BPO-LBF Diminta Untuk Tidak Berorientasi Kepentingan Investor

- Selasa, 13 September 2022 | 17:34 WIB
Kesatuan Masyarakat Racang Buka (KMRB) saat mengelar aksi protes di kawasan Hutan Bowosie Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)
Kesatuan Masyarakat Racang Buka (KMRB) saat mengelar aksi protes di kawasan Hutan Bowosie Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Pelaku pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, Rafael Todowela meminta, Badan Pelaksama Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores (BPO-LBF) untuk tidak berorientasi pada kepentingan investor atau pemodal besar dari luar daerah.Tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat lokal yang ada di Manggarai Barat.

Ia mengatakan, lahan 400 Hektar Area (Ha)yang akan  dijadikan area pembangunan kawasan pariwisata oleh BPO-LBF tersebut sebagianya sudah menjadi area pemukiman penduduk.Sehingga menjadi sangat penting agar kawasan 400 Ha itu juga diberi ruang untuk dikelolah oleh masyarakat lokal di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

"Kita meminta BPO-LBF untuk tidak boleh menyerahkan pengelolahan lahan 400 ha kepada seluruh investor luar daerah. Masyarakat lokal yang berada di dalam lahan 400 Ha itu  harus diberi ruang untuk mengelolah," tegas Rafael Todowela, Selasa (13/9/2022) sore.

Baca Juga: 83 Pedagang Pasar Inpres Golowelu Dipindahkan

Ia meminta, kepada BOP-LBF untuk tidak menyerahkan seluruh area 400 Ha kepada investor luar daerah  Manggarai Barat dan investor asing.Sebagian 400 Ha tersebut harus dijadikan lahan pertanian bagi warga yang bermukiman didalam kawasan pariwisata tersebut.Sehingga BOP-LBF dinilai tidak terkesan membela kepentingan pemodal besar dan investor. 

"BPO-LBF jangan undang pemodal besar di Labuan Bajo.Master Plan pembangunan Kawasan Pariwisata sepertinya orientasi untuk pemodal besar tidak membahas keterlibatan masyarakat lokal,"ungkap Rafael Todowela.

Ketua Pelaksana Harian Asita Cabang Manggarai  Barat, Donatur Matur mengaku binggung dengan peran Tiga  direktur BPO-LBF.Pasalnya selama ini, peran Tiga direktur BPO-LBF seperti belum maksimal.

Baca Juga: Kasus KDRT Terbanyak Diselesaikan Rumah Perlindungan

"Kami mempertanyakan peran Tiga Direktur BPO-LBF. Kami melihat tidak jelas peran Tiga direktur itu.Kami pelaku pariwisata selama ini hendak berkoordinasi, tetapi tidak jelas mau koordinasi kemana,"ungkap Don Matur.

Ia juga meminta, pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat harus menguntungkan masyarakat lokal.Hal tersebut bertujuan agar masyarakat sejahtera dari kemajuan sektor pariwisata di Manggarai Barat.Selain itu,masyarakat diuntungkan dengan kemajuan sector pariwisata.

"Kehadiran sektor pariwisata ini harus menguntungkan bagi masyarakat lokal di Manggarai Barat.BPO-LBF tidak boleh saja  berpihak pada investor dan pemodal besar,"tegas Don Matur.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Wisata Alam Di Wae Lolos Mulai Ditata

Rabu, 30 November 2022 | 16:25 WIB

Saatnya Desa Wisata Bangkit Kembali

Senin, 28 November 2022 | 16:19 WIB

Industri Pariwisata Di Manggarai Barat Mulai Bangkit

Minggu, 20 November 2022 | 14:30 WIB

Pelaku Pariwisata Keluhkan PJU di Labuan Bajo

Selasa, 15 November 2022 | 17:55 WIB

Pesona Air Terjun Cunca Wulang Eksotis

Senin, 14 November 2022 | 21:31 WIB

Pesona Pink Beach di Taman Nasional Komodo

Senin, 14 November 2022 | 21:06 WIB

Pembangunan Desa Harus Berdasarkan Budaya

Sabtu, 12 November 2022 | 06:38 WIB

ASITA Garap Potensi Desa Wisata Manggarai Barat

Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:58 WIB

Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Mulai Bangkit

Senin, 24 Oktober 2022 | 18:24 WIB
X