Johny Plate : Delegasi G20 Perketat Prokes Covid-19 di Pertemuan DEWG

- Rabu, 20 Juli 2022 | 15:39 WIB
Menteri Komunikasi daj Informatika Johny G Plate saat memberikan keterangan kepada media di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (victortnews.id/SATRIA)
Menteri Komunikasi daj Informatika Johny G Plate saat memberikan keterangan kepada media di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (victortnews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Hampir semua peserta delegasi, Digital Group of Twenty atau Digital Economy Working Group (3nd DEWG) G20 pada 20-23 Juli 2022 di Hotel Meruorah Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat , Nusa Tenggara Timur (NTT), diwajibkan mengikuti aturan ketat protokol kesehatan.

Pemberlakuan itu, mewajibkan peserta meriksa swab antigen sebelum menunju ruangan utama.Penerapan itu di lakukan oleh pihak kementrian Komunikasi dan Informasi selaku tuan rumah kegiatan 3nd DEWG G20.

Pada pertemuan DEWG yang dipimpin Menteri Komonunikasi dan Informatika, Johny G.Plate mengatakan, delegasi yang hadir harus mengikuti mekanisme sistem bubble dalam pertemuan G20 Indonesia. Protokol kesehatan ketat diterapkan dengan memperhatikan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Mekanisme sistem bubble dalam pertemuan G20 Indonesia di Labuan Bajo di berlakukan. Protokol kesehatan ketat diterapkan dengan memperhatikan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," ujarnya.

Baca Juga: 18 Siswa Seminari di Flores Jadi LO DEWG G20 Labuan Bajo

Ia mengatakan, mekanisme sistem bubble diberlakukan guna membatasi kontak antarorang yang beraktivitas pada kegiatan G20 dengan orang di luar atau dengan kelompok lain.

"Kasus covid-19 di tanah air masih ada guna menghindari penularan aturan Prokes di Perketat, "tegas Johny Plate.

Pantauan Media Ini Rabu, (20/7/2022) dari data DEWG G20 beberapa ketentuan yang berlaku pada pertemuan itu di antaranya, para tamu undangan harus menunjukan sertifikat vaksin COVID-19 dan hanya berinteraksi dengan orang dalam satu kelompok bubble.

Kemudian, para delegasi dan tamu undangan pun hanya berkegiatan di zona yang ditentukan oleh panitia penyelenggara.

Tes cepat antigen juga diberlakukan sebelum masuk ke tempat pertemuan. Tes COVID-19 dan pemeriksaan kesehatan pun dilakukan secara rutin.

Mereka yang mengalami gejala harus melapor pada tim medis, dan mematuhi mekanisme pelacakan kontak erat, isolasi dan karantina yang berlaku.

Baca Juga: Kota Tujuan Wisata Harus Bebas dari Sampah

Seluruh tamu undangan wajib menerapkan prokol kesehatan yang ketat dan gunakan aplikasi pedulilindungi.


Tiga Isu Penting delegasi DEWG G20

Menteri Komunikasi dan informasi, Johny G. Plate kepada awak media di ruang lobi Hotel Meruorah Labuan Bajo usia breack event point,sambil meninjau hasil produksi aneka kerajinan lokal mengatakan, sebagai tuan rumah pertemuan ini kita mengangakat tema besar dalam DEWG Presidensi G20 Indonesia adalah seputar transformasi digital yang diwujudkan dalam tiga isu prioritas yaitu konektivitas digital dan pemulihan pasca COVID-19, kecakapan dan literasi digital, dan arus data lintas negara.

"Konektivitas digital dan pemulihan pasca COVID-19, kecakapan dan literasi digital, dan arus data lintas negara," ujarnya.

Johny G. Plate menjelaskan, yang dibahas dalam DEWG adalah data resiko berita dan dampak kemajuan digital ekonomi industri dibicarakan bersama sama, terkait data penting menurut kebijakan ekonomi serta perlindungan data masing masing negara.

Baca Juga: Masyarakat Didorong Jadi Peternak Ayam Kampung

"Konektivitas digital dan pemulihan pasca COVID-19, kecakapan dan literasi digital, dan arus data lintas negara,"tambah Sekjen Partai NasDem ini.

Ia mengaku, industri data sangat penting untuk politik ekonomi dan kedaulatan suatu negara, sehinga perlu dibahas bersama negara negara perserta G20.

"Kami.membicarakan hal itu sebagai agenda kegiatan hari ini,"tutur Johny Plate.

Tiga agenda penting itu kata menteri Johny Plate, pemerintah tidak saja memperhatikan insfrastruktur hilir tetapi hulu juga sangat penting dilakukan. Pemerintah saat ini, tengah menyiapkan pusat data.

Selain data penting negara, pemerintah juga memperhatikan sektor private dan sedang mengembangkan data private atau digital down private.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

X