Pembangunan Jalan Dan Jembatan Jadi Prioritas

- Jumat, 16 September 2022 | 10:10 WIB
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi saat memberikan sambutan pada peluncuruan Sistem Wildlife Komodo Dalam Aplikasi INISA di Hotel Loccal Collection Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi saat memberikan sambutan pada peluncuruan Sistem Wildlife Komodo Dalam Aplikasi INISA di Hotel Loccal Collection Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat  dalam rencana pembangunan Lima Tahun kedepan akan memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan. Prioritasnya dua item pembangunan itu bertujuan untuk membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses transportasi antar kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat.

Selain itu, membuka akses transortasi ke wilayah kantong ekonomi atau produksi serta menuju obyek wisata dan wilayah perbatasan.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Jumat (16/9/2022) mengatakan , pembangunan jalan dan jembatan akan di mulai pada tahun 2023 dan seterusnya Pemkab Manggarai Barat pasti akan menuntaskan jalan trans selatan Labuan Bajo,Kecamatan Komodo yang meliputi  Labuan Bajo-Kenari-Golomori-Naga sampai di Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan.

Baca Juga: Warga Minta Bangun Terminal Dalam Kota Labuan Bajo

Ia mengatakan, Pemkab Manggarai Barat akan menuntaskan pembangunan jalan dari Repi, Kecamatan Lembor Selatan menuju Wae Liang dengan tujuan terbukanya akses menuju kampung wisata dunia Wae Rebo di Kecamatan Satar Mese Barat,Kabupaten Manggarai.

Untuk menuju Wae Rebo maka tahun ini, pemerintah juga akan menuntaskan pembangunan jembatan raksasa Wae Mege, Kecamatan Lembor  menuju kecamatan Satar Mese Barat,Kabupaten Manggarai.

“Pemerintah Manggarai Barat juga akan menuntaskan pembangunan jalan pantai utara yang ditalangi dana APBN melalui program jalan strategis nasional yang sejatinya akan selesai tahun 2022 ini, namun dipending tahun depan. Tetapi ada berita  gembira, bahwa APBN tahun 2023 ini, akan dikerjakan jalan dari Bandara-Hotel Sylvia, Loh Gebang-Kelumpang-Ketentang sampai Menjerite,”jelas Edi Endi.

Sedangkan dukungan dana APBD, lanjut dia, yaitu akan menuntaskan pembangunan jalan dari Pau menuju Romang hingga Nanga Kantor di Kecamatan Macang Pacar. Pembangunan jalan ini bertujuan pemberdayaan wilayah persawahan Romang dan dermaga Nanga Kantor. Selanjutnya, Pemkab Manggarai Barat juga akan menuntaskan jalan dari Nanga Kantor-Loha-Lando di Kecamatan Boleng.

Baca Juga: Keberadaan Perjalanan Wisata Ilegal Rusak Pasar Wisata

Disamping itu, pemerintah juga akan meningkatkan kualitas jalan dari Bari-Pateng-Rego. Kemudian dari Rego –Sangka-Parundang. Demikian pula dari Rego-Wontong-Jimbor menuju Waning di Kecamatan Ndoso. Sedangkanjalan lintas tengah, pemerintah akan menuntaskan pembangunan jalan dari Bambor-Wae Jare di Kecamatan Mbeliling menuju Kaung-Ngaet di Kecamatan Boleng.

Kemudian untuk memudahkan akses transportasi wilayah kecamatan Welak menuju kecamatan Kuwus, maka pemerintah akan menuntaskan jalan dari Datak-Semang-Ndiuk, yang saat ini sedang dikerjakan dari dana Bencana Alam.

Di wilayah Kecamatan Ndoso, yaitu menuntaskan pembangunan jalan Momol-Rewas-Lumut-Wae Buka. Serta peningkatan jalan Tentang-Todo Tengar-Jembatan Wae Ri,i menuju perbatasan kabupaten  Manggarai. Demikian pula menuju daerah isolasi Nunang-Werang-Paku-Ceremba menuju Golomori di Kecamatan Komodo.

Di samping itu, kata Edi Endi, jembatan yang telah dibangun sejak tahun 2020 di Kabupaten Manggarai Barat berjumlah 176 jembatan. Sementara dari tahun 2010-2015 sebanyak 52 buah, dan target sampai tahun 2021 sebanyak 56 jembatan.

Baca Juga: Forum Peduli Pariwisata Dorong Pemkab Manggarai Barat Tertibkan Pemandu Wisata Ilegal

“Kita doakan agar Bandara Komodo menjadi Bandara Internasional segera terwujud. Karena pembenahan landasan pacu serta perpanjangan landasan tetap menjadi pekerjaan utama Kementerian Perhubungan. Hal ini tentu mempertegas kembali penetapan oleh pemerintah pusat, bahwa Labuan Bajo menjadi Badan Otorita Pariwisata,”ungkap Edi Endi.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Marthen Mitar meminta, pemerintah daerah  secara serius menangani Jalan antara kecamatan di Manggarai Barat. Pasalnya sejumlah ruas jalan kecamatan rawan longsor, agar distribusi hasil komuditas pertanian tetap lancar.

Ia mengatakan, jalur darat yang menghubungkan Empat Kecamatan meluputi Kecamatan Macang Pacar,Pacar,Kuwus dan Kecamatan Welak dilaporkan banyak yang rusak, dan bahkan ada beberapa titik yang setiap musim hujan tiba akan terputus sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Kondisi riil tersebut, kata dia, harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah Manggarai Barat  mengingat kerusakan jalan itu juga bisa menjadi penyebab pendapatan ekonomi masyarakat di desa pada Empat kecamatan akan menurun.

Baca Juga: Pohon Tumbang di Ruas Jalan Labuan Bajo-Ruteng

Dirinya mendorong Pemkab Manggarai Barat untuk tahap awal, pemerintah bisa memonitor langsung titik-titik rawan yang seringkali menyebabkan kendaraan angkutan umum tidak bisa lewat.

"Begitu musim hujan tiba dan ada musibah bencana alam, seperti pohon tumbang, maka dampakanya langsung melumpuhkan aktivitas transportasi di jalan antara kecamatan tersebut," kata Marthen Mitar.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X