BPOLBF Dorong Pengembangan Pariwisata Ecotourism di Hutan Bowosie

- Selasa, 8 Maret 2022 | 16:09 WIB
Kawasan Hutan Bowosie  (victorynews.id/SATRIA)
Kawasan Hutan Bowosie (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Kawasan Hutan Bowosie di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT menjadi salah satu destinasi wisata yang dikembangkan tahun 2022. Ada banyak potensi pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat yang bisa dieksplorasi.

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) saat ini sedang mengembangkan kawasan pariwisata berkelanjutan dan terintegrasi di Hutan Bowosie Labuan Bajo.

Dengan tujuan untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga: Kasus Korupsi Jual Beli Aset Negara, Mantan Bupati Mabar Divonis 9 Tahun Penjara

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina, Selasa (8/3/2022) mengatakan, konsep pengembangan pada ecotourism atau wisata alam berupa hutan alami di Bowosie diharapkan membuat wisatawan betah berlama-lama berkunjung.

Saat ini tim BPOLBF melakukan survei kedalam hutan, kondisi hutan Bowosie sangat memprihatikan. Sebagian besar telah dirusak oknum tidak bertanggung jawab.

"Banyak titik lokasi yang ditebang, bahkan sebagian besar dibakar oleh pihak tidak bertanggung jawab. Kami harus lakukan peremajaan agar hutan terlihat asri kembali. Karena wisata hutan daya tariknya tentunya pepohonan. Bagaimana bisa menarik wisatawan jika pohonnya ditebang dan dibakar,” ujar Shana.

Selain tebang dan dibakar, sebagian lokasi Hutan Bowosie sudah berubah menjadi lahan pertanian dengan jenis tanaman semusim yang rendah mengikat tanah dan air.

Baca Juga: Julie Laiskodat Minta Petani Tingkatkan Produksi Kopi Manggarai

Shana mengaku, demi mengembalikan kondisi hutan Bowosie, pihaknya akan lebih banyak menanam daripada menebang, agar hutan kembali terlihat seperti semula, mempunyai daya tarik.

Ia engatakan, saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri perusakan yang terjadi di hutan Bowosie yang akan dikelola BPOLBF.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan(KPH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Manggarai Barat, Stefanus Nali, membenarkan terjadi perambahan liar tersebut dan areanya cukup luas.

"Lokasi perambahan liar hutan Bowosie ini mencakup kurang lebih 135 ha atau 34% dari lahan Badan Otorita, dan sebagian besar berada di kawasan hutan bagian dalam, jadi tidak terlihat dari pinggir hutan," kata Stefanus.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Manfaatkan Lahan Tidur

Ia mericikan, penebangan liar dan pembakaran ini sudah terjadi sejak 2015, namun pihaknya bukan berarti berdiam diri. KPH dan pihak terkait melakukan operasi beberapa kali untuk menangkap pelaku perambahan hutan.

"Pada tahun 2015, kami sudah lakukan operasi dan tertangkap tiga orang. Tahun 2018 terjadi perusakan lagi namun tidak ada yang tertangkap. Pada 2019 terjadi lagi dan kami berhasil menangkap tiga orang," ujar Stefanus.

Stefanus menjelaskan merusak hutan tentunya akan berhadapan dengan hukum. Merusak hutan masuk dalam UU Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999 pasal 50.

"Melanggar pasal tersebut tentu ada konsekuensinya, dengan tuntutan penjara 5 tahun dan denda Rp 5 miliar," jelasnya.

Baca Juga: Anak Muda di Manggarai Timur Bawa Kopi Colol Rambah Pasar China dan USA

Ia mengatakan, ada sejumlah oknum masyarakat yang menempati kawasan hutan Nggorang Bowosie yang dikelola oleh BPOPLBF.

“Kami memastikan bahwa kelompok oknum yang menempati lahan di hutan tersebut statusnya ilegal. Membangun bangunan pribadi diatas hutan milik negara jelas tidak diperbolehkan dan melanggar hukum," tegas Stefanus.

Stefanus menjelaskan, pihaknya selalu mengedepankan penanganan berdasarkan pada aturan hukum yang berlaku dimana pada pada awal perambahan hutan tahun 2015, pihaknya segera melaporkan kasus tersebut kepada Kapolsek Komodo agar segera ditangani, pihak kepolisian pun telah menangkap pelaku dan diproses sesuai hukum.

Baca Juga: Puluhan Hektar Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

KPH sebagai pengelolaan hutan di tingkat tapak, sangat berharap keterlibatan penuh dari semua kalangan baik di Manggarai Barat maupun wilayah lainnya untuk bersama-sama membantu melestarikan hutan di kawasan tersebut.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama melestarikan hutan di kawasan Manggarai Barat dan turut serta menjaga sekaligus membantu memberantas upaya perusakan hutan di wilayah tersebut," harapnya.***



Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Dermaga di Kawasan TNK Perlu Diperhatikan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:19 WIB

Wisatawan Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:58 WIB

10 Destinasi Wisata Yang Menarik di Labuan Bajo

Kamis, 2 Juni 2022 | 08:08 WIB

Obyek Wisata Cunca Rami Masih Sepi

Jumat, 20 Mei 2022 | 14:40 WIB

Investor Diingatkan Jangan Tutup Akes Publik

Senin, 2 Mei 2022 | 00:46 WIB

Sektor Pariwisata Manggarai Barat Perlu Ditata

Sabtu, 23 April 2022 | 12:37 WIB

Manggarai Barat Jadi Wisata Bahari Internasional

Jumat, 22 April 2022 | 13:36 WIB
X