Dinsos Siapkan 90 Ton Beras Untuk Korban Bencana Alam

- Kamis, 15 September 2022 | 12:10 WIB
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Mangiradja (victorynews.id/SATRIA)
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Mangiradja (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Manggarai Barat menyiapkan 90 ton stok beras untuk membantu korban bencana angin kencang disertai hujan yang melanda Kabupaten  Manggarai Barat berapa bulan lalu. Beras 90 ton itu  merupakan Beras Cadangan Pemerintah (BCP) Tahun 2022.

Kepala Dinsos Kabupaten Manggarai Barat, Agusthinus Mangiradja, Kamis (15/9/2022) menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai  Barat  menyiapkan 90 ton beras cadangan pemerintah tahun 2022.Beras ini hanya dapat digunakan untuk membantu korban bencana alam.

Ia mengaku, 4 ton beras cadangan pemerintah daerah Manggarai Barat itu telah disalurkan kepada korban kebakaran Pasar Inpres Wae Nakeng di Kecamatan Lembor awal Maret 2022 lalu.Sisa beras BCP belum disalurkan kepada korban bencana alam di sejumlah titik di wilayah Manggarai Barat karena masih menunggu data korban bencana alam dari kepala desa dan camat.

Baca Juga: Wisata Baca Merangsang Minat Baca Anak

"Berbagai bantuan yang biasanya diperlukan korban bencana alam kami persiapkan, sehingga bisa langsung disalurkan saat dibutuhkan.Saat ini baru sebagian desa saja yang melapor data bencana alam," jelas Agus Mangiradja.

Ia mengaku, hingga saat ini pihaknya sedang menunggu laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai  Barat terkait data korban bencana alam yang terjadi awal April 2022.Beras akan disalurkan kepada korban bencana alam, ketika sudah melakukan verifikasi data korban bencana alam.

Selain beras, sekarang pihaknya juga tersedia stok bantuan bahan makanan berupa mie instan, telur dan bahan makanan.Pihaknya juga menyediakan bantuan material bangunan rumah yang diperlukan masyarakat," ujar Agus Mangiradja.

Baca Juga: Bupati Edi Endi Ajak Warga Galakkan Tanam Pohon Bambu

Untuk mengeluarkan BCP, kata Agus Mangiradja, Pemkab Manggarai Barat harus mengeluarkan status tanggap darurat. Surat ini yang akan dijadikan sebagai dasar untuk mengeluarkan bantuan beras cadangan pemerintah, yang harus ditandatangani oleh Bupati Manggarai Barat. 

Agus Mangiradja meminta, para Kepala Desa (Kades) dan Camat di Kabupaten Manggarai Barat agar proaktif melaporkan kepada Dinsos kejadian bencana alam agar penanganan dapat secepatnya dilakukan. Penanangan yang dilakukan Dinsos  Manggarai Barat terhadap penanganan bencana alam  sesuai dengan prosedur.

Serta menghitung dan mendata jumlah kepala keluarga yang terkena musibah untuk mendapatkan bantuan.

"Jika ada bencana alam seharusnya tugas dari kepala desa dan camat sebagai kepala wilayah yang menghubungi dinas sosial agar penanganan bisa dilakukan dan masyarakat bisa terbantu.Kita ingin korban bencana alam di Manggarai Barat secepatnya mendapatkan bantuan," kata Agus Mangiradja.

Baca Juga: Wisman Mulai Ramai Kunjungi Labuan Bajo

Sementara,Camat Komodo, Yohanes Gampur mengaku pihaknya sudah menghimbau kepada masyarakat pesisir untuk tidak melaut sementara waktu.Dimana hampir 100 persen nelayan sudah tidak melaut karena cuaca yang buruk melanda wilayah Manggarai  Barat saat ini.

Ia mengaku, dirinya mengharapkan kepada Pemkab Manggarai Barat untuk menyalurkan bantuan beras kepada para nelayan di pesisir. Pasalnya, pendapatan nelayan dimusim hujan saat ini turun dratis.Sehingga untuk meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat di pulau kecil di Kecamatan Komodo diharapkan bantuan beras.

"Saya sudah diskusi dengan Sekda Manggarai Barat  untuk memberikan bantuan beras kepada nelayan.Saya sendiri sudah menghimbau kepada para kepala desa agar meminta nelayan untuk tidak melaut untuk menangkap ikan,"tutur Yohanes.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X