PMI Manggarai Barat Simulasi Penanggulangan Bencana Tanah Longsor

- Sabtu, 17 September 2022 | 17:58 WIB
Camat Mbeliling, Robertus Resmianto (victorynews.id/SATRIA)
Camat Mbeliling, Robertus Resmianto (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Palang Merah Indonesia ( PMI ) kabupaten Manggarai Barat menggelar kegiatan simulasi tanggap darurat bencana tanah longsor, Sabtu (17/9/2022) di desa Cunca Lolos Kecamatan Mbeliling.

Kegiatan simulasi yang diikuti oleh pengurus PMI serta para relawan se-kabupaten Manggarai Barat  mengambil tempat di lapangan SMP Negeri 3 Mbeliling sebagai titik kumpul evakuasi ketika terjadi bencana.Wilayah Kecamatan Mbeliling tahun 2019 lalu terjadi bencana alam tanah longsor yang menyebakan meninggal dunianya sejunmlah warga

Sekretaris PMI Manggarai Barat, Bertin Banggur mengatakan, kegiatan simulasi dilaksanakan dalam rangka melatih kesiap siagaan PMI dalam menghadapi bencana alam khususnya tanah longsor. Anggota PMI harus mengerti dan memahami tugas dan perannya ketika terjadi bencana alam.Kuantitas dan kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Masyarakat dalam Kawasan Hutan Mbeliling Gelar Rakor

Pihaknya, secara bertahap melakukan upaya pendidikan dan pelatihan relawan.

Ia mengaku, jumlah anggota PMI di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat menghampiri 500 anggota.Setiap kecamatan sudah memiliki sekertariat PMI.Seluruh anggota PMI harus mengetahui tugas utamanya sebagai relawan.Dalam memberikan pelayanan anggota PMI tidak bersikap diskriminatif.

''Pentingnya penyegaran pengetahuan terkait bagaimana kita bisa melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana apa bila kejadian bencana benar-benar terjadi. Selain itu kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengukuhan pengurus PMI tingkat kecamatan Mbeliling '' ujar Bertin.

Bertin menyampaikan, adanya Undang-Undang Nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan sebagai landasan hukum dalam operasional PMI.Dirinya juga memberikan motivasin kepada anggota PMI untuk menjalankan tugas mulia. Mengingat saat ini eksistensi PMI semakin dibutuhkan masyarakat Manggarai Barat.

Baca Juga: Macang Pacar Dapat Proyek Puskesmas Pariwisata

Ia menjelaskan, kegiatan PMI merupakan bentuk pengabdian yang terus mengalir sampai akhir hayat. Dengan tingginya kerawanan bencana di wilayah Manggarai Barat, anggota PMI diharapkan memahami perihal mitigasi bencana.

Di samping itu, pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dapatnya dimasukkan dalam kurikulum sekolah SMK dan SMA di Manggarai Barat. 

PMI tidak boleh membedakan ras, suku bangsa, warna kulit maupun status sosial masyarakat.PMI harus berada pada garis terdepan pada saat terjadinya bencana alam” ujar Bertin.

Bertin menambahkan, tahun 2023 mendatang prioritas PMI Kabupaten Manggarai Barat yaitu mengoptimalkan peran anggota dalam memberikan pelayanan terkait dengan darah. Salah satunya dengan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk donor darah dan pendistribusian suplai darah.

Baca Juga: Ruas Jalan Menuju Obyek Wisata Buruk

Di samping itu, PMI Manggarai Barat mempunyai potensi kegiatan yang lain, yaitu mendukung bakti sosial kemanusiaan yang disinergiskan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh karena itu, perlu adanya bantuan dari Pemkab Manggarai Barat untuk optimalisasi sarana dan prasarana. 

Camat Mbeliling, Robertus Resmianto mengatakan, sangat tepat simulasi dilakukan di kecamatan Mbeliling karena wilayah Mbeliling merupakan wilayah rawan longsor.

''Saya sangat apresiasi dan mendukung kegiatan PMI Manggarai Barar dimana kegiatan simulasi tersebut melatih relawan - relawan agar selalu siap siaga dalam menghadapi bencana, selain itu saya mengharapkan agar angkatan muda di Kecamatan Mbeliling mau ikut bergabung dengan sekurela menjadi relawan PMI," ungkap Robertus.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X