Potensi Perikanan NTT Capai 491.000 Ton Pertahun

- Senin, 25 April 2022 | 19:25 WIB
Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Budidaya Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Deselina Kaleka didampingi Direktur BPO-LBF,Shana Fatina dan Kepala BTNK,Lukita Awang dalam materinya pada acara Sosialisasi Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) (victorynews.id/SATRIA)
Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Budidaya Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Deselina Kaleka didampingi Direktur BPO-LBF,Shana Fatina dan Kepala BTNK,Lukita Awang dalam materinya pada acara Sosialisasi Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar di bidang perikanan. Bahkan, daerah ini sejak lama telah menjadi sentra sekaligus lumbung perikanan laut di wilayah Indonesia bagian timur.

"Potensi perikanan tangkap sebesar 491.000 ton/ tahun dengan luas lahan budidaya laut di Provinsi NTT mencapai 57.412 hekta," ujar, Deselina Kaleka, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Budidaya Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT dalam materinya pada acara Sosialisasi Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL),Senin (25/4/2022) di Hotel La Prima Labuan Bajo.

Ia menjelaskan, Provinsi NTT mempunyai potensi budidaya perikanan laut yang sangat besar dengan luas lahan mencapai lebih dari 57.412 hektar.
NTT juga mempunyai lahan potensial untuk budidaya air payau 35.455 hektar.

Baca Juga: KMRB Sebut BOP-LBF Rampas Lahan Pertanian Warga

Deselina mengatakan,mengatakan bahwa sektor perikanan memang sangat bisa diandalkan di NTT, terutama di beberapa wilayah pesisir. Selain itu juga bisa dikembangkan di wilayah darat dengan potensi perikanan budidayanya karena potensi lahannya yang masih sangat luas. 

Tercatat, lahan air tawar yang ada di Provinsi NTT saat ini mencapai 51.870 hektar yang tersebar di 22 kabupeten/kota.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT akan meningkatkan ketersedian, aksesibilitas dan kualitas produk perikanan. Serta mengembangkan industri dan perdagangan sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga: Kopi Golomory Makin Diminati Pecinta Kopi

Warga Pulau Mesah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Abdul Rasyd menyoroti pembangunan resort di sejumlah pulau di wilayah perairan Labuan Bajo. Dimana keberadaan resort tersebut mempengaruhi zona penangkapan ikan.

"Kami bingung dengan batasan lahan yang dikuasi oleh resort dan area tangkapan ikan nelayan,"tutur Rasyd.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Pemkab Diajak Cegah Bahaya Penyakit Rabies

Kamis, 9 Juni 2022 | 17:26 WIB

Potensi Perikanan NTT Capai 491.000 Ton Pertahun

Senin, 25 April 2022 | 19:25 WIB

DPD Demokrat NTT Minta Masukan dan Doa Dari Ulama

Kamis, 17 Februari 2022 | 22:29 WIB

Hironimus Taolin Tiga Kali Mangkir Dipanggil Jaksa

Selasa, 8 Februari 2022 | 19:25 WIB

Jelang Pemilu 2024, KPU NTT Siap Verifikasi Parpol

Minggu, 30 Januari 2022 | 20:23 WIB
X