BPOLBF Gunakan Aplikasi GIS Permudah Informasi DPSP

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 16:30 WIB
Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina
Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Dalam rangka melakukan pengawasan terhadap progres pengembangan dan  pembangunan berbagai proyek nasional  yang dicanangkan pemerintah pusat di 5 Destinasi Super Prioritas, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan PT. Telkom Indonesia berkoordinasi mengembangkan sistem monitoring berbasis Geographic Information System (GIS).

Tahun 2022, pengembangan dilakukan untuk mengintegrasikan system yang ada dengan 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) lain dengan dukungan lebih banyak dari Kementerian dan Lembaga. Sebagai tahap awal, sosialisasi penggunaan aplikasi GIS dilakukan secara daring.

GIS merupakan aplikasi yang akan menyajikan data secara rinci yang bertujuan untuk memudahkan sistem monitoring, dalam hal ini penggunaan GIS di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas dimaksudkan untuk memantau, mengawasi, serta mengevaluasi perkembangan pembangunan tanpa harus turun langsung ke lokasi.

Baca Juga: Dua Artis Nasional Akan Tampil di Festival Golo Koe Labuan Bajo

Kemudahan penggunaan aplikasi GIS sendiri diperkuat oleh aplikasi TOMPS yang merupakan aplikasi pendukung yang bisa digunakan untuk mendukung dan mempermudah berjalannya aplikasi GIS dengan memberikan informasi detail terkait seluruh proses pembangunan seperti total anggaran, kategori proyek, realisasi fisik, dan segala kendala di lapangan. Aplikasi tersebut nantinya akan digunakan sebagai monitoring tool oleh semua anggota Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata yang terdiri dari 19 K/L.

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) selaku PIC yang membantu penginputan data di wilayah kawasan otorita dan koordinatif Labuan Bajo Flores sendiri sejauh ini mulai menghimpun seluruh data yang diperlukan.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina, Sabtu (6/8/2022) mengapresiasi terhadap penerapan sistem GIS terintegrasi 5 DPSP. Dirinya menekankan kemudahan proses pengawasan dan pemantauan dengan kemudahan digital akan sangat membantu efektifitas proses pembangunan yang sedang berlangsung.

Ia menjelaskan, Labuan Bajo sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) terus berbenah dengan penataan lima kawasan diantaranya Puncak Waringin, Batu Cermin, Water Front City, fasilitas di Pulau Rinca dan beberapa penataan seperti pemindahan pelabuhan peti kemas.

Beberapa di antara kawasan ini telah selesai dibangun dan secara keseluruhan,sehingga wisatawan yang datang bisa menikmati suasana baru Labuan Bajo yang lebih segar dan tertata dengan rapi.

“Sejak awal kami percaya perlunya integrasi sistem informasi untuk mempermudah pengawalan pelaksanaan kegiatan lintas K/L, khususnya di wilayah koordinatif. Kami menyambut baik rencana integrasi aplikasi ini untuk 5 DPSP karena akan semakin mempermudah kami mengelaborasikan data dan mempermudah para dewan pengarah untuk memantau kinerja kami di Destinasi Pariwisata Super Prioritas khususnya di Labuan Bajo dimana skala dan target pembangunan nasional menjadi prioritas”, ujar Shana.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Barat dan UMY Kembangkan Kerjasama di Sektor Pariwisata

Shana Fatina berharap, dengan adanya peluncuran aplikasi baru tersebut diharapkan akan ada peningkatan pembangunan jaringan komunikasi serta kesiapan SDM di Labuan Bajo yang menurutnya, sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas tentunya harus memiliki akses jaringan komunikasi yang bagus dan kuat serta didukung kemampuan adaptasi pemanfaatan teknologi dari operator dan para pengambil kebijakan.

Para turis akan menikmati wajah baru Kota Labuan Bajo yang merupakan daerah wisata super premium.
Saat ini, beberapa kawasan sudah selesai dibangun dan direncakanan tuntas semuanya pada tahun 2022.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Pius Baut menyampaikan, demi meningkatkan informasi
tentang tempat - tempat wisata yang berada di Kabupaten Manggarai Barat kepada masyarakat indonesia maupun luar indonesia, perlu dilakukan pemetaan geografis tempat-tempat wisata sesuai dengan perkembangan teknologi.

Peningkatan informasi tempat–tempat wisata Kabupaten Manggarai Barat seperti pantai, Kawasan TNK,Batu Cermin,Istana Ular dan air terjun Cunca Wulang,serta seluruh tempat wisata yang berada di kabupaten Manggarai Barat melalui internet menggunakan Sistem Informasi Geografis Berbasis web.

Baca Juga: Potensi Pariwisata Manggarai Barat Harus Terus Dikembangkan

Ia menyampaikan, SIG Kabupaten Manggarai Barat diharapkan dapat bermanfaat bagi para masyarakat Indonesia maupun luar Indonesia agar dapat dengan mudah dalam mendapatkan informasi tempat wisata
yang berada di Kabupaten Manggarai Barat.

Dirinya menyadari selama ini Informasi tentang Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat belum
memberikan informasi yang maksimal.
Seperti informasi Peta wisata online, rute menuju tempat wisata, transportasi menuju tempat wisata dan profil Pariwisata yang berada di Kabupaten Manggarai Barat.

"Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang terus meningkat membuat jumlah pengguna internet semakin bertambah setiap tahunnya. 
Digitalisasi pada sektor pariwisata juga mampu memberikan banyak manfaat ke banyak industri. Dari sisi penyedia jasa bahwa kehadiran internet memberikan sumbangsih yang luar biasa terhadap penghematan biaya operasional dan penggunaan waktu,"jelas Pius Baut.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kapal Wisata Diminta Harus Berasuransi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:55 WIB

Masyarakat di Desa Wisata Harus Ditata

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 15:04 WIB

Desa Wisata Butuh Sentuhan Teknologi Informasi

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:45 WIB

Butuh Anggaran Besar Tata Pariwisata Manggarai Barat

Jumat, 30 September 2022 | 16:19 WIB

Liang Ndara Jadi Model Desa Wisata

Rabu, 28 September 2022 | 13:10 WIB

Desa Wisata Liang Ndara Maksimal Garap Potensi Wisata

Selasa, 27 September 2022 | 16:45 WIB

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Kecamatan Kuwus

Kamis, 22 September 2022 | 11:37 WIB

Ruas Jalan Menuju Obyek Wisata Buruk

Jumat, 16 September 2022 | 11:47 WIB

Keberadaan Perjalanan Wisata Ilegal Rusak Pasar Wisata

Jumat, 16 September 2022 | 09:35 WIB

Batu Strowbery, Destinasi Wisata Favorit

Kamis, 15 September 2022 | 20:48 WIB

Wisman Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Rabu, 14 September 2022 | 15:17 WIB
X