Wae Rebo Didorong Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:41 WIB
Kampung adat Wae Rebo (victorynews.id/SATRIA)
Kampung adat Wae Rebo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendorong, destinasi wisata Wae Rebo di Kecamatan Satar Mese Barar, Kabupaten Manggarai, NTT menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Kampung Adat Wae Rebo, Desa Satar Lenda,  Kabupaten Manggarai pada Desember 2021 lalu berhasil meraih juara I Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) kategori Daya Tarik Wisata

Direktur BPO-LBF,Shana Fatina,Rabu (10/8/2022), mendorong masyarakat yang bermukim Wae Rebo untuk tetap menjaga dan mempertahankan keaslian budaya.Serta kelestarian lingkungan alam di Desa Satar Lenda agar wisatawan tetap mencintai destinasi wisata Wae Rebo.

"Selamat untuk masyarakat Waerebo. Mari kita pertahankan keaslian dan kelestarian lingkungan karena itulah yang menjadi kekuatan Waerebo. Kami BPOLBF siap mendukung dan mendampingi, bersama Pemkab Manggarai, untuk meningkatkan kualitas produk pariwisata ke depan, menjadikan Waerebo destinasi desa wisata kelas dunia dengan pengalaman pariwisata berkualitas" ujarnya.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Pastikan Kebutuhan Air Bersih Terpenuhi

Ia menyampaikan, BPOLBF akan terus memberikan dukungan dengan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai agar keberadaan Kampung Adat Wae Rebo menjadi destinasi pariwisata kelas Dunia.Pihaknya akan terus fokus dan lakukan upaya-upaya untuk menjadikan Wae Rebo menjadi tempat wisata yang berkelas dunia.

Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu mendorong Kementerian Koordinator Maritim agar terus memfokuskan pembangunan destinasi wisata di pulau Flores lebih khususnya di Kabupaten Manggarai.

Selain itu, dirinya juga sudah minta Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan wisata di Kabupaten Manggarai.

Shana Fatina menyatakan, upaya untuk mengangkat destinasi wisata Wae Rebo membutuhkan peran berbagai pihak. Antara lain komunitas lokal sebagai salah satu komponen penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Masyarakat lokal memegang peran penting dalam proses pengembangan pariwisata, baik dalam perencanaan maupun pengambilan keputusan. Komunitas lokal juga memiliki hak dan peluang untuk berpartisipasi dalam bisnis pariwisata. Misalnya akomodasi, kuliner, informasi, transportasi, fasilitas dan layanan.

Baca Juga: Bangkitkan Perekonomian, 150 UMKM Ramaikan Festival Golo Koe Labuan Bajo

Shana Fatina mengaku, sejauh ini, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki target utama wisatawan mancanegara, antara lain dari Singapura, Malaysia, dan Australia. Sementara untuk pasar unggulan meliputi wisatawan asal China, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, USA, UK, dan Perancis. Adapun pasar wisman potensial, ada India, Netherlands, Timur Tengah, Jerman, dan Russia. 

Ia menuturkan, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Manggarai akan diusulkan menjadi acara wisata nasional dan internasional serta mendorong pemerintah daerah Manggarai untuk membentuk kawasan ekonomi khusus untuk mendukungnya.

"Kita membangun Manggarai melalui destinasi wisata Wae Rebo menjadi destinasi wisata kelas dunia, dan mendorong pemerintah daerah Manggarai untuk bisa usulkan jadi iven nasional dan membentuk kawasan ekonomi khusus mendukung kepariwisataan,"Ujar Shana Fatina.

Bupati Manggarai,Herybertus G.Nabit mendorong komunikasi dan kolaborasi lintas sektor harus makin digalakkan.Penghargaan ADWI tahun 2021 itu bukan segala-galanya, tetapi hendaknya menjadi titik awal bagi percepatan pengembangan Kawasan Wae Rebo.

Ia menjelaskan, konsep pengembangan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk Wae Rebo tidak lagi hanya membangun Kampung Wae Rebo itu sendiri, tetapi menjadi pembangunan Kawasan Wisata Wae Rebo yang meliputi 7 Desa, yaitu Borik, Satar Ruwuk, Satar Lenda, Wongka, Satar Luju, Ceka Luju dan Nuca Molas. Sehingga pariwisata Wae Rebo harus memberi manfaat juga bagi masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga: Komodo Di Nanga Bere Makan Binatang Peliharaan Warga

Heri Nabit mengatakan, engembangan kawasan wisata Wae Rebo dan dapat memberi manfaat untuk masyarak sekitar akan menjadi framework Pemkab Manggarai dalam pengembangan Wae Rebo.Namun, Framework seperti itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Sehingga butuh sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat, Pemerintah Desa,  juga pihak swasta dan swadaya masyarakat.

"Wae Rebo hanya di Satu kampung, tidak bisa hanya bangun Wae Rebo saja, tetapi kampung-kampung dan desa-desa sekitar juga harus dibangun, sehingga memberi manfaat bagi Wae Rebo dan mendapat manfaat dari Wae Rebo
Misalnya pembangunan infrastruktur jalan di desa-desa sekitar, pembangunan spot-spot wisata, pengembangan sayur-sayuran dan buah-buahan, rempah-rempah dan souvenir di desa sekitar,"jelas Heri Nabit.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kapal Wisata Diminta Harus Berasuransi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:55 WIB

Masyarakat di Desa Wisata Harus Ditata

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 15:04 WIB

Desa Wisata Butuh Sentuhan Teknologi Informasi

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:45 WIB

Butuh Anggaran Besar Tata Pariwisata Manggarai Barat

Jumat, 30 September 2022 | 16:19 WIB

Liang Ndara Jadi Model Desa Wisata

Rabu, 28 September 2022 | 13:10 WIB

Desa Wisata Liang Ndara Maksimal Garap Potensi Wisata

Selasa, 27 September 2022 | 16:45 WIB

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Kecamatan Kuwus

Kamis, 22 September 2022 | 11:37 WIB

Ruas Jalan Menuju Obyek Wisata Buruk

Jumat, 16 September 2022 | 11:47 WIB

Keberadaan Perjalanan Wisata Ilegal Rusak Pasar Wisata

Jumat, 16 September 2022 | 09:35 WIB

Batu Strowbery, Destinasi Wisata Favorit

Kamis, 15 September 2022 | 20:48 WIB

Wisman Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Rabu, 14 September 2022 | 15:17 WIB
X