Pemkab Diajak Cegah Bahaya Penyakit Rabies

- Kamis, 9 Juni 2022 | 17:26 WIB
Staf Ahli Bupati Manggarai Barat, Mateus Ngabut saat memberikan vaksinasi  (victorynews.id/SATRIA)
Staf Ahli Bupati Manggarai Barat, Mateus Ngabut saat memberikan vaksinasi (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pemerintah Kabupeten (Pemkab) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diajak melakukan langkah pencegahan bahaya penyakit rabies yang ditularkan melalui anjing.

Pemerintah daerah diminta harus mengambil langkah cepat dan berkelanjutan agar kasus rabies tidak terjadi pada warga dan penyebaran hingga keluar daerah.

"Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat adalah daerah tujuan wisata internasional dan juga tuan rumah side event G20, kita semua memiliki tanggungjawab untuk memberi rasa nyaman kepada tamu G20 dan wisatawan agar bebas dari gigitan anjing rabies," ujar Melky Angsar, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT dalam sambutanya pada acara Kick off Vaksinasi Massal Rabies Pulau Flores dan Lembata Tahun 2022, Kamis (9/6/2022) di Hotel Sylvia Labuan Bajo.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Ajak Warga Beli Produk UMKM Lokal

Ia meminta, Pemkab di wilayah NTT dapat meningkatkan program penanganan rabies. Program penanganan tersebut dapat berupa pencegahan seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pemilik hewan peliharaan dan dengan pemberian vaksin anti rabies.

Melky Angsar mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mendukung penuh Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai daerah destinasi super premium bebas dari masalah penyakit rabies. Saat ini, seluruh kabupaten hampir 70 persen telah melakukan vaksinasi rabies.

Dinas Peternakan Provinsi NTT kata dia, telah mengalokasi 78 Ribu dosis vaksin untuk wilayah Flores dan Lembata. Untuk Kabupaten Manggarai Barat dialokasikan 18 Ribu dosis vaksin.

"Menjadikan pariwisata sebagai prime mover tentu tugas kami, menyuplai pangan asal hewan,seperti daging, susu dan telur. Kita harus menyediakan daging untuk hotel-hotel," kata Melky Angsar.

Ia menjelaskan, Kick off Vaksinasi Massal Rabies Pulau Flores dan Lembata Tahun 2022 yang diselenggarakan di Labuan Bajo merupakan kegiatan Seri Ketiga. Kegiatan lokakarya ini bertujuan membangkitkan kembali sektor peternakan di NTT.

Penyakit rabies harus ditangani secara lebih massif dan sistematis, melalui kegiatan kick off vaksinasi massal pengendalian rabies, upaya-upaya penanggulangan rabies yang bersifat massif semakin gencar dilakukan.

"Untuk menyambut tamu-tamu G20 di Labuan Bajo nanti, kami memastikan mereka (tamu) merasa aman di Labuan Bajo. Tidak ada resiko penyakit rabies, karena kami sudah vaksin semua anjing,"tegas Melky Angsar.

Baca Juga: Pelaku UMKM Diminta Terus Produktif

Staf Ahli Bupati Manggarai Barat,Mateus Ngabut mengatakan, Pemkab Manggarai Barat berkomitmen untuk bebas dari rabies. Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Barat telah memberikan pelayanan vaksinasi rabies.

Ia mengaku, Pemkab Manggarai Barat juga memaksimalkan penyuluhan dan sosialisasi untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat guna mencegah penyebaran rabies.Pemkab telah melakukan langkah-langkah pro aktif, berjaga-jaga untuk mencegah rabies masuk ke daerah Manggarai Barat.

"Pemkab Manggarai Barat berkomitmen bebas rabies dengan mengoptimalkan pelayanan vaksinasi dan pemusnahan binatang anjing yang menularkan penyakit," kata Mateus.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Menteri Nadiem Makarim Beri Beasiswa untuk Nono

Sabtu, 28 Januari 2023 | 14:14 WIB

Pemkab Diajak Cegah Bahaya Penyakit Rabies

Kamis, 9 Juni 2022 | 17:26 WIB

Potensi Perikanan NTT Capai 491.000 Ton Pertahun

Senin, 25 April 2022 | 19:25 WIB

DPD Demokrat NTT Minta Masukan dan Doa Dari Ulama

Kamis, 17 Februari 2022 | 22:29 WIB

Hironimus Taolin Tiga Kali Mangkir Dipanggil Jaksa

Selasa, 8 Februari 2022 | 19:25 WIB

Jelang Pemilu 2024, KPU NTT Siap Verifikasi Parpol

Minggu, 30 Januari 2022 | 20:23 WIB
X