Petani di Kecamatan Lembor Kesulitan Pupuk NPK

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:59 WIB
Persawahan Lembor Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)
Persawahan Lembor Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Petani di wilayah Kecamatan Lembor,Kabupaten Manggarai Barat mengaku, kesulitan memperoleh pupuk jenis NPK untuk ditebarkan ke tanaman padi.Kelangkaan pupuk dirasakan petani sejak Juni 2022 lalu.

Petani di Kecamatan Lembor,Fransiskus Jahur, Kamis (4/8/2022) mengatakan, para petani membutuhkan pupuk padi jenis NPK di pengecer namun  saat ini pupuk sudah habis. Petani berapa bulan terakhir cukup sulit memperoleh pupuk NPK di Malawatar,ibukota Kecamatan Lembor.

Selain ke pengecer pupuk di wilayah Malawatar merasa kesulitan mendapatkan pupuk di Labuan Bajo,ibukota Kabupaten Manggarai Barat.

Ia mengaku, dirinya dan petani di Kecamatan Lembor saat ini membutuhkan pupuk jenis NPK.Manfaat pupuk NPK bagi tanaman padi selain untuk menyuburkan tanaman.  Pupuk dimaksud juga membantu mempercepat proses pembuahan tanaman padi.Kelangkaan pupuk NPK tentu akan mempengaruhi hasil panen padi pada akhir tahun 2022.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Jangan Jadi Penonton

Atas dasar itu, Fransiskus Jahur berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat   turun tangan, agar ketersedian pupuk tetap terjaga menjelang musim tanam di Kecamatan Lembor, seperti Desa Siru,Kelurahan Tangge dan wilayah Malawatar dan Daleng sehingga tidak terganggu pruduksi padi di musim panen pada September 2022 mendatang.

"Umur tanaman padi saya sekarang beranjak satu bulan lebih, dan ini sangat membutuhkan pupuk NPK. Tapi sayang kita harus menunggu untuk mendapatkan pupuk tersebut," kata Fransiskus.

Fransiskus mengaku, masalah kelangkaan pupuk di Kecamatan Lemnbor berulangkali setiap tahun. Selain itu, sering terjadi antrean di tempat penjualan pupuk ketika pupuk sampai di kecamatan Lembor.Kelangkaan pupuk yang dirasakan petani setiap tahun belum diselesaikan oleh pemerintah daerah.

"Saya sering melihat, kadang saat pupuk tiba petani cukup banyak yang antre. Itu artinya lebih banyak petani yang membutuhkan pupuk ketimbang kuota pupuk yang masuk ke daerah ini," tuturnya.

Ia meminta, pemerintah daerah Manggarai Barat  melalui Dinas Tanaman Pangan,Holtikultura dan Perkebunan selalu memantau peredaran pupuk. Pasalnya, pupuk cepat habis padahal permintaan pupuk cukup tinggi.

Baca Juga: Harga Bawang Merah Terus Meningkat

Maka dari itu, pemerintah harus mencari sebab kenapa pupuk langka dan sulit didapat jika dibutuhkan petani.

Petani di Kelurahan Tangge, Belasius Jagut menuturkan, petani di Kelurahan Tangge saat ini sangat membutuh pupuk jenis NPK. Pihaknya sudah berkali-kali ke tempat penjualan pupuk. Namun saat ini pengecer tidak menjual pupuk jenis NPK.
Sementara untuk pupuk Urea, masih mudah diperoleh petani.

“Yang diperlukan sekarang ini pupuk NPK, Pupuk NPK tidak ada ditempat penjualan pupuk.Kita menginginkan agar Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera mencari solusi masalah pupuk ini,"ujar Belasius.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Paroki Datak Galakan Progtam Paroki Lautan Jagung

Rabu, 17 Agustus 2022 | 22:08 WIB

ASDP Ajak Masyarakat Labuan Bajo jaga Kebersihan 

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:56 WIB

Pempus Dukung Pengelolaan Sampah

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:13 WIB

Pelajar di Labuan Bajo Keluhkan Jaringan Internet

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:11 WIB

Komite Mbeliling Ajukan Draf Perbub Legalitas Kayu 

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:59 WIB

Manggarai Barat Masih Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:10 WIB

Kegiatan Pertanian Harus Mengangkat Kearifan Lokal

Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:13 WIB

Produksi Sampah Menurun Dratis

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:07 WIB

Masyarakat Labuan Bajo Didorong Kreatif dan Inovatif

Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Kapal Padar Indah Terancam Mubazir

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:42 WIB

Tim Terpadu Pantau Pasar dan TPI Labuan Bajo

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X