Bupati Manggarai Dorong Dua Desa jadi Desa Wisata Tenun

- Selasa, 19 Juli 2022 | 08:20 WIB
Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit  (victorynews.id/SATRIA)
Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Bupati Manggarai, Heribertus G.L Nabit atau yang biasa disapa Hery Nabit  mendorong Desa Lando dan Bea Mese, Kecamatan Cibal untuk ditetapkan sebagai Desa Wisata Tenun.Upaya mengembangkan desa wisata tenun sebagai program unggulan untuk menjadikan dua desa di Kecamatan Cibal itu sebagai pembangkit perekonomian masyarakat desa.

Bupati Hery Nabit, Selasa (19/7/2022) mengatakan, Desa Lando dan Bea Mese didorong menjadi Desa Wisata Tenun karena hampir 100 persen masyarakat pada dua desa itu merupakan penenun. Masyarakat pada dua desa itu sejak lama memiliki keahlian untuk menenun berbagai macam motif tenun manggarai.

Ia menyampaikan, penetapan Desa Lando dan Bea Mese sebagai Desa Wisata Tenun bertujuan untuk memperkuat perekonomian masyarakat di dua desa itu.Bergeraknya dua desa wisata tenun nantinya dipastikan akan memberi dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Ia mengaku, setiap hari ibu-ibu rumah tangga di Desa Lando dan Bea Mese beraktifitas tenun. Pemasaran hasil tenun masyarakat pada dua desa itu selama ini dilakukan di Labuan Bajo,ibukota Kabupaten Manggarai Barat dan Ruteng,ibukota Kabupaten Manggarai. Kwalitas kain songke hasil tenun ibu-ibu rumah tangga pada dua desa itu sangat baik.

Baca Juga: Edi Endi Dorong Petani Penuhi Kebutuhan Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Dengan ditetapkan Desa Lando dan Bea Mese sebagai Desa Wisata Tenun,penenun di wilayah itu nantinya mampu menarasikan motif kain tenun.Dimana penenun menjelaskan narasi kain songke hasil tenun kepada wisatawan atau pengunjung.

Hery Nabit mengatakan, akses wisatawan yang ingin ke dua Desa Wisata Tenun membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit.Wisatawan atau pengunjung nantinya dapat melihat langsung aktifitas menenun berbagai macam motif songke oleh mastarakar pada dua desa wisata tenun tersebut.

Penenun di Dua desa itu di Kecamatan Cibal selama ini memenun dengan pewarna alami. Kedepanya, penenun di Desa Lando dan Bea Mese akan membeli kapas dan benang di Kecamatan Satar Mese.Dalam waktu dekat 50 hektare lahan di Kecamatan Satar Mese akan ditanam Kapas sebagai bahan baku untuk tenun.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai kata dia, mulai gencar menata destinasi wisata di wilayah Kabupaten Manggarai.Destinasi wisata Wae Rebo dan Todo akan dijadikan  destinasi wisata contoh untuk melestarikan budaya manggarai.

Wae Rebo merupakan kelestarian budaya  untuk menarik wisatawan mengunjungi destinati wisata Wae Rebo.

Ia menyampaikan, Pemkab Manggarai akan terus mendorong pengembangan potensi wisata di setiap desa. Diharapkan roda ekonomi berbasis kerakyatan dapat bergerak dan bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Setiap desa dapat memunculkan potensi andalannya untuk menarik minat wisatawan berkunjung. Pemkab Manggarai akan mendorong memfasilitasi promosi maupun anggaran yang dibutuhkan mengembangkan destinasi yang ada.

Baca Juga: 4 Tuntutan FORMAPP Saat Demo Penolakan Kenaikan Tiket Masuk Kawasan TNK

"Wae Rebo menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk melestarikan budaya. Manggarai merupakan pusat budaya dari Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Kita akan bangun terminal di bawa kaki gunung di Wae Rebo,sebagai tempat untuk parkir kendaraan wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata Wae Rebo"ujar Heri Nabit.

Wakil Bupati Manggarai,Heribertus Ngabut menyampaikan, selain memiliki area yang luas dan pemandangan alam yang indah, desa wisata di Kabupaten Manggarai juga biasanya memiliki ciri khas masing-masing yang berbeda antara satu desa dengan desa yang lainnya.

Pemkab Manggarai terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata yang ada.

Ia mengaku, sektor pariwisata merupakan salah satu mesin penggerak perekonomian sehingga perlu menjadi perhatian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengintensifkan pembangunan infrastruktur menuju objek wisata yang ada di wilayah Manggarai.

Ia berharap, peningkatan infrastruktur penunjang pariwisata tersebut dapat makin meningkatkan jumlah wisatawan ke destinasi wisata.Dengan infrastruktur jalan yang mendukung, maka akan meningkatkan minat wisatawan untuk datang berkunjung ke destinasi wisata di wilayah Manggarai.

Baca Juga: Ribuan Massa Aksi Geruduk Kantor Bupati Manggarai Barat dan BTNK

"Jalan yang halus dan mulus bisa menyingkat jarak menuju Wae Rebo,Todo dan Desa Wisata Tenun ini tentu juga menambah keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan," kata Heri Ngabut.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Wisata Alam Di Wae Lolos Mulai Ditata

Rabu, 30 November 2022 | 16:25 WIB

Saatnya Desa Wisata Bangkit Kembali

Senin, 28 November 2022 | 16:19 WIB

Industri Pariwisata Di Manggarai Barat Mulai Bangkit

Minggu, 20 November 2022 | 14:30 WIB

Pelaku Pariwisata Keluhkan PJU di Labuan Bajo

Selasa, 15 November 2022 | 17:55 WIB

Pesona Air Terjun Cunca Wulang Eksotis

Senin, 14 November 2022 | 21:31 WIB

Pesona Pink Beach di Taman Nasional Komodo

Senin, 14 November 2022 | 21:06 WIB

Pembangunan Desa Harus Berdasarkan Budaya

Sabtu, 12 November 2022 | 06:38 WIB

ASITA Garap Potensi Desa Wisata Manggarai Barat

Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:58 WIB

Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Mulai Bangkit

Senin, 24 Oktober 2022 | 18:24 WIB
X