Reo Pusat Perdagangan di Flores Barat

- Selasa, 13 September 2022 | 15:27 WIB
Peneliti dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali saat diskusi dengan tokoh masyarakat Reo terkait penelitian kajian penelitian Reo pusat perdagangan Flores Barat (victorynews.id/SATRIA)
Peneliti dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali saat diskusi dengan tokoh masyarakat Reo terkait penelitian kajian penelitian Reo pusat perdagangan Flores Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Reo, ibukota Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai saat ini menjadi pusat perdagangan di wilayah Flores Bagian Barat. Aktifitas pengangkutan bahan perdagangan yang dikirm dari Pulau Jawa dan Sulawesi di Pelabuahan Reo saat ini sangat ramai setiap hari.

Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali (BPNBB) sejak awal April melaksanakan penelitian tentang sejarah lokal Reo menjadi pusat perdagang masyarakat di Tiga Kabupaten di Manggarai itu.

Peneliti BPNBB, I Made Sumarja Selasa (10/4) kepada VN mengatakan masyarakat Reo mulai beraktifitas di wilayah pesisir Reo sebelum tahun indonesia merdeka, Reo saat itu masih dibawah kerajaan Gowa Makassar. Masyarakat Reo berawal membangun dermaga lokal untuk aktifitas perdagangan masyarakat lokal. Dermaga alam yang dibangun masyarakat Reo baru ditata menjadi pelabuhan resmi untuk jalur perdagangan sejak 1982 lalu.

Baca Juga: Pemilik Hotel dan Restoran Diminta Gunakan Aplikasi APOA

Ia mengatakan, BPNBB melakukan penelitian sejarah lokal tentang Reo menjadi pusat perdagangan di Flores Barat untuk mengetahui sejarah Reo sehingga menjadi pusat perdagangan di Flores Barat. Pihaknya mencari data penelitian dengan bertemu puluhan tokoh masyarakat Reo di area pelabuhan Reo.

"Wilayah Reo sudah sangat cocok dibagun Tol Laut di wilayah Flores. Potensi pertanian di Tiga kabupaten di Manggarai bisa dikirim ke luar NTT melalui jalur Reo. Di Manggarai banyak kerbau,sapi,kopi dan hasil bumi lainnya bisa dikirim ke luar NTT nelewati jalur Reo.Sehingga di Reo sudah sangat layak dibangun Tol Laut," ujar Made Sumarja.

Made Sumarja menjelaskan, terjadinya aktifitas pelayaran dan perdagangan yang melalui laut Flores dengan menyingahi Bali,Lombok,Sunbawa,Timor dan Sumba sejak abad ke 13 lalu. Hal tersebut menunjukan bahwa sebelum kedatangan bangsa eropa yang melalui jalur tersebut telah terjadi aktifitas perniagaan para pedagang pribumi baik dari Jawa, Bugis, Makassar, Flores dan daerah lainnya termasuk di wilayah Reo.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Barat Antisipasi Kemacetan

Aktifitas pelayaran dan perdagangan itu juga membuka jalur yang melalui laut sawu,dimana kemudian tumbuh dan berkembang menjadi jalur perniagaan yang penting di wilah nusa tenggara. Dengan demikian wilayah tersebut sudah tersentuh dinamika pelayaran dan perdagangan yang sangat ramai," jelasnya.

Peneliti BPNBB lainnya, Made Purna mengatakan, interaksi yang terjadi oleh masyarakat di dalam sistem laut yang kecil dan selat-selat kecil disekitarnya oleh karena hal tersebutlah kemudian pelabuhan Reo memiliki peranan yang sangat penting dikarenakan posisi sentralnya dalam proses pengintegrasian dari berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat Reo,seperti kegiatan pelayaran dan perdagangan. Munculnya Reo sebagai pusat perdagangan pada jaman dulu dan pada saat ini diharapkan pelabuhan Reo hidup kembali seperti dalam program Presiden Joko Widodo mengembalikan semangat maritim dengan menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia.

Sehingga Reo sangat penting di Kaji saat ini agar pelabuhan tersebut dikembangan dengan pembangunan Tol Laut.

Baca Juga: KUPP Kelas II Labuan Bajo kumpul sampah

"Seluruh bahan perdagangan dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Jawa dan Sulauwesi untuk kebutuhan wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat selama ini dikirim melalui Pelabuhan Reo," ujarnya.

Made Purna mengharap pemerintah pusat dan Daerah untuk serius memperhatikan jalan Reo menuju Ruteng di Kabupaten Manggarai. Jalur tersebut memang sangat dibutuhkan perlebar dan diperbaiki agar pengangkutan barang perdagangan dari Pelabuhan Reo semakin lancar. Apalagi jalan Reo menuju Ruteng satu-satunya jalur yang dilewati oleh kendaraan pengangkut BBM dan bahan perdagangan. Sehingga sangat penting keseriusan pemerintah untuk memperhatikan jalan Reo menuju Ruteng.

"Jalur perdagangan mesti tidak boleh ada yang rusak. Jalur Reo-Ruteng adalah jalur yang mesti terus diperhatikan karena hanya ada satu jalan yang dilalui kendaraan. Jika jalur Reo-Ruteng longsor,maka perekonomian di Tiga Kabupaten di Flores Barat  terganggu,"tutur Made Purna.

Ia menambahkan, interaksi masyarakat yang tinggal di seputar Pelabuhan Reo dan kedatangan orang-orang dari luar daerah seperti Makasaar,Jawa dan Bima serta kedatangan orang-orang Eropa yang melalui jalur pelayaran dan perdagangan Reo membuat Reo semakin Ramai dan menjadi jalur penting dalam pelayaran dan perdagangan di Flores dan Nusantara.

Baca Juga: Sektor Pendidikan Manggarai Barat Harus Bangkit

Berdirinya beberapa pelabuhan dagang dan terdapatnya komoditi dagang yang dicari dan laris dan di pelabuhan-pelabuhan yang telah besar sebelumnya seperti Malaka dan India,memunjulkan keinginan untuk mengetahui keberadaan pelabuhan Reo di Kabupaten Manggarai," tutur Made Purna.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Masyarakat Manggarai Barat Diminta Kawal Dana Desa

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:05 WIB

Kolo Ted'du  Alat Masak Tradisional Dari Bambu

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:52 WIB

Delapan Prioritas Pembangunan Manggarai Barat 2023

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:12 WIB

Desa Wisata Butuh Koneksi Internet

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:28 WIB

Pemkab Manggarai Timur Bersih- Bersih THL

Jumat, 2 Desember 2022 | 07:21 WIB

‎Edi Endi: Kepala Desa Baru Jangan Korupsi

Rabu, 30 November 2022 | 18:09 WIB

Ruas Jalan Labuan Bajo-Ruteng Rawan Longsor

Selasa, 29 November 2022 | 17:43 WIB

Warga Desa Nampar Macing Butuh Air Bersih

Selasa, 29 November 2022 | 17:22 WIB

692 Orang Melamar jadi PPK di Kabupaten Manggarai

Selasa, 29 November 2022 | 09:59 WIB
X