Warga Malawatar Minta Lahan Untuk Berjualan di Pasar

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 18:48 WIB
Pemerintah Kecamatan Lembor saat bertemu warga Malawatar di Pasar Inpres Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)
Pemerintah Kecamatan Lembor saat bertemu warga Malawatar di Pasar Inpres Wae Nakeng Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Masyarakat Malawatar,Kelurahan Tangge,Kecamatan Lembor,Kabupaten Manggarai Barat  meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat  menyediakan lahan di Pasar Inpres Wae Nakeng untuk tempat berjualan.Pasalnya,selama ini masyarakat Malawatar,Kelurahan Tangge tidak diberikan stand dan lahan untuk berjualan.

Tua Adat Kampung Malawatar,Martinus Jemalu, Rabu (17/8/2022) menuturkan area Pasar Inpres Wae Nakeng di Kecamatan Lembor berdiri diatas lahan ulayat milik Malawatar.Namun,sayangnya tidak ada satupun warga Malawatar yang mendapat stand di Pasar Inpres Wae Nakeng untuk berjualan. Padahal warga menginginkan agar mendapat tempat atau lahan untuk berjualan di Pasar Inpres Wae Nakeng.

Ia mengaku, stand di Pasar Inpres Wae Nakeng selama ini lebih banyak dikuasi oleh pedagang yang dari luar Manggarai Barat,Seperti pedagang dari Bima,Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan pedagang dari Pulau Jawa.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Sinergi Membangun Pariwisata

Dirinya menginginkan ada perlakukan yang adil dari Pemkab Manggarai Barat untuk masyarakat Malawatar agar mendapat stand di Pasar Inpres Wae Nakeng.

Selama ini puluhan warga Malawatar menginginkan agar dapat menjual di Pasar Inpres Wae Nakeng.Warga sudah berkali-kali meminta Pemkab Manggarai Barat untuk membagi kembali stand dan los yang ada di Pasar Inpres Wae Nakeng.

Masyarakat di Malawatar tidak ada satupun mendapat stand dan los di Pasar Inpres Wae Nakeng.

Martinus mengakun, pada Bulan Februari 2022 lalu,dirinya bersama warga Malawatar bertemu Bupati Manggarai Barat,Edistasius Endi guna meminta lahan di Pasar Inpres Wae Nakeng untuk tempat berjualan.

Namun,sayangnya hingga saat ini pihaknya belum mendapat kepastian terkait tempat untuk menjual di Pasar Inpres Wae Nakeng.

"Ada 47 warga Malawatar yang menginginkan lahan untuk tempat berjualan di Pasar Inpres Wae Nakeng.Warga Wae Nakeng tidak ingin menjadi penononton di Kampungnya sendiri,warga ingin benar-benar mau berjualan di Pasar Inpres Wae Nakeng," katanya.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Barat Tuntaskan Pembesan lahan menuju KEK Labuan Bajo

Warga Malawatar, Sebastianus Semana meminta, Pemkab Manggarai Barat untuk memprioritaskan warga Malawatar mendapat lahan dan stand sebagai tempat untuk berjualan di Pasar Inpres Wae Nakeng.Warga Malawatar selama ini ingin berjualan di pasar Inpres Wae Nakeng,namun terkendala tidak memiliki lahan di Pasar Inpres Wae Nakeng.

Ia mengatakan, masyarakat Malawatar menginginkan untuk berjualan di Pasar Inpres Wae Nakeng lantaran masyarakat memiliki tanaman hultikultura.Pasar Inpres Wae Nakeng satu-satunya tempat yang bagus untuk berjualan.

Masyarakat Malawatar Kata dia, selama ini merindukan agar memiliki tempat untuk berjualan di Pasar Inpres Wae Nakeng.Namun,sayangnya Pasar Inpres Wae Nakeng dikuasi oleh pedagang yang berasal dari luar Manggarai Barat.

Padahal warga Malawatar sendiri menginginkan agar memiliki tempat di Pasar Inpres Wae Nakeng untuk berjualan.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Jadi Andalan Macang Pacar di Masa Depan

Ia menyampaikan, lahan Pasar Inpres Wae Nakeng dibangun diatas tanah ulayat Malawatar.Tetapi Pemkab Manggarai Barat tidak menyediakan lahan untuk warga Malawatar untuk berjualan.Dirinya menginginkan agar Pemkab Manggarai Barat  melalui Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Koperasi membagi stand secara adil.

"Kita menemukan ada yang orang yang memiliki 5 sampai 6 stand di Pasar Inpres Wae Nakeng.Kita juga menduga ada ASN yang memiliki stand di Pasar,namun mengunakan nama orang lain untuk mendapatkan Stand;"ungkap Sebastianus.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X