50  Persen Warga Mbeliling Belum Menikmati Listik dan Jalan Aspal

- Rabu, 13 Juli 2022 | 19:14 WIB
Camat Mbeliling, Robertus Resmianto (victorynews.id/SATRIA)
Camat Mbeliling, Robertus Resmianto (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Hampir 50 Persen desa di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat sampai hari belum menikmati penerangan listrik dan akses jalan yang memadai.

Masyarakat Mbeliling mesti mengeluarkan uang banyak untuk membeli minyak tanah untuk membuat lampu seadanya mengantikan alat penerangan dan mengeluarkan uang biaya besar untuk menyewa ojek dan angkutan jika hendak ke Labuan Bajo,ibukota Kabupaten Manggarai Barat.

Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, Rabu (13/7/2022) mengatakan, dari 14 desa di Kecamatan Mbeliling, hanya  sebagian desa yang mendapat penerangan Listrik dan akses transportasi yang memadai. Seperti Desa Liang Ndara, Desa Tondong Belang, Desa Tiwu Riwung, Desa Cunca Lolos dan Desa Golo Ndoal.

Sedangkan sisanya belum menikmati penerangan listrik dan infrastruktur jalan yang sangat layak.

Menurutnya, Kecamatan Mbeliling memiliki potensi sektor pariwisata yang setiap harinya ramai dikunjungi oleh banyak wisatawan. Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Seperti, obyek wisata air terjun Cunca Wulang yang terletak di Desa Cunca Wulang.

Pada desa itu, masyarakat mengeluhkan tidak adanya listrik. Padahal setiap hari ada 15 sampai 30 wisatawan yang memilih menginap di Desa Cunca Wulang setelah megunjungi destinasi wisata air tercun Cunca Wulang seharian.

Baca Juga: Pemilik Hotel Keluhkan Bau Tak Sedap dari SPBU

"Banyak wisatawan asing yang tidur di rumah  warga setiap malam. Mereka tidur di rumah warga  karena di Desa Cunca Wulang tidak ada penginapan. Rata-rata wisatawan yang tidur keluhkan tidak ada lampu listrik dan jaringan komunukasi," Ujar Robertus Resmianto.

Robertus Resmianto mengatakan, akibat tidak memiliki jaringan listrik, warga Cunca wulang dan desa lainya terpaksa mengunakan lampu penerangan seadanya yang terbuat dari kaleng susu atau botol kemudian di isi mengunakan minyak tanah.

Harga minyak tanah Rp 7.000 /liter. Setiap hari menghabiskan 1 Liter minyak tanah," ungkapnya.

Selain persoalan tidak adanya jaringan listrik pada sejumlah  desa di Kecamatan Mbeliling. Persoalan lainnya yaitu infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan.

Kondisi jalan antara satu kampung dengan kampung yang lain masih mengunakan jalan seadanya yakni jalan tanah dan telford yang dibangun pada lima tahun yang lalu.

"Pemkab Manggarai Barat melalui Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Perhubungan membangun jalan aspal tetapi kualitas kurang bagus sehingga rata-rata jalan yang dikerjakan hanya dinikmati Satu tahun saja oleh masyarakat Mbeliling. Setelah itu jalan yang baru di aspal itu kembali rusak. Hal ini yang menjadi persoalan yang sangat berat di daerah ini, dimana kualitas proyek sangat tidak bagus," ujar Robertus Resmianto.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkab Manggarai Barat Perhatikan Nasib Tenaga Sukarela

Dia berharap Pemkab Manggarai Barat agar jalan menuju obyek wisata menjadi perhatian serius. Apalagi jalan menuju obyek wisata sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Jika tidak diperhatikan, bisa saja wisatawan mulai tidak berminat lagi mengunjungi obyek wisata di Kecamatan Mbeliling.

"Kami harap, Pemkab Manggarai Barat lebih mengutamakan perbaikan jalan menuju Obyek wisata Cunca rami dan Cunca Wulang. Dua obyek wisata itu menjadi langganan kunjungan wisatawan mancanegara setiap harinya. Begitu juga dengan jaringan listrik, harus utamakan desa yang ada obyek wisatanya," harapnya.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Marthen Mitar  mengatakan, bukan hanya kecamatan Mbeliling yang belum menikmati listrik dan jalan aspal yang memadai. Pada kecamatan Macang Pacar, kecamatan Boleng, Kecamatan Sano Nggoang, Kecamatan Welak dan Kecamatan Ndoso masih banyak yang belum menikmati listrik.

Bahkan pada kecamatan tersebut tidak memiliki jaringan listrik sama sekali.

"Wilayah Manggarai Barat secara keseluruhan membutuhkan perbaikan infrastruktur dan pembukaan daeraha yang masih isolasi‎. Ada potensi air untuk dijadikan PLTU tetapi tidak ada investor yang berminat," ujarnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Manggarai Barat Marah Lihat Sampah  Berserakan di Bukit Sylvia

Ia meminta Pemkab Manggarai Barat serius memikirkan kemajuan daerah dengan membangun infrastruktur jalan yang kualitas dan mutu. Dengan tujuan masyarakat menikmati jalan yang baru dikerjakan sangat lama.

Jangan mengerjakan proyek yang tidak berkualitas yang pada akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri," jelasnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Masyarakat Manggarai Barat Diminta Kawal Dana Desa

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:05 WIB

Kolo Ted'du  Alat Masak Tradisional Dari Bambu

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:52 WIB

Delapan Prioritas Pembangunan Manggarai Barat 2023

Selasa, 6 Desember 2022 | 19:12 WIB

Desa Wisata Butuh Koneksi Internet

Minggu, 4 Desember 2022 | 18:28 WIB

Pemkab Manggarai Timur Bersih- Bersih THL

Jumat, 2 Desember 2022 | 07:21 WIB

‎Edi Endi: Kepala Desa Baru Jangan Korupsi

Rabu, 30 November 2022 | 18:09 WIB

Ruas Jalan Labuan Bajo-Ruteng Rawan Longsor

Selasa, 29 November 2022 | 17:43 WIB

Warga Desa Nampar Macing Butuh Air Bersih

Selasa, 29 November 2022 | 17:22 WIB

692 Orang Melamar jadi PPK di Kabupaten Manggarai

Selasa, 29 November 2022 | 09:59 WIB
X