Kolo Ted'du  Alat Masak Tradisional Dari Bambu

- Selasa, 6 Desember 2022 | 19:52 WIB
Makanan lokal manggarai, Kolo Tedu (victorynews.id/SATRIA)
Makanan lokal manggarai, Kolo Tedu (victorynews.id/SATRIA)
VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Meski peradaban telah berubah,masak menggunakan batangan Bambu merupakan cara tradisional orang Flores memilik kekhasan dalam menemukan cita rasa meracik makanan menjadi sebuah masakan lezat bernilai higienis.

Tradisi ini di wariskan para leluhur dari turun temurun.Masak dengan alat bantu batangan bambu yang di isi makanan lalu di panggang di dekat api masih terpelihara hingga saat ini.Pendirian rumah adat masih disertakan masakan tradisional.

Orang Flores umumnya memasak menggunakan batang bambu berusia setengah tua,biasa di lakukan dalam ritual adat tertentu.Seperti para petani memulai masa tanam,hajatan syukuran hasil panen atau perisitiwa penting membangun rumah adat dan melangsungkan pertunangan secarah adat.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Barat Diminta Perbaik Jalan Menuju Obyek Wisata

Di Kabupaten Manggarai Barat, masakan untuk nasi yang di isi dalam  bambu disebut "Kolo". Kolo biasanya dilakukan saat  ritual syukuran adat  orang Manggarai memasuki masa tanam bagi petani ladang.Sedangkan untuk daging di masukan dalam batangan bambu lalu di panggang di sebut Ted"du.

Tokoh masayarak Desa Mburak, kecamatan Komodo,Donatus Dosi, Selasa (6/12/2022) menuturkan, memasak dengan alat bantu batangan bambu adalah sebuah tradisi sejak dahulu kala sebelum orang orang di zaman itu menemukan alat masak berupa periuk tanah atau panci yang terbuat dari aluminum.

"Bayangkan betapa cerdasnya nenek moyang kita di ratusan tahun lalu.Merekalah menemukan cara masak higienis sehingga makanan yang di makan terbebas dari debu maupun kotoran lain,"terang Donatus.

Ia menceritakan, proses masak mengunakan ruas bambu.Bambu di potong berumur setengah tua,di potong ruas bambunya sesuai ukuran.Rongga dalam ruas bambu di bersihkan.Untuk memasukan makanan baik itu beras maupun daging,terlebih dahulu daun pisang dijadikan pelapis utama di bungkus nasi atau daging.

Baca Juga: Delapan Prioritas Pembangunan Manggarai Barat 2023

"Jika nasi di masukan dalam bambu biasanya orang kampung mencampurnya dengan santan kepala lalu di masukan dengan daun pewangi(pandan).Bambu berisi beras itu di letakan dekat bara api sehingga menunggu matang.Saat matang ketika di buka nasi tersebut cukup harum aromanya,"tuturnya

Lanjut Donatus,jika acara adat penti atau syukuran, daging dicuci kemudian di racik berbagai aneka bumbu,baik itu bawang merah putih, kunyit, bombay, marica, cabai, jeruk nipis garam diaduk rata dengan daging lalu di masukan dalam bambu yang siap di panggang. Jangan lupa tutup di bagian mulut bambu.

Halaman:

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kapolres Manggarai Barat dan Anak Buahnya Berdamai

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:32 WIB

Anggota PPS Harus Netral dan Objektif

Rabu, 25 Januari 2023 | 14:03 WIB

507 PPS Dilantik, Diminta Langsung Tancap Gas

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo

Sabtu, 21 Januari 2023 | 18:46 WIB

Masyarakat Diminta Siaga Potensi Bencana

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:18 WIB
X