Pohon Tumbang di Ruas Jalan Labuan Bajo-Ruteng

- Kamis, 15 September 2022 | 20:34 WIB
Pohon tumbang di jalan Labuan Bajo,Ruteng tepatnya di Kampung Roe,Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai. (victorynews.id/SATRIA)
Pohon tumbang di jalan Labuan Bajo,Ruteng tepatnya di Kampung Roe,Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Manggarai Barat dua hari terakir membuat sejumlah pohon besar tumbang disepanjang jalan Labuan Bajo menuju Ruteng. Pohon tumbang menutup jalan di Kampung Roe,Kecamatan Mbeliling yang menyebabkan kendaraan antrian panjang pada jalur tersebut.

Warga Kampung Roe, Ferdinandus Mboli, Kamis (15/9/2022) mengatakan, pohon tumbang dari Kampung Roe hingga Kampung Rangawatu, Kecamatan Mbeliling. Pohon yang tumbang dibersihkan oleh warga sekitar dengan mengunakan mesin sensor. Jalan normal sore hari ketika seluruh pohon yang tumbang dibersihkan.

Pohon tumbang pada jalur Roe hingga Ranggawatu terjadi hampir setiap tahun. Apalagi jalur itu merupakan wilayah kawasan hutan. Para pengendara mesti hati-hati melewati jalur itu disaat hujan dan angin kencang.

Baca Juga: Dewan Minta Pemkab Manggarai Barat Tertibkan Pedagang Liar

PPK Jalan Labuan Bajo-Ruteng,Yoshua Ana Rato mengatakan, tidak ada longsor diwilayah jalan Labuan Bajo menuju Ruteng pada minggu terakhir ini,yang ada hanya pohon tumbang disejumlah titik. Pohon tumbang itu sudah dibersihkan,kendaraan kembali normal melewati jalur itu.

Mengantisipasi macetnya jalan di lajur rawan longsor,pihaknya menyiapkan alat berat di ruas jalan tersebut.Alat berat itu sudah berada dijalur rawan longsor sejak Senin, 12 September 2022 kemarin.

"Untuk longsor dijalur Labuan Bajo pada hari terakhir sudah tidak ada.Namun,kita tetap antisipasi agar jalur yang longsor secepatnya dibersihkan," tutur Yoshua.

Selain pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang, Dua ruangan kelas SDN Wae Laing di Kecamatan Lembor selatan ambruk rata tanah pada Senin, 12 September 2022 kemarin. Dua ruangan itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat Wae Laing Lima tahun lalu.

Baca Juga: Istri Bupati Manggarai, Meldiyanti Hagur Diperiksa Enam Jam

Warga Kecamatab Lembor Selatan, Thomas Nurut yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan Dua kelas di SDN Wae Laing itu ambruk pada siang hari,saat anak sekolah tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Beruntung tidak ada korban jiwa dari perstiwa itu.

Selama dua hari terakhir,pihak sekolah terpaksa meliburkan anak sekolah karena angin kencang melanda wilayah itu.

"Saat kelas ambruk,anak sekolah tidak sedang KBM. Para guru melarang anak sekolah untuk KBM karena kondisi hukan deras dan angin kencang," jelas Thomas.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X