Labuan Bajo Mulai Ditata

- Selasa, 12 Juli 2022 | 08:47 WIB
Waterfront City Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
Waterfront City Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat mulai menata kota Labuan Bajo. Hal itu bertujuan agar Labuan Bajo yang telah ditetapka sebagai daerah destinasi wisata super premium bebas dari masalah sampah, kemacetan dan kecelakaan di dalam kawasan perairan Labuan Bajo.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Selasa (12/7/2022) mengatakan, saat ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka Kecamatan Komodo telah dibangun. TPA Warloka itu dibangun di atas lahan seluas lima hektar dengan menggunakan dana APBN Rp 15 miliar.

TPA Warloka juga dilengkapi oleh sistem tekhnologi pengelolahan sampah.

Sedangkan untuk menyelesaikan masalah kemacetan di sepanjang jalan Soekarno Hatta Labuan Bajo, pihaknya akan menjadikan lapangan sepak bola Kampung Ujung untuk area parkir kendaraan pribadi yang hendak menuju restoran dan hotel di sepajang jalan tersebut.

Wisatawan atau masyarakat yang ingin menikmati makana dan minuman di sepanjang jalan Soekarno Hatta harus memarkir kendaraan di Lapangan Kampung Ujung. Wisatawan atau masyarakat bisa mengunakan angkutan umum atau jalan kaki dari lapngan sepak bola Kampung ujung menuju restoran dan hotel.

Baca Juga: Pelaku Pariwisata Siapkan Kapal Pengangkut Sampah

"Jalan Soekarno Hatta dari arah Pelabuhan hingga kantor BNI setiap hari sangat macet hal itu disebabkan kendaraan pribadi parkir pada sepanjang jalan Soekarno Hatta. Selain itu, jalan yang sempit serta tidak ada area parkir bagi kendaraan disetiap restauran atau kantor biro perjalanan wisata yang ada di sepanjang jalan Soekarno Hatta tidak ada. Sehingga kendaraan parkir pada bahu jalan,'' tutur Edi Endi.

Edi Endi mengaku, selama ini Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Perhubungan belum mampu mengatur lalu lintas yang ada disepanjang jalan Soekarno Hatta. Sehingga untuk menyelesaikan kemacetan pihaknya menjadikan Lapangan Sepak Bola Kampung Ujung untuk dijadikan area parkir bagi kendaraan yang hendak menuju restoran dan hotel disepanjang jalan Soekarno Hatta.

Saat ini pemerintah pusat telah mengelontorkan dana APBN untuk membangun trotoar pada sepanjang jalan Soekarno Hatta. Trotoar tersebut sebagai tempat untuk jalan kaki bagi wisatawan atau masyarakat yang hendak ke restauran atau cafe.

Sementara, untuk menyelesaikan sering terjadinya kecelakaan kapal seperti kapal wisata tenggelam dan terbakar saat melakukan perjalanan wisata ke obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) Pemkab Manggarai Barat bersama lembaga lain seperti Kepolisian, TNI dan Syabandar Labuan Bajo sepakat membentuk tim terpadu.

Tim terpadu tersebut bekerja mengecek kapal wisata yang tidak memiliki dokumen pelayaran dan kapal wisata yang melanggar aturan dalam melaksanakan perjalanan wisata di Labuan Bajo.

Ia menambahkan, Labuan Bajo saat ini mendapat perhatian serius oleh pemerintah pusat. Baik pembangunan infrastruktur maupun penguatan SDM masyarakat yang bergerak dibisnis pariwisata.

Meski Labuan Bajo ramai dikunjungi oleh wisatawan setiap harinya,Namun sayangnya masyarakat lokal belum mampu menangkap peluang untuk membuka usaha sektor pariwisata.

Ia mengajak, masyarakat lokal di Kabupaten Manggarai Barat tidak menjadi penonton dan harus aktif menangkap peluang untuk membuka usaha sektor pariwisata.

Baca Juga: Kebutuhan Air Bersih untuk Tamu G20 Aman

"Kita juga akan membuka pusat kuliner di Labuan Bajo dan pusat penjualan kain dan topi tradisional  hasil karya masyarakat lokal di Manggarai Barat'' ujar Edi Endi.

Pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Mateus Siagian menyambut baik rencana penataan Labuan Bajo. Menurutnya Labuan Bajo saat ini semakain ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan nusantara.

Dirinya menyarankan agar Pemerintah memperhatikan seluruh obyek wisata yang ada di Labuan Bajo. Pasalnya sangat banyak obyek wisata yang belum diperhatikan oleh pemerintah. itu soal infrastruktur menuju obyek wisata masih sangat buruk.

Ia juga menyarankan, agar obyek wisata yang ada di Labuan Bajo tetap mempertahankan keasliannya tanpa adanya bangunan lain lagi di obyek wisata.

Wisatawan sangat senang ke Labuan Bajo karena keindahan panorama alamnya. Sangat disayangkan jika didalam area obyek wisata terhadap bangunan besar. Sehingga keaslian alamnya yang indah dan pesona akan menghilang dengan sendirinya nanti.

Baca Juga: Nelayan Pasir Panjang Minta alat tangkap

"Pelabuhan juga harus ditata,kita minta agar pelabuhan penumpang dan barang jangan digabungkan dengan pelabuhan kapal wisata,'' kata Mateus Siagian.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Wisata Alam Di Wae Lolos Mulai Ditata

Rabu, 30 November 2022 | 16:25 WIB

Saatnya Desa Wisata Bangkit Kembali

Senin, 28 November 2022 | 16:19 WIB

Industri Pariwisata Di Manggarai Barat Mulai Bangkit

Minggu, 20 November 2022 | 14:30 WIB

Pelaku Pariwisata Keluhkan PJU di Labuan Bajo

Selasa, 15 November 2022 | 17:55 WIB

Pesona Air Terjun Cunca Wulang Eksotis

Senin, 14 November 2022 | 21:31 WIB

Pesona Pink Beach di Taman Nasional Komodo

Senin, 14 November 2022 | 21:06 WIB

Pembangunan Desa Harus Berdasarkan Budaya

Sabtu, 12 November 2022 | 06:38 WIB

ASITA Garap Potensi Desa Wisata Manggarai Barat

Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:58 WIB

Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Mulai Bangkit

Senin, 24 Oktober 2022 | 18:24 WIB
X