Manggarai Barat Masih Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:10 WIB
Ketua DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar (victorynews.id/SATRIA)
Ketua DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Kabupaten Manggarai Barat hingga saat ini masih terbilang belum maju dan berkembang dari kabupaten lainnya di Nusa Temggara Timur (NTT).Sehingga masih membutuhkan perhatian yang serius dari Pemerintah Pusat agar bisa keluar dari berbagai macam persoalan.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Marthen Mitar, Selasa (16/8/2022) mengatakan Kabupaten Manggarai Barat lebih dikenal sebagai kota pariwisata, dimana seluruh wilayah Manggarai Barat memiliki banyak obyek wisata dan beranekaragam budaya dan tarian adat.

Ketika terkait aksesibilitas infrastruktur masih sangat rendah.Akomodasi juga masih sangat rendah dan masih dimonopoli oleh pebinis yang besar dari luar NTT.Dimana masyarakat saat ini masih dalam kategori menjadi penonton dalam perkembangan sektor pariwisata.

Baca Juga: Komodo Harus Dilestarikan

Ia mengatakan, dari masalah aksesibilitas dan akomodasi dibutuhkan kebijakan dari pemerintah pusat. Serta Pemerintah pusat diminta untuk mengubah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 tahun 2011 mengenai konektivitas. Konektifitas di wilayah Manggarai Barat belum termasuk dalam PP Nomor 5 tahun 2011.

Wilayah Manggarai Barat kata dia, memiliki atraktif yang luar biasa pada masing-masing daerah.Namun selama ini hanya obyek wisata Komodo yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Padahal atraktif yang sangat luar biasa bukan saja di Kabupaten Kecamatan Komodo, melainkan disejumlah kecamatan di Manggarai Barat.

“Tidak hanya Komodo,ada istana ular di Kecamatan Welak dan Danau Sano Nggoang di Kecamatan Sano Nggoang,’’ ujar Marthen Mitar.

Marthen Mitar, mengatakan, terkait konektivitas sangat penting untuk pengembangan kawasan pariwisata Manggarai Barat. Daerah lokasi obyek wisata  yang cukup jauh dari infrastruktur besar tersebut diperlukan konektivitas jalan nasional,propinsi dan kabupaten dengan kualitas yang seharusnya tidak kalah dengan jalan tol di provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga: Burung Indonesia dan KPH Manggarai Barat  Sosialisasi SVLK dan Pemasaran Kayu Legal

Ia mengatakan, prasarana transportasi seperti jalan , pelabuhan, dan bandara harus terkoneksi dengan kawasan-kawasan produksi rakyat, Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan pariwisata serta kawasan strategis lainnya.

Infrastruktur diharapkan mempunyai peran sebagai penyokong bagi suatu sistem kegiatan strategis di seluruh  wilayah Manggarai Barat.

Konektivitas sangat dubutuhkan, lebih khususnya konektivitas dibidang infrastruktur,laut udara dan darat.Apalagi wilayah Manggarai Barat memiliki laut yang luas,udara dan daratan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Jalan perhubung antara kecamatan dengan kabupaten harus terus dikembangkan.Jika tidak diperhatina Tiga hal tersebut baik darat, laut dan udara,maka akan terjadi kemacetan ekonomi.

“Kita ingin ada penerbangan internasional menuju Labuan Bajo.Konektivitas sangat penting untuk Manggarai Barat,’’ tutur Marthen Mitar.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X