Obat Bantuan Dinas TPHP Tidak Cukup

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:23 WIB
Persawahan Lembor Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)
Persawahan Lembor Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Obat bantuan pengusir hama yang diberikan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) kabupaten Manggarai Barat untuk sejumlah Kelompok Tani (Poktan) yang ada di persawahan Lembor,Kecamatan lembor dinilai belum cukup oleh sejumlah petani. Pasalnya, obat tersebut jumlahnya sangat sedikit dan tidak semua petani akan mendapat bantuan itu.

Apalagi hampir seluruh sawah di Lembor diserang oleh Hama Wereng, penggerek batang dan tikus.

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengelola Air (P3A) Wongko Torok Lembor, Mikael Kaus, Rabu (3/8/2022) mengatakan, ‎obat pengusir hama sudah di tiba di kantor penyuluh pertanian di Kecamatan Lembor berapa hari lalu. Obat pengusir hama itu baru dibagikan ke para kelompok tani direncanakan pada hari senin depan.

Obat-obat yang diberikan oleh Dinas TPHP Manggarai Barat  itu, sepertinya belum cukup untuk dibagikan kepada seluruh petani yang ada di Persawahan Lembor. Sehingga, menurut pengakuan pihak Dinas TPHP Manggarai Barat,mereka dalam waktu dekat akan mengirim surat kepada Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar obat pengusir hama yang ada di Gudang pertanian milik Pemerintah Provinsi NTT di Lembor untuk dibagikan kepada seluruh petani di persawahan Lembor," jelasnya.

Baca Juga: Paroki Datak Tanam Jagung 750 Hektar 

Menurut Mikael Kaus, luas persawahan lembor diperkirakan 3.600 Hektar Area (Ha),area sawah yang paling banyak diserang hama di Sekitar Kampung Lus, Daleng‎ dan sebagian persawahan Lembor Malawatar. Sehingga, petani mengharapkan agar obat yang diberikan oleh Dinas TPHP itu, diutamakan terlebih dahulu kepada petani yang ada di Lus dan Daleng karena pada Dua Kampung itu paling banyak di serang hama tikus dan penggerek batang.

Meski nantinya juga obat pengusir hama yang diberikan oleh Dinas TPHP Manggarai Barat  itu dibagikan kepada kelompok tani,jumlah obat-obatan tersebut juga belum cukup.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian NTT untuk segera mengizinkan petani untuk dapat mengambil obat-obatan pengusir hama di gudang pertanian Lembor. Hal itu bertujuan agar petani di Lembor tidak terlambat mengusir hama yang saat ini menyerang padi yang mau mulai berbunga.

"Ini butuh cepat untuk mengantisipasinya,jika terlambat maka panen kali ini akan terancam turun drastis. Kita minta bantuan dinas pertanian provinsi NTT agar dalam waktu dekat obat-obatan dibagikan kepada para petani di Lembor,"harap Mikael Kaus.

Petani asal kampung Lus, Simon Jebeot mengatakan, hama tikus yang menjadi ancaman di persawahan Lus‎ saat ini. Persedian obat pengusir tikus juga sangat susah di dapat di tokoh pertanian di Lembor. Ketika petani ke Toko pertanian Lembor,rata-rata pemilik toko mengaku tidak menjual obat pengusir hama tikus.

Pihak Toko Pertanian beralasan tidak menjual obat pengusir hama tikus karena selama ini di sawah lembor tidak pernah mengalami hama tikus. Baru tahun 2022 ini,sawah di Lembor di serang hama tikus,sehingga tokoh pertanian di Lembor tidak menjual obat pengusir hama tikus," jelas Simon.

Baca Juga: DPRD Dorong Pemkab Manggarai Barat Kembangkan Pertanian

Simon berharap, agar persoalan ham di sawah Lembor cepat terselesaikan tentunya dengan obat pengusir hama yang sesuai. Selama ini,petani menggunakan obat yang seadanya sehingga,hama tetap ada.

Dengan menggunakan obat bantuan dari pemerintah,maka dapat membantu petani untuk meringankan biaya untuk membeli obat pengusir hama,selain itu juga obat-obatan dari pemerintah memang sangat cocok untuk mengusir hama di sawah Lembor.

"Kami harap persoalan hama di sawah Lembor jangan berlarut-larut. Jika berlarut,maka bisa dipastikan panen kali ini akan turun drastis. Petani ingin panen seperti tahun lalu. Pada tahun lalu,petani baru merasakan puasnya hasil panen di persawahan Lembor, 1 Ha bisa mencapai 7 Ton padi‎. Kita harapkan tahun ini juga hasilnya seperti tahun sebelumnya,"harapnya.

Anggota DPRD Manggarai Barat ,Vitus Usu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Manggarai Barat untuk secepatnya berkoordinasi dengan pemerintah provinsi NTT terkait obat pengusir hama milik provinsi NTT yang saat ini obat-obatan tersebut berada di Kecamatan Lembor.

Persoalan Hama di Lembor adalah persoalan yang serius untuk diselesaikan. Jika tidak ambil langkah cepat,maka dipastikan hasil padi kali ini di persawahan lembor terancam turun dratis.

Baca Juga: Pasar Warloka Sebagai Pasar Barter Harus Dilestarikan

"Kita minta Pemkab Manggarai Barat  untuk segera mengambil langkah cepat. Urusan soal surat menyurat kepada pemerintah propinsi di Kupang urusan belakang,yang terpenting selamatkan terlebih dahulu padi milik petani. Apa gunanya jika obat datang terlambat jika hama terus menyerang padi. Langkah penyelesaian lebih awal lebih bagus,apalagi kondisi padi di sawah Lembor sudah mulai berbunga," tegas Vitus Usu.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Paroki Datak Galakan Progtam Paroki Lautan Jagung

Rabu, 17 Agustus 2022 | 22:08 WIB

ASDP Ajak Masyarakat Labuan Bajo jaga Kebersihan 

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:56 WIB

Pempus Dukung Pengelolaan Sampah

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:13 WIB

Pelajar di Labuan Bajo Keluhkan Jaringan Internet

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:11 WIB

Komite Mbeliling Ajukan Draf Perbub Legalitas Kayu 

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:59 WIB

Manggarai Barat Masih Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:10 WIB

Kegiatan Pertanian Harus Mengangkat Kearifan Lokal

Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:13 WIB

Produksi Sampah Menurun Dratis

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:07 WIB

Masyarakat Labuan Bajo Didorong Kreatif dan Inovatif

Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Kapal Padar Indah Terancam Mubazir

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:42 WIB

Tim Terpadu Pantau Pasar dan TPI Labuan Bajo

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X