Kegiatan Pertanian Harus Mengangkat Kearifan Lokal

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:13 WIB
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Kegiatan pertanian di Kabupaten Manggarai Barat kedepannya harus mampu mengangkat kearifan lokal. Hal ini bertautan langsung dengan sektor pariwisata yang semuanya pada kesejateraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Minggu (14/8/2022) sore.

Edi Endi mengatakan, penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi super premium oleh pemerintah pusat tentu menjadikan sektor pariwisata menjadi leading sektor pembangunan Manggarai Barat.Oleh sebab itu,program kegiatan yang direncanakan oleh sejumlah instansi harus mampu memperkuat pembangunan sektor pariwisata.

Sektor pariwisata sebagai leading sektor pembangunan Manggarai Barat merupakan cara untuk menarik investor dari dalam dan luar negeri untuk menanam modalnya di Manggarai Barat. Selain itu,investasi di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga berharap investor mananam modalnya pada sektor lain, termasuk sektor pertanian.

Ia menyampaikan, meningkatnya investasi sektor pariwisata seperti bisnis perhotelan,hotel terapung, restoran dan wisata kuliner akan meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupung mancanegara.Hal itu juga berpengaruh terhadap komuditas pertanian.Sektor pertanian dipastikan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Stok Pangan di Kuwus Barat Masih Cukup

Edi Endi menambahkan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir,pembangunan pertanian di Manggarai Barat mengalami kemajuan signifikan. Semua keberhasilan dalam pelaksanaan program Upaya Khusus (Upsus) Padi,Jagung dan Keledai menjadi bukti komitmen dan kerja keras dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu daerah penghasil pangan atau beras serta daerah destinasi pariwisata yang sedang berkembang memiliki pekerjaan rumah besar untuk mendorong sektor pertanian menjadi pendukung sektor pariwisata.Oleh karena itu,kegiatan pertanian kedepan harus mampu mengangkat kearifan lokal.

Misalnya kata Edi Endi, mengunakan "Pepak" untuk tanam padi sawah dan ladang atau "Lompa" untuk tanam jagung yang diawali dengan ritual adat berupa pemberian sesajen kepada para leluhur pananggungjawan Lingko umah (Ladang baru) yang kemas dalam atraksi budaya pertanian.

Jika budaya tersebut diangkat kembali akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik mapung mancanegara," ungkap Edi Endi.

Baca Juga: Kemenparekraf Rencana Bangun Politeknik Pariwisata di Labuan Bajo

Kepala Dinas Tanaman Pangan,Hortikuktura dan  Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat, Laurensius Halu mengatakan, program Upsus dapat meningkatkan produksi Pajale yang digulirkan Kementerian Pertanian sejak tahun 2018 hingg saat ini. Untuk Kabupaten Manggarai Barat melalui Upsus mampu meningkatkan produksi secara signifikan dari tahun ke tahun.

Seperti pada tahun 2021 lalu kata dia, target produksi padi yang ingin dicapai yakni 203.447 ton Gabah kering realisasi mencapai 303.535,5 ton Gabah kering. Untuk produksi jagung target produksi yang ingin dicapai tahun 2018 sebesar 24.869 ton realisasi mencapai 60.094 ton.

Sedangkan target produksi Kedelai yang ingin dicapai 1.710 ton biji kering realisasi capaian sebesar 4.469 ton biji kering.

"Pencapaian setiap tahun melebihi target. Petani di Manggarai Barat mulai seriung dengan tanaman Padi dan Keledai ini.Kita sangat mengharapkan sektor pertanian mampu mendongkrak sektor pariwisata,"harap Laurensius.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X