Dewan Minta Pemkab Manggarai Barat Tertibkan Pedagang Liar

- Kamis, 15 September 2022 | 20:16 WIB
Pedagang liar berjualan di badan jalan utama menuju destinasi wisata Batu Cermin, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat-NTT. (victorynews.id/SATRIA)
Pedagang liar berjualan di badan jalan utama menuju destinasi wisata Batu Cermin, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat-NTT. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Anggota DPRD Manggarai Barat menyoroti masih adanya pedagang liar di sejumlah titik di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Para pedagang memanfaatkan badan jalan untuk berjualan.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Marthen Mitar, Kamis (15/9/2022) mendesak para pedagang tersebut ditertibkan. Kondisi demikian kata dia berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan keindahan Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata.

Sebagaimana keluhan masyarakat yang diterima, bahwa pedagang liar memanfaatkan bahu jalan untuk berjualan. Seperti di Pasar Rakyat Batu Cermin, puluhan pedagang memanfaatkan badan jalan menuju destinasi wisata untuk berjualan.

Baca Juga: Istri Bupati Manggarai, Meldiyanti Hagur Diperiksa Enam Jam

Ia meminta, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan untuk serius menata TPI Kampung Ujung. Dikarenakan selama ini,dibagian dalam pasar TPI banyak juga penjual buah dan sayur.

Diharapkan, Satuan Pol PP jangan hanya menertibkan penjual buah dan sayur yang ada di pinggir jalan,penjual sayur dan buah di dalam pasar juga harus ditertibkan. Agar jangan sampai ada kecemburuan pedagang buah dan sayur yang ada di dalam TPI dan di luar TPI Kampung Ujung.

Marthen Mitar meminta, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) selaku instansi yang mengelolah pasar Batu Rakyat Cermin dan Pasar Baru untuk menyiapkan tempat  bagi penjual buah dan sayur yang berjualan d‎i TPI Kampung Ujung.

Baca Juga: Dua Anggota Satpol PP di Tempatkan di TPI Kampung Ujung

"Penjual buah dan sayur yang ada di TPI pindah karena Dinas Perindag tidak mengatur secara baik tempat bagi penjual buah dan sayur di Pasar Baru,sehingga penjual pindah ke TPI Kampung Ujung," ujarnya.

Anggota DPRD Manggarai Barat, Saleh Muhidin mengungkapkan, salah satu kekuatan baru obyek wisata Manggarai Barat adalah TPI Kampung Ujung yang di desain cukup modern dan elegan di Kampung Ujung Labuan Bajo.

Sebagai salah satu obyek wisata baru yang diharapkan bisa mengundang lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, maka menjaga kebersihan di TPI menjadi kewajiban untuk selalu dijaga setiap waktu.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Barat Diminta Perbaik Akses Menuju Obyak Wisata

Ia mengatakan, setiap hari baik wisatawan maupun masyarakat di Labuan Bajo mengunjungi TPI.Baik untuk membeli ikan maupun melihat langsung jenis ikan yang diperoleh oleh nelayan di pesisir Kecamatan Komodo.Sehingga menjadi tanggungjawab, baik pemerintah daerah maupun para pedagang untuk memperbiasakan menjaga kebersihan.

Ia meminta, pengelolah TPI Kampung Ujung agar menyampaikan kepada pedagang tidak menjual sayur dan buah di TPI kampung Ujung.Selain itu para pedagang ikan diminta untuk memiliki rasa tanggungjawab menjaga kebersihan.

Rata-rata semua pedagang telah menyiapkan tempat sampah di stand masing-masing.

Baca Juga: Fraksi NasDem DPRD Manggarai Barat Bagi Buku Bacaan

"Menjaga kebersihan di TPI Kampung Ujung adalah kewajiban semua elemen, lebih khusus adalah pemilik lapak di TPI. Jika terjaga kebersihannya, secara otomatis orang akan datang belanja dan penjual ikan dapat meningkatkan kesejahteraannya, " tegas Saleh Muhidin.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB

Pemerintah Kecamatan Kuwus Dampingi Penyaluran Dana PKH

Jumat, 30 September 2022 | 16:49 WIB
X