Bupati Manggarai Barat Harap Sistem Wildlife Komodo Berdampak Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lokal

- Jumat, 29 Juli 2022 | 15:37 WIB
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi saat memberikan sambutan pada peluncuruan Sistem Wildlife Komodo Dalam Aplikasi INISA di Hotel Loccal Collection Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi saat memberikan sambutan pada peluncuruan Sistem Wildlife Komodo Dalam Aplikasi INISA di Hotel Loccal Collection Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi berharap sistem Wildlife Komodo dalam Aplikasi INISA berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Ia meminta kepada PT. Flobamor, perusahan milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengelolah tiket masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo (TNK) harus memberikan motifvasi dan meyakinkan masyarakat maupun kepada para pelaku pariwisata agar kebijakan sistem digital dan kenaikan tiket masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar dapat meningkatka pendapatan ekonomi masyarakat.

Dirinya tidak menginginkan, kebijakan kenaikan tiket ke Pulau Komodo dan Pulau Padar tersebut menjadikan masyarakat dan pelaku pariwisata menjadi penonton.

"Kami berharap baik aplikasi, digitalisasi, serta pembatasan ini dapat memberikan memberikan dampak baik itu kepada perekonomian masyarakat maupun kepada pelaku pariwisata. Dan tentu kita sangat berharap bahwa seluruh ekosistem yang telah ditetapkan itu dapat survive dan berkelanjutan.” tegas Edi Endi dalam sambutanya pada acara Peluncuran Sistem Wildlife Komodo Dalam Aplikasi INISA, Jumat (29/7/2022) di Hotel Loccal Collection Labuan Bajo.

Baca Juga: Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Libatkan Ratusan UMKM Paroki Se-Keuskupan Ruteng

Edi Endi meminta, Pemerintah Provinsi NTT berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat bersama stake holder agar kebijakan kenaikan tiket dan pembatasan jumlah kunjungan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

"Terima Kasih, janganlah berhenti memberi dedikasi dan keyakinan kepada semua stakeholder yang ada di wilayah ini, bahwa kebijakan kenaikan tiket masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,"harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Zet Sony Libing menyampaikan, sudah tiba waktunya, semua elemen perlu bersama-sama menjaga kelestarian kehidupan satwa liar (wildlife) Komodo dan ekosistemnya, yaitu TNK dalam upaya mewujudkan destinasi wisata berbasis kawasan konservasi.

Dengan diluncurkannya sistem Wildlife Komodo, dirinya berharap tata kelola kunjungan ke Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan perairan sekitarnya dapat berjalan menjadi lebih baik
sebagai bukti nyata penerapan pariwisata berkelanjutan,” harapnya

Sementara, Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi di TNK, Carolina Noge menjelaskan, Sistem Wildlife Komodo dalam digital platform INISA ini ditujukan agar dapat menjadi sarana dilakukannya manajemen kunjungan. Dengan dasar data reservasi, maka diketahui siapa, berapa, dan ke mana pengunjung akan berada di dalam kawasan.

"Hal ini tentu akan memudahkan pengelolaan, termasuk penjagaan dan patroli,"katanya.

Ia mennagatakan, manajemen kunjungan ini
menjadi salah satu program yang dilaksanakan di awal periode kerja sama untuk menjawab isu dan permasalahan, terutama terkait tata kelola yang saat ini terjadi di Pulau Komodo, Pulau Padar dan kawasan perairan sekitarnya seperti overtourism yang berdampak pada perilaku komodo, pengelolaan sampah, terumbu karang yang rusak, perburuan liar, pemancingan ilegal, penggunaan pukat harimau dan overfishing.

Baca Juga: Edi Endi : Harga Tiket Pulau Rinca Tidak Naik

Jika permasalahan ini tidak segera diatasi, seiring
berjalannya waktu, hilangnya nilai jasa ekosistem kawasan diproyeksikan akan dapat merusak
habitat komodo,"ungkapnya.

Selain itu, aplikasi INISA itu sendiri juga menjadi platform digital untuk berbagai layanan dan fitur lainnya, seperti pemesanan tiket pesawat, reservasi hotel, rental mobil, bahkan dapat
digunakan untuk membayar BPJS, listrik, pengisian pulsa, dan sebagainya.

Carolina megatakan, sistem wildlife ini dapat memudahkan wisatawan serta menjamin kenyamanan wisatawan dalam merencanakan perjalanannya.Sistem Wildlife Komodo sudah dapat mulai diakses dan digunakan setiap wisatawan yang ingin melakukan kunjungan ke kawasan konservasi Pulau Komodo, Pulau Padar dan kawasan perairan sekitarnya.

Para wisatawan dapat melakukan pendaftaran dan
reservasi secara digital melalui aplikasi INISA yang dapat diakses melalui Playstore (Android) dan Appstore (ios) dan melakukan verifikasi melalui kode OTP yang akan dikirimkan langsungke nomor handphone.

Ia mengaku, kontribusi konservasi ini sudah meliputi tiket masuk Pulau Komodo, Pulau Padar serta wisata
bahari sekitarnya, asuransi jiwa dan kecelakaan, airport service seperti baggage claim, transportasi antara Bandara - Hotel - Pelabuhan, pemandu wisata (Naturalis Guide) sebagai beserta panduan wisata konservasi (e-book).

Termasuk souvenir khas Pulau Komodo buatan
masyarakat lokal. Biaya konservasi belum termasuk tiket pesawat, hotel dan konsumsi, transportasi selain rute Bandara - Hotel - Pelabuhan, kapal wisata/living on boat, serta alat menyelam dan tips untuk pemandu wisata.

Wisatawan yang telah terdaftar pada aplikasi dapat mengunjungi kawasan konservasi Pulau Komodo, Pulau Padar, dan wilayah perairan sekitarnya dengan melakukan reservasi terlebih dahulu, kemudian akan melakukan scan barcode di Waterfront (Pelabuhan) dan pemeriksaan akan dilakukan di destinasi yang dituju,"jelas Carolina.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kapal Wisata Diminta Harus Berasuransi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:55 WIB

Masyarakat di Desa Wisata Harus Ditata

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 15:04 WIB

Desa Wisata Butuh Sentuhan Teknologi Informasi

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 13:45 WIB

Butuh Anggaran Besar Tata Pariwisata Manggarai Barat

Jumat, 30 September 2022 | 16:19 WIB

Liang Ndara Jadi Model Desa Wisata

Rabu, 28 September 2022 | 13:10 WIB

Desa Wisata Liang Ndara Maksimal Garap Potensi Wisata

Selasa, 27 September 2022 | 16:45 WIB

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Kecamatan Kuwus

Kamis, 22 September 2022 | 11:37 WIB

Ruas Jalan Menuju Obyek Wisata Buruk

Jumat, 16 September 2022 | 11:47 WIB

Keberadaan Perjalanan Wisata Ilegal Rusak Pasar Wisata

Jumat, 16 September 2022 | 09:35 WIB

Batu Strowbery, Destinasi Wisata Favorit

Kamis, 15 September 2022 | 20:48 WIB

Wisman Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Rabu, 14 September 2022 | 15:17 WIB
X