Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB
Petugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo saat membersihkan sampah di Kampung Ujung Labuan Bajo (vicrorynews.id/SATRIA)
Petugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo saat membersihkan sampah di Kampung Ujung Labuan Bajo (vicrorynews.id/SATRIA)
VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Masalah Sampah yang ada di Laut dalam Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) akhir-akhir ini menjadi sorotan di Labuan Bajo. Baik wisatawan manca negara dan domestik saat berkunjung di Kota Labuan Bajo merasa prihatin dengan kondisi sampah yang ada di laut Labuan Bajo.

Tidak hanya di laut, di darat juga seperti pada jalan-jalan umum dalam Kota Labuan Bajo juga dipenuhi sampah yang berserakan.

Aktivis peduli lingkungan di Labuan Bajo, Robert Kenedy Diaz,Sabtu (1/10/2022) mengatakan, sejak binatang Komodo menjadi salah satu dari Tujuh keajaiban dunia, kunjungan tamu atau wisatawan di Kawasan TNK untuk melihat Komodo melonjak dratis.
 
 
Tingkat kunjungan wisatawan yang selalu meningkat setiap tahunnya ternyata di susul oleh berbagai masalah dan salah satu yang menonjol adalah masalah kebersihan. Sampah berada di mana-mana di perairan kawasan TNK.

Ia mengatakan, data yang mengejutkan hasil penelitian World Wide Fund for Nature (WWF), sebuah lembaga non pemerintahan yang fokus pada masalah konservasi menyebutkan jumlah sampah dalam kawasan TNK mencapai 328 ton yang menyebar di beberapa pulau dalam kawasan TNK.

"Banyaknya sampah yang ada di laut membuat semua orang harus sama-sama mencari solusi agar sampah tidak ada di laut. Laut harus di selamatkan dengan cara jangan jadikan laut sebagai tempat membuang sampah," kata Rober.
 
Baca Juga: Masyarakat di Desa Wisata Harus Ditata

Rober menambahkan, dirinya bersama kawan lain di Labuan Bajo setiap minggunya melakukan pembersihan sampah yang ada di bibir-bibir pantai. Sampah yang berhasil di kumpulkan mencapai puluhan Ton.

Tempat sampah yang disumbang oleh lembaganya banyak yang sudah dicuri oleh orang yang tidak kenal. Sehingga, dirinya bersama temannya yang peduli dengan kebersihan Kota Labuan Bajo mengunakan alat seadanya untuk memungut sampah di bibir pantai.

"Hari ini, kami pungut sampah, besok paginya sudah menumpuk lagi. Kami kerja sukarela memungut sampah. Kami ingin Labuan Bajo menjadi kota yang bersih tanpa sampah," harapnya.
 
Baca Juga: Pembangunan Desa Wisata Harus Optimal

Perempuan Peduli kebersihan‎, Nur Alwi mengatakan, permasalahan sampah yang ada di laut membutukan ketegasan semua pihak, terlebih Pemkab Manggarai Barat, pihak Pelabuhan Labuan Bajo, travel agent dan seluruh masyarakat Labuan Bajo. Pemkab Manggarai Barat harus memberikan solusi untuk mencari jalan keluar agar ada aturan dan lembaga yang mengatasi persoalan sampah.

"Terkait sampah, ada Instruksi Bupati Manggarai Barat beberapa tahun lalu,namun ‎intruksi tersebut tidak dijalankan. Harus ada ketegasan dari Pemkab Manggarai Barat," katanya.***
 

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Masyarakat Manggarai Barat Diminta Kawal Dana Desa

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:05 WIB

Kolo Ted'du  Alat Masak Tradisional Dari Bambu

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:52 WIB

Delapan Prioritas Pembangunan Manggarai Barat 2023

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:12 WIB

Desa Wisata Butuh Koneksi Internet

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:28 WIB

Pemkab Manggarai Timur Bersih- Bersih THL

Jumat, 2 Desember 2022 | 07:21 WIB

‎Edi Endi: Kepala Desa Baru Jangan Korupsi

Rabu, 30 November 2022 | 18:09 WIB

Ruas Jalan Labuan Bajo-Ruteng Rawan Longsor

Selasa, 29 November 2022 | 17:43 WIB

Warga Desa Nampar Macing Butuh Air Bersih

Selasa, 29 November 2022 | 17:22 WIB

692 Orang Melamar jadi PPK di Kabupaten Manggarai

Selasa, 29 November 2022 | 09:59 WIB
X