Investor Diingatkan Jangan Tutup Akes Publik

- Senin, 2 Mei 2022 | 00:46 WIB
Ketua DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar (victorynews.id/SATRIA)
Ketua DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Akses publik ke seluruh pantai di Labuan Bajo,Kabupaten Manggarai, NTT hingga saat ini sangat tertutup. Sejumlah investor membangun hotel dengan tidak menyiapkan jalan masuk menuju pantai.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar, Minggu (1/5/2022) mengingatkan para investor yang berinvestasi di wilayah Manggarai Barat memperhatikan hak publik, misalnya, akses ke pantai-pantai tidak boleh ditutup.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat segera menetapkan batas sempadan pantai dan tidak melakukan pembangunan di kawasan tersebut.

Ia mengatakan, akses masyarakat menuju pantai sangat sulit. Investor memagari area hingga ke pantai,sehingga masyarakat tidak dapat berekreasi di pantai.Masyarakat  terpaksa memanjat pagar untuk melihat keindahan pantai. Pasalnya, akses menuju pantai setempat sudah ditutup pemodal.

"Masyarakat sekarang sulit melihat keindahan pantai karena sudah dikapling pemodal. Padahal itu hak publik,bukan hak pihak investor" kata Marten Mitar.

Baca Juga: Warga Diminta Lapor Bencana

Marthen Mitar, menjelaskan terkait pantai menjadi ruang publik diatur dalam Perpres nomor 51 tahun 2016 tentang batas sempadan pantai. Hendaknya  menjadi perhatian semua bahwa kawasan pantai harus bersih dari pembangunan.Dalam Perpres itu disebutkan bahwa sempadan pantai adalah daratan sepanjang tepian pantai yang lebarnya proposional dengan bentuk dan kondisi fisik minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

“Pembangunan hotel di Labuan Bajo selama ini masih dalam kawasan 100 meter dari titik pasang tertinggi. Ini harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam aturan Perpres Nomor 51 tahun 2016 pengaturan batas sempadan pantai bertujuan menjaga kelestarian fungsi ekositem di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, menjaga kehidupan masyarakat pesisir, sebagai ruang akses publik melewati pantai dan ruang saluran air dan limbah

“Perpres juga mengamanatkan pembuatan batas sempadan pantai dilakukan minimal setelah aturan itu dikeluarkan. Apa ini sudah ditetapkan, kami berharap aturan ini segera ditindaklanjuti,” katanya.

Marthen Mitar menambahkan, ruang publik di Labuan Bajo saat ini sangat terbatas.Rata-rata kawasan pantai sudah dibeli investor.Hendaknya aturan untuk tidak menutup akses masyarakat menuju pantai benar-benar ditindaklanjuti untuk meminimalkan konflik antara masyarakat dan pihak hotel itu sendiri.

Baca Juga: Kades Golo Bilas Minta Cari Solusi Masalah Banjir

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi meminta Dinas Perizinan untuk hati-hati memberikan izin kepada investor yang membangun hotel pada sepadan pantai di Labuan Bajo. Jika diterbitkan izin,maka dirinya tidak segan-segan memecat kepala dinas perizinan Mangarai Barat.

Ia mengaku, area pantai sejatinya tidak dapat didirikan bangunan hotel yang permanen, karena kawasan pantai berada dalam area sempadan pantai. Kawasan pantai hanya boleh dibangun hotel jika berjarak di atas 100 meter dari pasang tertinggi. 

Akses publik seperti adalah jalan masuk yang berupa kemudahan.Serta akses masyarakat memanfaatkan sempadan pantai. Akses masyarakat menuju pantai dalam menikmati keindahan alam dan akses masyarakat untuk kegiatan keagamaan dan adat di pantai tidak boleh ditutup,"jelasnya.

Baca Juga: Spot Wisata Cunca Wulang Tanpa Tempat Sampah

"Izin hotel harus memenuhi persyaratan,seperti menjamin akses publik, belum ada pemanfaatan oleh masyarakat lokal.Serta memperhatikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi pada luasan lahan”kata Edi Endi.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Dermaga di Kawasan TNK Perlu Diperhatikan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:19 WIB

Wisatawan Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:58 WIB

10 Destinasi Wisata Yang Menarik di Labuan Bajo

Kamis, 2 Juni 2022 | 08:08 WIB

Obyek Wisata Cunca Rami Masih Sepi

Jumat, 20 Mei 2022 | 14:40 WIB

Investor Diingatkan Jangan Tutup Akes Publik

Senin, 2 Mei 2022 | 00:46 WIB

Sektor Pariwisata Manggarai Barat Perlu Ditata

Sabtu, 23 April 2022 | 12:37 WIB

Manggarai Barat Jadi Wisata Bahari Internasional

Jumat, 22 April 2022 | 13:36 WIB
X