Masyarakat Ndoso Keluhkan Masalah Pertanian

- Kamis, 29 September 2022 | 21:28 WIB
Area persawahan di Desa Momol Kecamatan Ndoso Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)
Area persawahan di Desa Momol Kecamatan Ndoso Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Masyarakat Desa Momol,Kecamatan Ndoso ,Kabupaten Manggarai Barat membeberkan sejumlah persoalan disektor pertanian kepada pimpinan DPRD Kabupaten Manggarai Barat. Sektor yang menjadi unggulan wilayah Kecamatan Ndoso tersebut belum mampu menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Momol, Gabriel Nago, Kamis (29/9/2022) menyampaikan, Desa Momol adalah daerah yang memiliki keunggulan sektor pertanian. Dimana masyarakat bergabung dalam berbagai Poktan.Meski banyak Poktan,Namun kendala utama yang dihadapi oleh petani di Desa Momol dan sekitarnya adalah fasilitas pendukung seperti traktor.

Selain itu,Desa Compang Momol sangat cocok untuk ikan air tawar. Hal itu didukung oleh sumber air, tetapi kendala yang dihadapi tidak ada benih ikan air tawar.

Baca Juga: Warga Keluhkan Kondisi Ruas Jalan Tiwu Riwung

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya mendorong masyarakat untuk membentuk kelompok tani. Pemerintah juga diharapkan mampu memenuhi fasilitas yang dibutuhkan kelompok tani seperti pupuk dan traktor serta benih ikan air tawar.

Selain itu, petani di desa harus dilatih secara terus menerus pengelolahan lahan pertanian agar mampu menghasilkan komuditi pertanian yang berkualitas.

Ketua kelompok Tenun, Agnes Jemina menuturkan pihaknya, mulai melakukan tenun sejak tahun 2015 lalu. Aktifitas tenun tidak berjalan normal lantaran tidak anggota kelompok mengalami kendala modal untuk membeli benang. Apalagi biaya pendidikan anak-anak ke perguruan tinggi cukup mahal sehingga anggota kelompok tidak memiliki modal yang cukup untuk melanjutkan aktifitas tenun.

Baca Juga: Iriana Joko Widodo Tanam Pohon Kesambi di Kawasan TNK

"Kami sangat berharap pimpinan DPRD dan anggota DPRD Manggarai Barat yang baru untuk mampu menjawab apa yang menjadi kendala yang dihadapi oleh kelompok tenun dan kelompok anyam," tutur Jemina.

Kepala SDK Momol, Eduardus Noven pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi bangunan SDK Momol sangat memperihatinkan. Dimana siswa-siswi banyak tidak didukung oleh ruangan kelas. Dimana hanya ada 1 unit ruangan kelas yang sangat memadai sedangkan sisanya tidak layak.Namun karena terbatasnya ruangan kelas,terpaksa mengunakan fasilitas yang ada.

Selain itu, tenaga pengajar yang diupah sangat rendah karena terbatas dengan anggaran yang dimiliki oleh sekolah. Sedikitnya SDK Momol memiliki 9 rombongan kelas. Dengan Guru yang PNS berjumlah 4 orang dan Guru yang upah dari Dana Bosda berjumlah 2 orang.

Baca Juga: Pemdes Siru Tertib Ternak Liar

Petugas Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)  Momol, Maria Alfonsia Saria menutukan pihaknya kesulitan memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat Desa Momol lantaran tidak ada bangunan untuk memberikan Posyandu kepada masyarakat pada Tiga Dusun.

Pihaknya terpaksa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menumpang dirumah warga. Padahal seharusnya pelayanan kesehatan harus diberikan dengan fasilitas yang memadai.

Ketua PKK Desa Momol, Bibiana Yudit mengaku, masyarakat di kelompoknya memiliki kelompok tenun dan pengrajin lainnya. Namun terkendala fasilitas yang dimiliki oleh kelompok sangat berkurang sehingga kelompok pengrajin tidak berjalan normal.

Baca Juga: Penenun Diminta Serius Jalani Usaha

"Bahkan aktifitas tenun menjadi usaha sampingan dan masyarakat lebih memprioritaskan usaha sektor pertanian,"tuturnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Masyarakat Manggarai Barat Diminta Kawal Dana Desa

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:05 WIB

Kolo Ted'du  Alat Masak Tradisional Dari Bambu

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:52 WIB

Delapan Prioritas Pembangunan Manggarai Barat 2023

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:12 WIB

Desa Wisata Butuh Koneksi Internet

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:28 WIB

Pemkab Manggarai Timur Bersih- Bersih THL

Jumat, 2 Desember 2022 | 07:21 WIB

‎Edi Endi: Kepala Desa Baru Jangan Korupsi

Rabu, 30 November 2022 | 18:09 WIB

Ruas Jalan Labuan Bajo-Ruteng Rawan Longsor

Selasa, 29 November 2022 | 17:43 WIB

Warga Desa Nampar Macing Butuh Air Bersih

Selasa, 29 November 2022 | 17:22 WIB

692 Orang Melamar jadi PPK di Kabupaten Manggarai

Selasa, 29 November 2022 | 09:59 WIB
X