Astindo Manggarai Barat Tolak Kenaikan Harga Tiket Masuk TNK

- Kamis, 30 Juni 2022 | 16:18 WIB
Wisatawan nusantara saat mengunjungi destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Komodo (victorynews.id/SATRIA)
Wisatawan nusantara saat mengunjungi destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Komodo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Asosiasi Tour Travel Indonesia (Astindo) Kabupaten Manggarai Barat menolak keras kebijakan menaikan harga tiket masuk destinasi wisata dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) sebesar Rp 3,75 Juta per orang.

"Terkait dengan kebijalan kenaikan harga tiket masuk TNK, Astindo Kabupaten Manggarai Barat menolak keras. Masih banyak opsi lain yang bisa dijadikan sebagai ruang kompromi terkait dengan upaya proteksi penyelamatan kawasan TNK," tegas Ignasius Suradin, Ketua DPC Astindo Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (30/6/2022).

Ia mengatakan, wacana kenaikan tiket masuk TNK sangat bertentangan dengan kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) yang sedang berupaya memulihkan ekonomi nasional, meningkatkan jumlah kunjungan wisata dan berwisata dalam negeri.

Kenaikan harga tiket juga kontraproduktif dengan semangat pemulihan destinasi wisata pasca pandemi Covid-19.

Baca Juga: Desa dengan Potensi Wisata Harus Dikembangkan Optimal

Ignasius menegaskan, Pemerintah bisa melalukan pembatasan jumlah dan akses wisatawan masuk ke kawasan TNK tanpa harus menaikan harga tiket.

Upaya pemulihan ekonomi harusnya didorong dengan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk dapat mengunjungi destinasi wisata.

Menurut Ignasius, kenaikan harga tiket masuk TNK akan berdampak pada menurunya jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi pariwisata impian dalam negeri.

"Dengan menurunya kunjungan wisatawan tentu berdampak pula penyerapan tenaga kerja dan distribusi ekonomi yang makin membaik 6 bulan terakhir,"tegasnya.

Ignasius mengaku, sektor pariwisata Labuan Bajo belum pulih karena Pandemi Covid-19 sejak tahun 2020, sehingga membutuhkan waktu untuk pemulihan ekonomi masyarakat, terutama industri pariwisata yang sangat terdampak Covid-19, baik langsung maupun tidak langsung.

Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo rata-rata melakukan short treking dengan jangakauan paling tinggi 2 Kilometer atau round trip di jalur trekking yang sudah dibuat oleh otoritas BalaiTNK, di zona pemanfaatan pariwisata bukan zona inti, sehingga tidak merusak ekosistem di dalam kawasan TNK.

Baca Juga: Kapal Wisata Tenggelam di Kawasan TNK,Dua Wisatawan Meninggal Dunia

Ia mendorong, penetapan tarif masuk kawasan TNK harus sesuai Undang-Undang yang berlaku sebagaimana Taman nasional lain yang ada di seluruh Indonesia.

Astindo juga mendorong, agar pengelolaan TNK tidak diserahkan kepada pihak ketiga atau kelompok maupun badan usaha tertentu karena berpotensi menciptakan monopoli bisnis.

"TNK adalah asset masyarakat, bangsa dan negara yang harus dijaga dan diatur sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku," kata Ignasius.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Persiapan KTT ASEAN Summit Capai 90 Persen

Jumat, 10 Februari 2023 | 17:43 WIB

Kawasan Wisata Liang Ndara Harus Harus Bebas Sampah

Senin, 30 Januari 2023 | 13:45 WIB

Kemenparekraf Bangun Homepod di Desa Liang Ndara

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:07 WIB

Akses Jalan Menuju Desa Wisata Harus Dibenahi

Minggu, 29 Januari 2023 | 14:47 WIB

Obyek Wisata Istana Ular Masih Sepi Pengunjung

Minggu, 22 Januari 2023 | 18:24 WIB

Desa Wisata Harus Bangkit

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:14 WIB

Terpopuler

X