Jalur Utara dan Selatan Dikembangkan Sektor Pariwisata

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:00 WIB
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi saat memberikan sambutan pada peluncuruan Sistem Wildlife Komodo Dalam Aplikasi INISA di Hotel Loccal Collection Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi saat memberikan sambutan pada peluncuruan Sistem Wildlife Komodo Dalam Aplikasi INISA di Hotel Loccal Collection Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Wilayah Utara Labuan Bajo tepatnya Wilayah Bari di Kecamatan Macang Pacar sampai jalur Selatan Labuan Bajo tepatnya Warloka,Kecamatan Komodo akan dijadikan jalur wisata baru di Kecamatan Komodo. Saat ini jalur itu sedang dibenah oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Manggarai Barat.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Minggu (7/8/2022) menjelaskan, jalur Labuan Bajo menuju Bari merupakan jalur utara Pulau Flores,sedangkan Labuan Bajo menuju Warloka adalah jalur selatan Flores. Jalur tersebut merupakan jalur starategis untuk pengembangan sektor pariwisata. Apalagi dalam desain jalur itu,lokasi pelabuhan perdagangan akan berada di Bari,Kecamatan Macang Pacar.

Saat ini Pemerintah sedang membangun jalan hotmix sepanjang jalur utara itu. Jalur Labuan Bajo menuju Bari yang sudah di Hotmix sepanjang 70 Kilo Meter (KM). Proyek jalan hotmix itu mengunakan anggaran dari Pemerintah Pusat.

Sedangkan jalur Labuan Bajo menuju Warloka sejumlah titik jalan yang rusak telah diperbaik oleh Pemkab Manggarai Barat. Kondisi jalur selatan itu sangat bagus karena berada dekat dengan pantai jalur selatan.

Baca Juga: Tim Terpadu Pantau Pasar dan TPI Labuan Bajo

Ia mengatakan, PT.PLN saat ini sedang memasang jaringan listrik pada jalur utara dan selatan Labuan Bajo. Untuk wilayah kecamatan Komodo dari 17 desa,pada tahun 2022 sisa 6 desa yang belum terpasang jaringan listrik.  Program listrik masuk desa tentu akan membantu warga jalur Bari menuju Labuan Bajo dan menuju Larantuka, Flores Timur untuk kebutuhan listrik.

Pemkab Manggarai Barat Saat ini fokus membenah jalur utara dan selatan Labuan Bajo agar ditata dengan baik untuk kebutuhan wisatawan yang berkunjung di Labuan Bajo.Serta jalur Utara dan Selatan itu akan dijadikan jalur wisata baru di Kabupaten Manggarai Barat.

Apalagi Labuan Bajo saat ini masuk dalam 10 destinasi wisata nasional dan prioritas di Indonesia. 

Ia mengingkatkan masyarakat Manggarai Barat  agar tidak menjual tanah. Jika ada investor dari luar NTT yang membutuhkan tanah,sebaiknya dilakukan dengan sistem kontrak atau saham bersama.

Jika tanah diperjualbeli maka hak masyarakat  atas tanah yang dijual itu akan hilang selamanya. Namun jika tidak dijual kepada pihak lain maka hak masyarakat  akan tanah itu masih ada.

Baca Juga: DPRD Dorong Pemkab Manggarai Barat Kembangkan Tamanan Hortikultura

"Masyarakat di Labuan Bajo diharapkan tidak boleh menjual tanah dengan sembarang. Manfaatkan tanah yang ada untuk tempat usaha seperti usaha makanan dan minuman khas Manggarai. Masyarakat di Labuan Bajo harus menangkap peluang dibukanya jalur utara dan selatan," kata Edi Endi.

Masyarakat Labuan Bajo, Ferdinandus Tasar mengajak masyarakat di jalur utara dan selatan harus memanfaatkan jalur wisata itu. Apalagi jalur itu memiliki spot wisata yang bagus saat matahari tenggelam.

Masyarakat Warloka tidak boleh menjual tanah,jika itu dilakukan,maka masyarakat yang berada di jalur itu tidak dapat memanfaatkan tanah yang dimiliki. Masyarakat di jalur utara dan selatan harus memanfaatkan jalur wisata itu nanti dengan membuka usaha sektor pariwisata seperti membuka usaha makanan dan minuman lokal manggarai.

Menurutnya,Labuan Bajo saat ini menjadi target kunjungan wisatawan. Banyaknya obyek wisata yang ada di Mabar membuat ratusan wisatawan ramai mengunjungi Labuan Bajo. Modal utama yang dimiliki oleh masyarakat satu-satunya adalah tanah.

Jika tanah dijual bebas,maka dapat dipastikan masyarakat lokal akan menjadi penonton didaerahnya sendiri.Tanah tidak boleh dijual dikarenakan tanah merupakan modal masa depan anak cucu.

Baca Juga: Warga Desa Nggilat Nikmati Jalan Buruk

Ferdinandus Tasar mengatakan, Labuan Bajo saat sedang dibangun berbagai proyek pariwisata. Itu seperti pembangunan pelabuhan Marina di kelurahan Labuan Bajo dan  pembangunan jalan hotmix menuju Bari sepanjang 70 KM. Tiga pembangunan yang membuang anggaran puluhan miliaran itu dilaksanakan karena Manggarai Barat merupakan daerah prioritas utama sektor pariwisata.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat,maka masyarakat Mabar harus menangkap peluang dengan berbisnis sektor pariwisata.

Camat Komodo, Yohanes Gampur mengatakan, jalur selatan Labuan Bajo memiliki Tiga desa yang belum dipasang jaringan listrik dan Tiga desa yang ada di seputar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Untuk kemajuan sektor pariwisata di Labuan Bajo masalah listrik harus menjadi perhatian serius PLN.

Agar seluruh desa di Kecamatan Komodo tahun ini telah dipasang jaringan listrik. Enam desa yang belum dipasang jaringan listrik yaitu Desa Warloka,Tiwu Nampar, Golo Mori, Seraya,Desa Pasir Putih dan Papagarang

Baca Juga: BPOLBF Gunakan Aplikasi GIS Permudah Informasi DPSP

"Jalur Bari menuju Labuan Bajo dan Warloka menuju Labuan Bajo harus dipasang jaringan listrik. Letak jalur itu sangat strategis dan memiliki banyak spot wisata. Spot wisata yang cukup terkenal pada jalur utara Labuan Bajo adalah bukit cinta dan silfia," kata Yohanes.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kapal Wisata Diminta Harus Berasuransi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:55 WIB

Masyarakat di Desa Wisata Harus Ditata

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 15:04 WIB

Desa Wisata Butuh Sentuhan Teknologi Informasi

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:45 WIB

Butuh Anggaran Besar Tata Pariwisata Manggarai Barat

Jumat, 30 September 2022 | 16:19 WIB

Liang Ndara Jadi Model Desa Wisata

Rabu, 28 September 2022 | 13:10 WIB

Desa Wisata Liang Ndara Maksimal Garap Potensi Wisata

Selasa, 27 September 2022 | 16:45 WIB

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Kecamatan Kuwus

Kamis, 22 September 2022 | 11:37 WIB

Ruas Jalan Menuju Obyek Wisata Buruk

Jumat, 16 September 2022 | 11:47 WIB

Keberadaan Perjalanan Wisata Ilegal Rusak Pasar Wisata

Jumat, 16 September 2022 | 09:35 WIB

Batu Strowbery, Destinasi Wisata Favorit

Kamis, 15 September 2022 | 20:48 WIB

Wisman Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Rabu, 14 September 2022 | 15:17 WIB
X