Petani Belum Optimal Garap Lahan

- Sabtu, 17 September 2022 | 19:35 WIB
Tanaman Hortikultura milik petani di Desa Liang Ndara Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)
Tanaman Hortikultura milik petani di Desa Liang Ndara Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat melalui Dinas Tanaman Pangan,Holtikultura dan Perkebunan menilai petani di wilayah itu belum menggarap lahan mereka dengan optimal.Kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas pertanian yang menyebabkan petani belum serius garap lahan kosong.

Kepala Dinas Tanaman Pangan,Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat, Laurensius Halu, Sabtu (17/9/2022) mengatakan, lahan di Manggarai Barat sangat subur,seluruh tanaman yang akan ditanam dipastikan akan tumbuh. Namun,sayangnya hingga saat ini,petani belum optimal mengarap lahan.

Sehingga tanaman pertanian di Manggarai Barat  belum menjadikan sumber pendapatan ekonomi masyarakat.

Ia mengaku, salah satu penyebab petani belum optimal lahan kering adalah SDM.Dimana petani belum mampu mengelolah lahan kering untuk membudidaya tanaman hultikultura.Petani di Manggarai Barat saat ini masih membudidaya tanaman dengan sistem tradisional.

Baca Juga: Pendapatan Warga Pulau Komodo Berkurang

Petani kata dia, masih banyak yang mengunakan kerbau untuk membajak sawah.Padahal saat ini,pengelolalahan sawah sudah mengunakan sistem teknologi pertanian dengan mengunakan handtraktor.Rata-rata dalam pengelolahan sawah masih mengunakan sistem tradisional.

Laurens Halu menyampaikan, tanaman holtikultura seperti sayur dan buah-buahan untuk kebutuhan hotel dan restaurant di Labuan Bajo didatangkan dari luar Manggarai Barat.Petani di Manggarai Barat  belum mampu memenuhi kebutuhan sayur dan buah-buahan untuk hotel dan restauran di Labuan Bajo.

Ia menyampaikan, penyuluh pertanian yang bertugas di desa saat ini mulai memdorong kelompok tani di desa untuk mengarap lahan kosong untuk tanaman hultikultura.Sebagian kelompok tani sudah mulai mengarap lahan pertanian untuk menanam sayur.

Tetapi belum optimal lantaran petani belum serius mengarap lahan kosong.Serta petani lebih serius mengarap komoditi pertanian seperti kemiri dan cengkeh.

Baca Juga: Masyarakat Pulau Mesah dan Papagarang Titip Berbagai Persoalan Kepada Bupati Manggarai Barat

Tanaman jagung merupakan budaya tradisi turun temurun masyarakat di desa.Namun saat  ini banyak lahan-lahan kosong yang belum termanfaatkan dengan baik oleh petani. Untuk itu, Pemkab Manggarai Barat mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong tersebut untuk tanaman jagung.

"Marilah kita manfaatkan lahan-lahan yang kosong dengan menanam tanaman, bisa tanaman palawija, buah-buahan, ataupun sayuran, dan hal ini akan sangat banyak manfaatnya bisa untuk konsumsi, mengurangi pengeluaran masyarakat sehari-hari," kata Laurens Halu.

Laurens Halu mengimbau, petani lebih berfokus pada tanaman-tanaman unggulan yang mampu menyediakan kebutuhan masyarakat.Tanaman unggulan kebutuhan masyarakat dan juga memiliki nilai ekonomi yang relatif baik sebagai penopang ekonomi keluarga, jadi di samping jagung kita akan mulai juga kedelai bahkan kedepan juga kita akan mengembangkan bawang merah.

Baca Juga: Suzuki East Marine Buka Diler Di Labuan Bajo

"Saya berpesan kepada seluruh tim penyuluh pertanian Kabupaten Manggarai Barat untuk serius menjalankan program pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Manggarai Barat.Kita berkeinginan petani menyambut baik wisata premium dengan serius membudidaya tanaman pertanian,"harapnya.

Bupati Manggarai Barat,Edistasius Endi mendorong?, petani memanfaatkan lahan kosong, baik pekarangan rumah maupun persawahan untuk budi daya pertanian.Dirinya masih menemukan banyak petani yang membiarkan sawah dan lahan pekarangan rumah kosong dan menganggur begitu saja tanpa diolah dan ditanami.

Kesadaran masyarakat selama ini dalam memanfaatkan lahan tidur sangat rendah.

Ia mengatakan, Pemkab Manggarai Barat siap memberikan bantuan dan stimulan kepada petani yang mengembangkan pertanian pada lahan kosong atau lahan tidur.Pemkab Manggarai Barat akan menyiapkan perusahan untuk membeli tanaman jagung milik petani.

Baca Juga: PMI Manggarai Barat Simulasi Penanggulangan Bencana Tanah Longsor

Edi Endi berharap, agar lahan kering milik masyarakat di Manggarai Barat tidak dibiarkan kosong, melainkan tetap digunakan baik untuk tanaman hortikultura maupun menjadi lokasi persawahan. Pemkab Manggarai Barat akan fokus pada sektor pertanian dan pariwisata. Dua sektor ini yang akan jadi penopang utama pemulihan ekonomi Kabupaten Manggarai Barat.

“Ada banyak lahan kering yang tidak dimanfaatkan petani yang dibiarkan kosong. Namun dengan traktor seperti ini, sangat mempermudah pengolahan tanah. Lahan kering bisa kita bongkar. Terserah kepada petani setelah itu mau tanam padi, ubi,sayur atau tanaman yang lainnya,” jelas Edi Endi.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X