Kehadiran KEK Tana Mori Diharapkan Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat

- Senin, 8 Agustus 2022 | 10:37 WIB
Bentang alam Desa Golo Mori kini menjadi spot wisata baru di Kecamatan Komodo (victorynews.id/SATRIA)
Bentang alam Desa Golo Mori kini menjadi spot wisata baru di Kecamatan Komodo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat  mengharapkan penetapanan wilayah Golo Mori sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Mori dapat meningkatkan pendapatan ekomomi masyarakat.

Masyarakat Golo Mori tidak ingin menjadi penonton ditengah pengembangan sektor pariwisata di wilayah yang mulai berkembang pesat.

Tokoh Agama Desa Golo Mori, Abdul Hadip Muksim, Senin (8/8/2022) mengharapkan, pembangunan industri pariwisata seperti hotel berbintang dan restoran di kawasan KEK Tana Mori di Pesisir Golo Mori dapat mengancam nelayan di Golo Mori.Dirinya mengharapkan ruang bagi nelayan untuk menangkap ikan di wilayah itu tidak ditutup.

Ia mengaku, hampir 100 persen masyarakat di Desa Golo Mori berprofesi sebagai petani dan nelayan. Nelayan di Golo Mori selama ini menangkap ikan di perairan laut dekat dengan Kawasan KEK Pariwisata Tana Mori.Sedangkan petani mengarap sawah tadah hujan.Masyarakat Desa Golo Mori belum 100 persen mengetahui desain pembangunan kawasan KEK Pariwisata Tana Mori di Desa Golo Mori.

Baca Juga: Pelajar SMK Negeri 1 Welak Belajar Tanam Hidroponik

"Jangan sampai kehadiran pembangunan hotel megah di Desa Golo Mori mengancam nelayan.Kami mengharapkan agar kapal milik nelayan di Desa Golo Mori tetap parkir di pinggir pantai.Kami tidak ingin nelayan kami tidak menangkap ikan lagi karena adanya hotel berbintang,"harap Abdul Muksim

Tokoh Muda Desa Golo Mori,Hasan mengkwatirkan, kehadiran pembangunan industri pariwisata di kawasan KEK Tana Mori menyebabkan masyarakat Desa Golo Mori terpinggirkan.Dirinya meminta Pemerintah agar penetapaan Desa Golo Mori sebagai Kawasan KEK berdampak pada meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di Desa Golo Mori.

Ia mengkwatirkan KEK Pariwisata Tana Mori akan mengancam ekonomi masyarakat di Desa Golo Mori.Dimana akses masyarakat Desa Golo Mori untuk menuju pantainantinya ditutup. Serta ruang nelayan untuk beraktifitas untuk menangkap ikan juga ikut ditutup.

Ia menekankan, proses pembangunan pariwisata harus layak secara ekonomi, dilaksanakan secara efesien untuk dapat memberikan nilai manfaat ekonomi yang berarti baik bagi pembangunan daerah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal di Desa Golo Mori.

Baca Juga: Semangat berbagi, Panitia Festival Golo Koe Labuan Bajo Salurkan 100 Paket Sembako Bagi Kaum Difabel

Bahwa proses pembangunan industri pariwisata harus dapat diterima secara sosial oleh masyarakat Desa Golo Mori. Dimana upaya-upaya pembangunan yang dilaksanakan agar memperhatikan nilai-nilai, norma-norma yang ada dilingkungan masyarakak dan bahwa dampak pembangunan tidak boleh merusak tatanan.

Hasan mendorong, pemerintah pusat dan daerah  Manggarai Barat untuk melibatkan masyarakat di Desa Golo Mori dalam merencanakan pembangunan industri pariwisata di kawasan KEK Pariwisata Tana Mori.Serta meminta pengusaha yang sedang membangun hotel di wilayah Golo Mori untuk memilih tenaga kerja lokal untuk bekerja pada pada hotel dan resrtoran.

"Harus memprioritaskan tenaga kerja lokal asal Desa Golo Mori untuk bekerja di hotel.Serta kebutuhan sayur dan ikan untuk kebutuhan hotel di kawasan KEK Pariwisata Tana Mori harus dibeli dari nelayan dan petani asal Desa Golo Mori,"tegasnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB

Laut di Kawasan TNK Dipenuhi Sampah

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:55 WIB

Produksi Padi di Persawahan Lembor Terancam Menurun

Jumat, 30 September 2022 | 17:06 WIB
X