga saat ini kebijakan pembangunan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat tetap pada konsep atraksi alam, budaya dan buatan atau ekowisata. Serta pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.

Selain konsep ekowisata tidak ada lagi konsep lain, seperti wisata halal yang beredar ditengah publik saat ini.

Baca Juga: Kades Diminta Studi Banding

Menurutnya, konsep wisata apa saja yang ditawarkan di Kabupaten Manggarai Barat terlebih dahulu harus didiskusikan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat. Hingga saat ini, konsep wisata halal tersebut belum pernah didiskusikan oleh Pemkab Manggarai Barat.

Konsep pariwisata yang ditawarkan hingga saat ini masih konsep ekowisata.

"Sampai saat ini,Pemkab Manggarai Barat sama sekali belum pernah membicarakan terkait kebijakan wisata halal. Saya menilai,wisata halal itu masih sekedar Isu,"ujar Edi Endi.

Baca Juga: Masyarakat Didorong Bangun Desa

Edi Endi mengungkapkan, destinasi super prioritas (DSPLabuan Bajo, Manggarai Barat cocok untuk dikembangkan dengan konsep ekowisata. Pemkab Manggarai Barat akan meningkatkan potensi-potensi wisata di Labuan Bajo melalui kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu.

"Kita bangun kebijakan-kebijakan yang sudah jalan kita tingkatkan, yang belum sesuai kita koreksi dan sesuaikan dengan apa yang menjadi prioritas dan bersama dengan pemerintah kabupaten dan provinsi kita pastikan 2024 ini semuanya rampung," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut mengatakan, konsep pembangunan pariwisata di Manggarai Barat adalah konsep ekowisata. Rata-rata selama ini hotel dan restoran tetap menjual makanan  dan minuman yang halal.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Nelayan Diminta Jangan Melaut

Ia menilai, Labuan Bajo cocok menjadi titik pariwisata minat khusus kelas atas. Wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo, kagum dengan keindahan bahari di DSP Labuan Bajo, Manggarai Barat. Apalagi dengan keindahan alam bawah laut perairan yang berada di wilayah kawasan Taman Nasional Komodo.

"Wisata diving dan acara-acara internasional dapat semakin mendorong potensi pariwisata di Labuan Bajo, serta dinilai dapat menggeliatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemi covid-19,"ujar Pius Baut.*** 

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Obyek Wisata Istana Ular Masih Sepi Pengunjung

Minggu, 22 Januari 2023 | 18:24 WIB

Desa Wisata Harus Bangkit

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:14 WIB

Pengembangan Desa Wisata Perlu Sinergi Dengan UMKM

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:07 WIB

Desa Wisata Wae Lolos Tawarkan Obyek Air Terjun

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:06 WIB

Masyarakat Manggarai Barat Diminta Bangun Desa Wisata

Jumat, 16 Desember 2022 | 14:30 WIB

Bupati Manggarai Barat Dorong Digitalisasi Desa Wisata

Jumat, 16 Desember 2022 | 12:43 WIB
X