Bupati Manggarai Barat Dorong Pengelolaan Destinasi Wisata Ke Pemdes

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:36 WIB
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mendorong, pengelolaan destinasi wisata yang berada di wilayah itu kepada pihak Pemerintah Desa (Pemdes).Hal itu bertujuan agar keberadaan destinasi wisata yang ada di desa dapat mengsejahterakan masyarakat desa.

Ia mengatakan, pengelolaan destinasi wisata harus melibatkan masyarakat.Masyatakat tidak boleh menjadi penonton ditengah majunya sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.

"Kami akan mendorong pengelolaan destinasi wisata yang ada di wilayah Manggarai Barat untuk dikelola oleh pihak desa.Tahun 2023,kami akan menyerahkan pengelolaan destinasi kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),"kata Edi Endi,Minggu (7/8/2022).

Edi Endi mengatakan, keberadaan destinasi wisata di wilayah Kabupaten Manggarai Barat saat ini belum mampu mensejahterakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat yang berada di seputar destinasi wisata.Sehingga,Pemerintah Kabupaten Manggarai  Barat kedepannya mendorong pengelolaan destinasi wisata kepada pihak desa.

Baca Juga: Tim Terpadu Pantau Pasar dan TPI Labuan Bajo

Ia mengaku, tahun 2023 mendatang pemerintah akan menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk menata destinasi wisata Istana Ular di Desa Galang,Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai  Barat. Pengelolaan destinasi wisata Istana Ular di Kecamatan Welak nantinya akan diberikan kepada pihak pemerintah desa.

Ia menjelaskan, salah satu langkah strategis yang dilakukan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat saat ini mengembangkan potensi wisata pedesaan di setiap desa yang ada di wilayah Manggarai Barat.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan desa wisata, serta mendorong percepatan pengembangan potensi wisata perdesaan,” kata Edi Endi.

Edi Endi menegaskan, pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Manggarai Barat selama ini masih dimonopoli sektor swasta. Kepariwisataan  Manggarai Barat dinilai belum memberi dampak signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Ia memaparkan data selama 2019 -2022, uang beredar di Manggarai Barat sebesar Rp 2,3 triliun masuk dalam sektor industri pariwisata,namun dikuasai pemodal luar daerah NTT.Pembangunan Pariwisata di Manggarai  Barat saat ini masih dimonopoli sektor swasta. Masyarakat masih menjadi obyek pembangunan,hal ini menjadi tantangan kedepannya.

Baca Juga: Kapal Wisata Liar Beroperasi di Labuan Bajo

Ia mendorong, partisipasi masyarakat di berbagai destinasi wisata untuk perlahan-lahan bergerak memberikan manfaat bagi masyarakat.Pariwisata yang dibangun selama ini di Manggarai Barat belum berdampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga sangat penting destinasi wisata yang dimasing-masing desa dikelolah oleh masyarakat desa.

Kepala Desa Galang,Kecamatan Welak,Ari Samsung mengapresiasi niat dan rencana Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan  Manggarai Barat  yang mendorong pengeloaan destinasi wisata kepada pihak desa.Pasalnya kerinduan masyarakat untuk melibatkan diri dalam pengeloaan destinasi wisata Istana Ular di Desa Galang sudah sejak lama.

Ia mengaku, beberapa hal dasar mengapa Pemerintah Desa Galang selama ini selalu memperjuangkan semua potensi wisata di kelola oleh desa,yakni bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Galang.Dengan dilibatkannya masyarakat lokal dalam pengelolan pariwisata di desa, maka akan sangat berdampak terhadap adanya sumber pendapatan baru bagi masyarakat. 

Baca Juga: Dua Artis Nasional Akan Tampil di Festival Golo Koe Labuan Bajo

Selain itu, masyarakat lokal tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri. Dengan dilakukannya pengelolaan destinasi wisata Istana Ular oleh desa, maka yang pasti pelaku utamanya adalah masyarakat lokal di desa.

Sehingga dengan demikian masyarakat desa tidak hanya hanya menjadi penonton atau mereka tidak pasif.Hal ini juga akan sangat berdampak terhadap perasaan memiliki dari masyarakat lokal terhadap tempat atau lokasi dimaksud. 

"Dengan dikelola oleh pemerintah desa destinasi wisata Istana Ular akan ada pemasukan bagi desa melalui sistim bagi hasil atau dari retribusi lainnya yang sah. Dengan demikian, desa memiliki pendapatan asli desa,"ujar Ari Samsung.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kapal Wisata Diminta Harus Berasuransi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:55 WIB

Masyarakat di Desa Wisata Harus Ditata

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 15:04 WIB

Desa Wisata Butuh Sentuhan Teknologi Informasi

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:45 WIB

Butuh Anggaran Besar Tata Pariwisata Manggarai Barat

Jumat, 30 September 2022 | 16:19 WIB

Liang Ndara Jadi Model Desa Wisata

Rabu, 28 September 2022 | 13:10 WIB

Desa Wisata Liang Ndara Maksimal Garap Potensi Wisata

Selasa, 27 September 2022 | 16:45 WIB

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Kecamatan Kuwus

Kamis, 22 September 2022 | 11:37 WIB

Ruas Jalan Menuju Obyek Wisata Buruk

Jumat, 16 September 2022 | 11:47 WIB

Keberadaan Perjalanan Wisata Ilegal Rusak Pasar Wisata

Jumat, 16 September 2022 | 09:35 WIB

Batu Strowbery, Destinasi Wisata Favorit

Kamis, 15 September 2022 | 20:48 WIB

Wisman Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Rabu, 14 September 2022 | 15:17 WIB
X