Wilayah Selatan Manggarai Barat Miliki Potensi Pariwisata

- Jumat, 9 September 2022 | 12:26 WIB
Wilayah Selatan Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat yang di foto dari laut. wilayah ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Golomory. (victorynews.id/SATRIA)
Wilayah Selatan Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat yang di foto dari laut. wilayah ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Golomory. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Wilayah Selatan Kabupaten Manggarai Barat, NTT memiliki potensi untuk pengembagan wisata.Saat ini wilayah itu setiap hari dilirik oleh investor untuk berinvestasi.

Apalagi wilayah yang terbentang dari Kecamatan Komodo, tepatnya Labuan Bajo arah selatan sampai di Kecamatan Lembor Selatan itu akan menjadi target utama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, Jumat (9/9/2022) mengatakan, Labuan Bajo masuk dalam Sepuluh destinasi utama pariwisata nasional melalui keputusan presiden Republik Indonesia pada Bulan Januari 2016 lalu. Kementerian Pariwista Ekonomi Kreatif telah membentuk Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo - Flores (BPOLBF) untuk pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat dan sekitarnya.

Baca Juga: Warga Golo Mbu Keluhkan Sulit Dapatkan Air Bersih

Menurutnya, BPOLBF itu menargetkan wilayah selatan  Manggarai Barat seperti, Warloka, Kecamatan Komodo sampai Nanggalili, Kecamatan Lembor menjadi wilayah pengembangan kawasan wisata.

 “Pemerintah Kabupaten (PemkabManggarai Barat sangat mendukung menjadikan poros selatan  Manggarai Barat itu sebagai fokus pengelolahan wisata oleh BPOLBF. Apalagi di poros selatan itu memiliki pemandangan yang bagus menuju laut dan bukit-bukit yang indah’’ ujarnya.

Dikatakannya, selain poros selatan yang memiliki potensi wisata yang menakjubkan, poros utara Kota Labuan Bajo juga seperti wilayah Menjerite juga merupakan daerah yang memiliki potensi wisata yang sangat strategis. Namun, Pemkab Manggarai Barat hanya menetapkan poros selatan yang masuk dalam KEK.

“Poros utara juga menjadi wilayah yang cocok untuk pengembangan ekonomi terutama pembangunan hotel-hotel dan restoran,apalagi wilayah itu sangat strategis. Pemerintah pusat telah menetapkan wilayah Selatan masuk dalam KEK," ujar Pius Baut.

Baca Juga: Memasuki Musim Kemarau, Petani Diminta Hemat Air

Pius Baut mengatakan, yang menjadi kendala utama di poros selatan saat ini adalah akses infrastruktur jalan yang kurang memadai. Saat ini, pemerintah pusat sedang mengerjakan ruas jalan menuju KEK Golomory.

Ia berharap, tokoh masyarakat dan tokoh adat yang berada dalam KEK atau poros selatan Manggarai Barat mendukung pengembangan pariwisata di wilayah itu.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mengatakan, KEK akan memberi dampak peningkatan ekonomi masyarakat di jalur selatan Labuan Bajo. Ia mendorong masyarakat untuk terlibat aktif mendukung pemerintah mengembangkan pariwisata.

“Masyarakat harus menjaga kebersihan, masyarakat harus ramah kepada wisatawan dan yang lebih penting masyarakat harus menangkap peluang dengan berbagai usaha di bidang industri pariwisata.
Sayur-sayuran dan buah-buahan hingga saat ini masih didatangkan dari Luar daerah,’’ ujarnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Wisata Alam Di Wae Lolos Mulai Ditata

Rabu, 30 November 2022 | 16:25 WIB

Saatnya Desa Wisata Bangkit Kembali

Senin, 28 November 2022 | 16:19 WIB

Industri Pariwisata Di Manggarai Barat Mulai Bangkit

Minggu, 20 November 2022 | 14:30 WIB

Pelaku Pariwisata Keluhkan PJU di Labuan Bajo

Selasa, 15 November 2022 | 17:55 WIB

Pesona Air Terjun Cunca Wulang Eksotis

Senin, 14 November 2022 | 21:31 WIB

Pesona Pink Beach di Taman Nasional Komodo

Senin, 14 November 2022 | 21:06 WIB

Pembangunan Desa Harus Berdasarkan Budaya

Sabtu, 12 November 2022 | 06:38 WIB

ASITA Garap Potensi Desa Wisata Manggarai Barat

Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:58 WIB

Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Mulai Bangkit

Senin, 24 Oktober 2022 | 18:24 WIB
X