80 Hotel di Labuan Bajo Kantongi UKL-UPL

- Rabu, 27 Juli 2022 | 19:07 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Manggarai Barat, Sebastianus Wantung (victorynews.id/SATRIA)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Manggarai Barat, Sebastianus Wantung (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Sedikitnya, 80 hotel di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, sudah mengantongi rekomendasi dokumen lingkungan berupa Upaya Pengelolaan  Lingkungan atau Upaya Pemanfaatan Lingkungan (UKL/UPL).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Manggarai Barat, Sebastianus Wantung, Rabu (27/7/2022) mengatakan, sebanyak 80 hotel yang akan dibangun di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai  Barat sudah mengantongi UKL atau UPL.UKL/UPL merupakan salah satu persyaratan yang wajip dipenuhi para pihak yang akan membuka usaha hotel atau usaha lainnya di Kabupaten Manggarai Barat.

Ia mengaku, selain 80 UKL/UPL jenis usaha atau kegiatan yang sudah memiliki rekomendasi UKL/UPL, Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) dan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPPL) di Kabupaten Manggarai Barat berjumlah 905, keadaan per April 2022.

Baca Juga: Memperkuat Peran dalam Tata Kelola Bentang Alam Mbeliling

Ia mengatakan, UKL merupakan dokumen lingkungan yang berisikan kajian - kajian lingkungan yang dibahas secara mendalam lengkap beserta dengan perkiraan dampak-dampak lingkungan yang berpotensi terjadi dan mengganggu kestabilan lokasi sekitar usaha.

Dokumen lingkungan ini diperlukan untuk dapat memperoleh izin lingkungan ataupun kelayakan lingkungan. Lingkungan yang dimaksud dapat berupa lingkungan alam maupun lingkungan secara sosial kemasyarakatan.

Sebas Wantung menjelaskan, ada tiga kewenangan dalam mengurus dokumen lingkungan, yaitu Pemerintah Kabupaten (Pemkab)/Pemerintah Kota (Pemkota), Pemerintah Provinsi (Pemprov), serta Pemerintah Pusat (Pempus) dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia.

Untuk bangunan di darat dalam wilayah Kabupaten/Kota menjadi kewenangan Pemkab/Pemkot, dalam hal Dinas LHK Manggarai Barat.

"Untuk bangunan yang dimulai dari garis pantai hingga 12 mil ke dalam (air laut),  ukur saat air pasang tertinggi, merupakan kewenangan Pemprov, dan 12 mil ke dalam adalah kewenangan Pempus/Kementerian LHK,"jelas Sebas Wantung.

Ia mengungkapkan, para pihak investor yang sudah mengantongi dokumen lingkungan tersebut hingga kini ada yang belum melakukan pembangunan hotel. Hal itu diduga karena dampak Covid-19, diantaranya usaha perhotelan.

Baca Juga: Marak Pencurian Kayu Manis di Hutan Mbeliling

"Di antara mereka itu ada yang sudah urus dokumen lingkungannya sebelum Covid-19. Tetapi sampai sekarang hotelnya belum bangun-bangun juga. Dugaan kita karena Pandemi Covid-19," kata Sebas Wantung.

Ketua DPRD Manggarai Barat,Marthen Mitar  meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat agar tidak gegabah memberikan izin pembangunan hotel.

Investasi di Labuan Bajo jangan sampai sembarangan dan malah merugikan masyarakat. Seperti selama ini banyak hotel yang dibangun sangat dekat dengan pantai dan menutup akses masyarakat ke pantai.

Ia mempersilahkan, para Investor untuk membangun Hotel di Labuan Bajo,untuk mendukung sektor Pariwisata Manggarai Barat.Dirinya menyarankan kepada invesror untuk urusan kebutuhan hotel dan restaurant nantinya seperti sayur, tomat dan buah-buahan harus dibeli dari masyarakat lokal Manggarai Barat.

Baca Juga: Edi Endi : Harga Tiket Pulau Rinca Tidak Naik

"Kita berharap investor nantinya untuk mempersilakan tenaga kerja lokal untuk berkerja di hotel.Selain itu mengunakan sayur dan buah-buahan dari petani lokal di Manggarai Barat,"harap Marthen Mitar.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Kecamatan Kuwus

Kamis, 22 September 2022 | 11:37 WIB

Ruas Jalan Menuju Obyek Wisata Buruk

Jumat, 16 September 2022 | 11:47 WIB

Keberadaan Perjalanan Wisata Ilegal Rusak Pasar Wisata

Jumat, 16 September 2022 | 09:35 WIB

Batu Strowbery, Destinasi Wisata Favorit

Kamis, 15 September 2022 | 20:48 WIB

Wisman Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Rabu, 14 September 2022 | 15:17 WIB

Monumen Komodo Mendunia Diresmikan

Rabu, 14 September 2022 | 09:38 WIB

Intip Keunikan Desa Wisata di Kaki Gunung Mbeliling

Minggu, 11 September 2022 | 12:31 WIB

Pesona Desa Wisata Liang Ndara

Minggu, 11 September 2022 | 11:54 WIB

Pemerintah Bertekad Lestarikan Komodo di Bari

Sabtu, 10 September 2022 | 18:09 WIB

Jalur Bari Sampai Warloka Akan Jadi Kota Pariwisata

Sabtu, 10 September 2022 | 13:33 WIB
X