DKPP Manggarai Barat Sidak Ikan Asal Sulawesi Selatan

- Minggu, 21 Agustus 2022 | 07:25 WIB
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat sedang mengecek ikan dari Selayar Provinsi Sulawesi Selatan di Dermaga ASDP Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat sedang mengecek ikan dari Selayar Provinsi Sulawesi Selatan di Dermaga ASDP Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKKP) Kabupaten Manggarai Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak)  hasil perikanan yang berasal dari Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan ,Sabtu (20/8/2022) di Dermaga Ferry ASDP Labuan Bajo.

Disaksikan media ini, sejumlah pegawai DKPP mengecek dan memeriksa seluruh ikan yang diangkut melalui Ferry ASDP dari Selayar,Sulawesi Selatan tersebut. Pihaknya kemudian mengambil sebagian ikan untuk kemudian di uji di Laboraturium milik Dinas Kesehatan.

Kepala DKPP Kabupaten Manggarai Barat,Fatinci Reynilda mengatakan sidak ikan di dermaga Ferry ASDP merupakan kegiatan rutin. Pemeriksaan ikan yang didatangkan dari luar Manggarai Barat itu bertujuan untuk memastikan seluruh jenis ikan yang masuk di Manggarai Barat tidak mengandung formalin.

Labuan Bajo yang merupakan daerah tujuan wisata harus memastikan ikan yang beredar di pasar bebas dari formalin.Melalui Sidak yang akan dilakukan secara rutin kedepan untuk memastikan tidak ada ikan formalin yang dikonsumsi oleh masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga: HNSI Desak Petugas  Usut Tuntas Ikan Berformalin

"Sidak sebelumnya,kita  temukan 1, 9 ton ikan mengandung formalin  yang di muat oleh kapal Ferry yang datang dari Selayar,Sulawesi Selatan.Kita tidak ingin ikan yang berformalin beredar di Labuan Bajo," tegas Fatinci.

Fatinci mengatakan, sidak yang dilakukan itu untuk mencegah masuknya ikan kering yang sudah diberikan bahan pengawet makanan atau formalin ke Kabupaten Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo yang menjadi salah satu destinasi wisata prioritas. Bahaya formalin bagi kesehatan itu sangat berbahaya, oleh karena itu antisipasi seperti sidak itu dilakukan mengingat banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah itu juga mengkonsumsi ikan-ikan kering.

Ia menambahkan, pemeriksaan kualitas dan mutu hasil perikanan ini perlu dilakukan karena masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya merupakan masyarakat yang setiap harinya mengonsumsi ikan karena daerah Manggarai Barat merupakan daerah kepulauan yang kaya akan produk hasil perikanan.

“Oleh karena itu kami berharap kepada para pedagang ikan agar pasar ikan tradisional yang memperdagangkan hasil perikanan untuk selalu menjaga sanitasi higienitasnya serta tidak menggunakan bahan tambahan yang mengganggu kesehatan masyarakat,” pesan Fatinci.

Menurutnya, kesadaran pedagang di sejumlah pasar di Labuan Bajo masih sangat rendah terhadap ikan yang dilarang, sebab masih saja ditemukan beberapa pedagang nakal yang menjual hasil laut larangan.Oleh sebab itu melalui sidak rutin yang akan dilaksanakan setiap minggu kedepannya   pihaknya melakukan sosialisasi dan membagikan brosur kepada para pedagang agar tidak menjual hasil laut larangan atau formalin , serta ikan hasil pengeboman dan pembiusan.

Baca Juga: Bank Sampah Solusi Atasi Masalah Sampah di Labuan Bajo

Selain mutu ikan, pihaknya juga  memeriksa kapal-kapal nelayan yang berlabuh di sekitaran TPI Labuan Bajo, untuk memastikan para nelayan tidak penangkap ikan dengan cara yang tidak sehat.Serta tidak menjual ikan berformalin.

Anggota DPRD Manggarai Barat, Vitus Usu mengingatkan seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan segar, dengan maraknya peredaran ikan segar yang disinyalir mengandung formalin di pasaran. Dirinya membenarkan adanya bahan yang mengandung formalin dimasukkan ke dalam ikan yang dijual di Labuan Bajo.

"Formalin dampaknya sangat berbahaya, jangka panjang jika mengkonsumsi makanan berformalin. Perlahan akan merusak organ tubuh dan jaringan vital lainnya," kata Vitus Usu.

Ia mengharapkan, kepada Dinas Kesehatan dan untuk melakukan penyuluhan. Minimnya sosialisasi kepada masyarakat terlebih pedagang ikan itu sendiri mengenai bahaya penggunaan bahan kimia itu.Formalin tidak diperkenankan ada dalam makanan maupun minuman, karena dalam jangka panjang dapat memicu perkembangan sel-sel kanker.

Baca Juga: Penyuluh Pertanian Diminta Aktif Turun Lapangan

"Jika para pedagang ikan di Labuan Bajo  tetap ngotot menggunakan formalin, perlu diberikan sanksi tegas. Diharapkan pemerintah daerah untuk segera melakukan sosialisasi terhadap bahayanya penggunaan bahan-bahan berbahaya, seperti formalin, boraks dan lain sebagainya yang secara sengaja dimasukkan kedalam ikan,’’tegas Vitus Usu.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X