Terminal Angkutan Ngorang Komodo Terlantar

- Kamis, 22 September 2022 | 16:51 WIB
Terminal Nggorang- Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)
Terminal Nggorang- Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Lebih kurang delapan belas tahun sudah sejak di bangun pada 2006 silam,  terminal angkutan darat antar kabupaten di kabupaten Manggarai Barat yang di bangun mengunakan dana negara ini menghabiskan dana sedikitnya Rp.9 Miliar lebih itu, terlantar hingga tahun 2022 belum digunakan sama sekali oleh masyarakat umum.

Bahkan areal terminal seluas satu hektar lebih itu di tumbuhi berbagai jenis pohon dan semak terlihat seperti hutan.Sebagian bangunan tempat jualan sudah lapuk dan nyaris roboh.

Sejak belasan tahun silam dan hingga saat ini pemerintah setempat dari dinas perhubungan kabupaten Manggarai Barat tak mengurusnya.

Baca Juga: Surat Suara Pilkades di Manggarai Barat Siap Didistribusikan

Akibat tidak di fungsikan terminal antar kota di bagian paling barat pulau Flores ini,ratusan kendaraan umum memilih parkir di ruas jalan kota Labuanbajo dan terlihat sembrawut.Baik itu di jalan masuk bandara Komodo,ruas jalan patung komodo bahkan ditengah jalur ramai yang menjadi sumber kemacetan lalulintas.

Terminal yang di bangun di dekat kantor Polsek Komodo itu terletak desa Nggorang kecamatan komodo,Kabupaten Manggarai Barat telah menjadi hutan dan hunian ternak baik sapi kerbau dan kambing berkeliaraan di dalam terminal ruangan tunggu.

Kelancaran arus mudik tiap tahunnya sangat terhambat akibat ratusan kendaraàn antar kota masuk dan parkir mencari penumpang baik di dermaga pelni maupun pelabuhan penyeberangan Féry ASDP.Hal ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.Karena itu daerah tujuan wisata dunia perlu di urus dengan baik.Satunya ialah terminal" jelas Fabianus Lentar, tokoh muda Labuan Bajo, Kamis (22/9/2022) sore.

Ia menuturkan, Kerap terjadi kemacetan saat liburan arus mudik, seperti idul fitri,hari raya Natal selalu macet yang belum menjadi perhatian serius pemerintah daerah.Bahkan hingga saat ini, terminal liar semakin menjamur di Labuan Bajo.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Jadi Andalan Kecamatan Kuwus

Anggota DPRD Manggarai Barat, Blasius Janu mendesak pemerintah daerah segera mengembalikan kondisi terminal Nggorang pada fungsi sesungguhya sehingga mampu menjadi terminal arus mobilitas kendaraan.

Menurutnya, kerugian terbesar tidak di fungsikan terminal adalah sumber kemacetan.Sehingga jalur dan ruas jalan kota menjadi tak beratur. Penumpuhkan kendaraan dijalur jalan sumber kemacetan.Kedua tidak dapat melakukan penarikan retrebusi daerah.

Hal lain,tegas Blasius,kota yang menjadi tujuan wisata seharusnya terminal kendaraan menjadi fokus perhatian utama pemerintah daerah.

"Kita tidak boleh main main  karena daerah ini menjadi titik perhatian dunia karena wistawan asing begitu banyak berkunjung,"katanya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X