Petani Kesulitan Pupuk, Tunda Masa Tanam

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:55 WIB
Petani di Desa Macang Tanggar sedang membersihkan lahan tanaman sayur (victorynews.id/SATRIA)
Petani di Desa Macang Tanggar sedang membersihkan lahan tanaman sayur (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Petani di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten  Manggarai Barat, NTT merasa kesulitan mendapatkan pupuk jenis urea bersubsidi sejak tiga bulan terakhir. Padahal pupuk merupakan unsur penting dalam meningkatkan produksi petani.

Ribuan hektar sawah, milik petani Pada tiga kecamatan,yakni kecamatan Komodo, Macang Pacar,dan Kecamatan Kuwus Barat dipastikan akan kesulitan mendapatkan pupuk.Para petani diwilayah itu menggeluh terhadap minimnya pasokan pupuk ke wilayah masing masing sehingga menghambat masa tanam bagi para petani sawah di wilayah itu. 

Akibat minimnya pasokan pupuk dan sulitnya mendapatkan pupuk baik ponska maupun urea atau jenis lainnya, mereka terpaksa sedikit menunda masa tanam. 

Baca Juga: Nelayan Keluhkan Ketiadaan BBM

Petani di Kecamatan Macang Pacar, Ardianus Rusmin, Rabu (3/8/2022) mengaku, rata rata petani menunda masa tanam tahap kedua lantaran sulit mendapatkan pasokan pupuk. Pasokan pupuk yang di butuhkan baik urea dan NPK tidak di jual lagi di tingkat pengecer. Kemungkinan belum ada jatah tambahan. 

Ia mengaku, petani diwilayahnya mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Mereka meminta kepada Pemerintah daerah untuk membantu mengatasi persoalan kesulitan mendapatkan pupuk.

"Kita harapkan jangan persulit petani untuk mendapatakn pupuk subsidi, terutama kepada distributor.Kami sudah cek stok tidak ada sehingga terpaksa ada yang menunda dua bulan lebih,"katanya. 

Adrianus menjelaskan, petani di wilayahnya setempat mulai kekurangan pupuk subsidi sejak Juni 2022 dan terus bertahan hingga awal akhir Juli 2022, padahal petani sedang dalam masa turun sawah atau mulai musim tanam kedua dalam tahun 2022.

Ia meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat mempercepat dan mempermudah urusan seperti pasokan pupuk sehingga petani dapat menambah pasokan ketahanan pangan di tengah situasi new normal ini sehingga masyarakat tidak kekurangan makanan. 

Baca Juga: Obat Bantuan Dinas TPHP Tidak Cukup

Hal serupa juga di ungkapkan Petani asal Kecamatan Kuwus Barat, Firman Asno. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pupuk terjadi setiap tahun.Pemerintah Kabupaten Manggarai  Barat  semestinya memperhatikan ini dan memasok tambahan stok pupuk sehingga ketahanan pangan terjamin.

"Kalau di cermati ketahanan pangan seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Jika ada pengecer nakal sebaiknya di blacklist, sehingga petani merasa nyaman,"tegas Firman.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Paroki Datak Galakan Progtam Paroki Lautan Jagung

Rabu, 17 Agustus 2022 | 22:08 WIB

ASDP Ajak Masyarakat Labuan Bajo jaga Kebersihan 

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:56 WIB

Pempus Dukung Pengelolaan Sampah

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:13 WIB

Pelajar di Labuan Bajo Keluhkan Jaringan Internet

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:11 WIB

Komite Mbeliling Ajukan Draf Perbub Legalitas Kayu 

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:59 WIB

Manggarai Barat Masih Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:10 WIB

Kegiatan Pertanian Harus Mengangkat Kearifan Lokal

Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:13 WIB

Produksi Sampah Menurun Dratis

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:07 WIB

Masyarakat Labuan Bajo Didorong Kreatif dan Inovatif

Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Kapal Padar Indah Terancam Mubazir

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:42 WIB

Tim Terpadu Pantau Pasar dan TPI Labuan Bajo

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X