Komodo Di Nanga Bere Makan Binatang Peliharaan Warga

- Senin, 8 Agustus 2022 | 19:10 WIB
Warga Desa Nanga Bere sedang melestarikan penyu. (victorynews.id/SATRIA)
Warga Desa Nanga Bere sedang melestarikan penyu. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Binatang Komodo atau ora sebutan masyarakat setempat tidak hanya berada di Komodo">Pulau Komodo dan Rinca atau Kawasan Taman Nasional  Komodo (TNK) yang selama ini sering dikunjungi oleh banyak wisatawan Manca negara maupun wisata lokal. Tetapi, binatang Purba yang masuk dalam Tujuh keajaiban dunia tahun 2013 silam itu juga berada di Desa Nanga Bere,Kecamatan Lembor Selatan.

Kepala Desa Nanga Bere,Kecamatan Lembor Selatan, Abdul Hamid, Senin (8/8/2022) mengatakan di Desa Nanga Bere binatang Komodo berjumlah ratusan ekor. Keberadaan binatang Komodo itu di Nanga Bere membuat warga merasa dirugikan lantaran sering makan kambing dan kerbau peliharaan warga setempat.

"Banyak Kambing dan kerbau milik warga Nanga Bere yang sudah di makan oleh Komodo. Keberadaan Komodo di Nanga Bere bukan saja menguntungkan masyarakat tetapi justru merugikan masyarakat di Nanga Bere," ujarnya.

Baca Juga: Warga Pulau Komodo Bertahan Dengan Menjual Asam

Menurutnya, Komodo di Nanga Bere belum di data secara resmi oleh Pemerintah. Pemerintah Desa Nanga Bere juga belum melaporkan secara resmi kepada Pemerintah Daerah Manggarai Barat terkait adanya binatang purba tersebut berada di Kawasan Nanga Bere. Sehingga,keberadaan Komodo di Nanga Bere belum menjadi perhatian semua pihak agar Komodo di Nanga Bere menjadi tujuan wisatawan juga.

Abdul menjelaskan, keberadaan binatang Komodo di desanya berada di pinggir pantai dan beberapa muara. Mereka berkumpul pada muara-muara tersebut. Binatang yang menjadi perburuan Komodo yaitu, Kambing, Kuda dan Kerbau peliharaan masyarakat. Rata-Rata satu bulan ada 10 sampai 20 kambing milik warga yang di makan oleh Komodo. Sedangkan untuk Kuda dan Kerbau per bulannya rata-rata 1 sampai 2 ekor saja. Masyarakat saat ini mengantisipasi dengan Komodo yang sering memakan Kambing peliharaan masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, Dengan masuknya Desa Nanga Bere di dalam Kawasan zona inti Tamanan Nasiona Laut Sawu, keberadaan Komodo di Nanga Bere di tata dengan baik seperti yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) sehingga keberadaan Komodo di Nanga Bere menghasilkan uang bagi masyarakat Nanga Bere bukan justru menghabiskan binatang peliharaan masyarakat.

Baca Juga: Pensiunan ASN Usaha Ayam Bertelur

Diakuinya, kendala wisatawan memang selama ini yang hendak ke Nanga Bere adalah infrastruktur jalan menuju Nanga Bere. Jika hendak ke Nanga Bere, masyarakat mesti ekstra hati-hati, gelombang yang tinggi dapat membuat kapal motor yang ditumpangi masyarakat yang hendak ke Nanga Bere bisa saja tenggelam.

Tenggelamnya perahu motor seringkali terjadi di perairan Nanga Bere. Sedangkan akses melalui darat, masuk melalui Kampung Naga, Kecamatan Sano Nggoang sudah tuntas sampai Nanga Bere,maka akses satu-satunya jalur selatan melalui Nanga Bere.

Sedangkan akses ekonomi masyarakat yakni melewati Wae Mese,Kecamatan Lembor. Kali Wae Mese sangat panjang. Pemkab Manggarai Barat mesti megelontorkan puluhan miliar APBD untuk anggaran membuat jembatan.

"Warga sering lewat Wae Mese untuk ke Pasar Lembor menjual sayur dan dan hasil bumi lainnya. ‎Hanya jalur tersebut yang di pakai oleh masyarakat selama ini," tutur Abdul.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X