Perumda Air Minum Wae Mbeliling Siapkan 50 Ribu Liter Air Bersih

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 09:26 WIB
Direktur Perumda Air Minum Wae Mbeliling, Aurelius Endo (victorynews.id/SATRIA)
Direktur Perumda Air Minum Wae Mbeliling, Aurelius Endo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Perumda Air Minum Wae Mbeliling, menyiapkan 50.000 liter air bersih untuk dibagikan kepada masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya.Hal itu dilakukan mengatasi ancaman kekeringan yang terjadi di wilayah itu sejak Juli 2019 lalu.

Direktur Perumda Air Minum Wae Mbeliling, Aurelius Endo, Kamis (4/8/2022) mengatakan, sejumlah wilayah pelayana di Labuan Bajo mengalami kekurangan air bersih. Pihaknya menyiapkan Dua mobil tangki untuk penyaluran air bersih ke pemukiman penduduk.

Ia mengatakan, masalah kekeringan hampir merata di Labuan Bajo. Hal itu menyebabkan masyarakat Labuan Bajo mengalami kekurangan air bersih. Air sumur warga juga mengalami kekeringan, serta area pertanian juga mengalami kegagalan panen lantaran tidak ada pasokan air.

"Kita siap 50.000 liter air bersih untuk dibagikan kepada warga yang mengalami kekurangan air. Dirinya meminta Lurah dan kepala desa di Labuan Bajo untuk segera berkoordinasi dengan pihaknya untuk mendapatkan pasokan air,"ujar Aurelius.

Baca Juga: Petani di Kecamatan Lembor Kesulitan Pupuk NPK

Aurelius mengaku, area yang mengalami dampak kekeringan adalah wilayah jalur selatan Labuan Bajo.Seperti wilayah Desa  Macang Tanggar,Desa Batu Cermin dan Kelurahan Labuan Bajo.Sedangkan wilayah lain seperti Golo Bilas dan Desa Gorontalo stok air bersih masih stabil.

Ia mengatakan, musim kemarau tahun 2022 sering menjadi momok bagi wilayah yang ramai dikunjungi wisatawan, mengingat kondisi geografis Labuan Bajo memang tidak mendukung tersedianya air yang cukup saat musim kemarau.

Kecamatan Komodo tidak lepas dari permasalahan kekeringan berdampak pada kesulitan yang dialami warga dalam mendapatkan air bersih setiap memasuki musim kemarau.

Ketua DPRD Manggarai Barat,Mathen Mitar mengatakan, sejumlah warga yang hidup di daerah rawan kekeringan tidak menganggapnya sebagai permasalahan besar, mengingat selama ini warga sudah terbiasa bergelut dengan permasalahan tersebut dan mereka juga masih bisa mendapatkan air bersih meskipun harus mengeluarkan tenaga maupun biaya.

Ia mengatakan, guna mendapatkan air bersih, beberapa warga ada yang berupaya mendapatkan air untuk kebutuhan mandi dan mencuci dengan mengambil air kali dan   menggali sumur di pekarangan sebagai persediaan saat musim kemarau.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Jangan Jadi Penonton

Selain itu, warga di Desa Macang Tanggar yang berupaya membuat sumur di aliran sungai yang mengering dengan kedalaman dua hingga tiga meter karena selama ini masih ada air yang bisa dimanfaatkan,"ungkap Marthen Mitar.

Ia meminta Perumda Air Minum Wae Mbeliling meyediakan air bersih untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.Dalam rangka memudahkan proses pendistribusian air bersih, maka setiap lokasi pemukiman warga Labuan Bajo yang membutuhkan air bersih disediakan bak penampung air bersih.

Marten Mitar mengatakan, dengan tersedianya bak penampungan air, maka mempercepat proses distribusi air bersih, karena dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari. Ketika kebutuhan warga sudah mencukupi, maka air yang masih tersimpan bisa dimanfaatkan warga ketika air yang tersedia mulai menipis.

Menurut Marthen, untuk mengatasi permasalahan kekurangan air bersih, salah satu solusi terbaiknya, yakni dengan menyediakan jaringan pipa Perumda Air Minum Wae Mbeliling ke desa atau kelurahan  yang masuk kategori daerah rawan bencana kekurangan air bersih.

Baca Juga: Harga Bawang Merah Terus Meningkat

Pasalnya musim kering sering terjadi setiap tahun tentu akan berdampak pada kebutuhan air.

Solusi lainnya, yakni dengan mengaktifkan kembali keberadaan sumur Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) karena dana yang dimiliki pemerintah desa saat ini cukup besar.Jika sebelumnya terkendala biaya untuk mengoperasikannya, kini sudah banyak desa yang memanfaatkan Pamsimas untuk mengatasi kesulitan air bersih pada musim kemarau," jelas Marthen Mitar.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Paroki Datak Galakan Progtam Paroki Lautan Jagung

Rabu, 17 Agustus 2022 | 22:08 WIB

ASDP Ajak Masyarakat Labuan Bajo jaga Kebersihan 

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:56 WIB

Pempus Dukung Pengelolaan Sampah

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:13 WIB

Pelajar di Labuan Bajo Keluhkan Jaringan Internet

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:11 WIB

Komite Mbeliling Ajukan Draf Perbub Legalitas Kayu 

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:59 WIB

Manggarai Barat Masih Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:10 WIB

Kegiatan Pertanian Harus Mengangkat Kearifan Lokal

Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:13 WIB

Produksi Sampah Menurun Dratis

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:07 WIB

Masyarakat Labuan Bajo Didorong Kreatif dan Inovatif

Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Kapal Padar Indah Terancam Mubazir

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:42 WIB

Tim Terpadu Pantau Pasar dan TPI Labuan Bajo

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X