Kantor Camat Kuwus Barat Belum Dibangun

- Jumat, 16 September 2022 | 11:28 WIB
Wakil DPRD Manggarai Barat, Marselinus Jeramun (victorynews.id/SATRIA)
Wakil DPRD Manggarai Barat, Marselinus Jeramun (victorynews.id/SATRIA)
VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Kecamatan Kuwus Barat,Kabupaten Manggarai Barat, dengan ibukota Landong,Desa Golo Lewe hingga kini belum memiliki kantor. Atas hal itu pemerintah kecamatan setempat terpaksa mengontrak rumah milik warga untuk dijadikan kantor Camat.
 
Camat Kuwus Barat,Vitus Suparji, Jumat  (16/9/2022) berharap, agar kecamatan yang dipimpinnya harus segera memiliki kantor Camat sendiri,tanpa mengontrak rumah penduduk. Alasannya demi penghematan anggaran pemerintah. Serta para pegawai Kecamatan lebih intens memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Kuwus.
 
Menurutnya, Kecamatan Kuwus merupakan kecamatan yang baru dimekarkan pada tahun 2017 lalu. Selain belum memiliki kantor Camat sendiri,pemerintah kecamatan Kuwus Barat juga belum memiliki kepala seksi Trantib dan Kesra. Sementara jumlah pegawai sangat terbatas. Sehingga pelayanan kepada masyarakat belum maksimal. 
 
 
Jumlah pegawai bukan masalah bagi pemerintah kecamatan Kuwus Barat. Dikarenakan pegawai di Kantor Camat dalam menjalankan tugas bekerja tim bukan bekerja induvidu. Masalah tenaga kerja yang terbatas dapat diatasi dengan kerja sama yang kompak,tingkatkan kinerja solidaritas,profesionalitas serta penuh integritas.
 
Ia mengatakan, yang menjadi kendala yang dihadapi oleh masyarakat Kuwus Barat saat ini yakni sejumlah desa belum masuk jaringan listrik dari PLN. Jaringan listrik hanya berada di sepanjang jalan antarkecamatan. Sedangkan untuk desa yang ada dipedalaman Kuwus Barat belum memiliki jaringan listrik PLN.Padahal calon pelangan di desa di ibukota kecamatan Kuwus sangat berpotensial yaitu 100 lebih  calon pelangan. 
 
"Pihak PLN mengaku masih menanti hasil survei yang dilakukan oleh perusahaan negara," kata Suparji.
 
 
Menyinggung stok pangan,daya beli,kasus rabies serta keamanan dan ketertiban masyarakat Kecamatan Kuwus Barat menurut Suparji, hingga saat ini belum menemukan masalah. Stok pangan dan daya beli masyarakat setempat masih cukup stabil. Sementara tidak ada warga yang digigit anjing rabies. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Kuwus Barat sementara aman dan terkendali.
 
Suparji menambahkan, masalah berbicara tentang pertanian di Kuwus Barat sebenarnya berbicara terkait perkebunan atau komuditas perdagangan mengingat dominan yang dimiliki oleh masyarakat Kuwus Barat  adalah tanaman komuditas  pertanian seperti Cengkeh,Vanili dan lain-lain.
 
Hanya kasus pencurian komuditas pertanian Vanili mentah di Kecamatan Kuwus Barat selama ini masih marak terjadi pencurian. Hingga saat ini belum ditemukan solusi agar tidak terjadi pencurian komuditas pertanian oleh kelompok nasyarakat tertentu di wilayah itu. Apalagi  pencurian tanaman Vanili sangat berdampak buruk pada mutu Vanili. 
 
 
"Karena takut Vanili dicuri,terpaksa petani lebih cepat memanen Vanili.Padalah Vanili tersebut belum layak dipanen. Akibatnya bisa saja berdampak pada mutu dan kualitas Vanili itu sendiri. Jika itu terjadi,harga Vanili kedepan bisa turun," kata Suparji.
 
Wakil Ketua DPRD Manggarai BaratMarselinus Jeramun meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat agar segera membangun Kantor Camat Kuwus Barat di Landong hingga tahun 2023.Pemerintah Kecamatan setempat hingga kini masih mengontrak rumah penduduk untuk dijadikan kantor sebagai tempat pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Kuwus Barat.
 
"Jalan dari dan Ke Landong masih sangat buruk dan masih jalan tanah.Padahal itu jalan menuju ibukota kecamatan Kuwus Barat," katanya.
 
 
Ia mengatakan, kasus pencurian Vanili mentah di wilayah Kecamatan Kuwus Barat dan sekitarnya belakang ini semakin marak terjadi.Hal tersebut dapat menurunkan mutu Vanili setempat. Hal tersebut karena akan memaksa pemilik Vanili untuk memanen Vanili yang belum layak karena takut adanya pencuri yang memcuri Vanili di kebun.
 
"Terkait itu salah satu jalan keluarnya harus dibuatkan Peraturan Desa (Perdes) agar masyarakat di desa tetap menjaga kualitas dan mutu komuditas perkebunan yang dimiliki masyarakat," ujar Marsel Jeramun.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X