Pemkot Denpasar Studi Tiru Strategi Pengembangan Pariwisata Pesisir di Labuan Bajo

- Senin, 27 Juni 2022 | 16:42 WIB
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng (victorynews.id/SATRIA)
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT--Sebagai upaya untuk mendukung pengembangan kawasan Pariwisata Pesisir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Denpasar menggelar Study Tiru ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat. Untuk pembangunan bidang pariwisata saat ini sedang dipersiapkan pembangunan kawasan ekonomi khusus pariwisata di Manggarai Barat

Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang diterima  Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng didampingi Sekda Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo di Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (27/6/2022).

Wakil Walikota Denpasar didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai dan Kasubag Dokumentasi Pimpinan, AA Ngurah Mahendra Putra serta 18 orang wartwan dari media di Denpasar.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng dalam sambutanya menyampaikan,dalam menyongsong labuan Bajo sebagai destinasi Pariwisata super premium  mengedepankan prinsip Keselamatan, Kesehatan dan Keamanan bagi wisatawan.sejumlah potensi wisata yang ada di kabupaten Manggarai Barat telah mendunia diantaranya Kawasan Taman Nasional Komodo,Obyek wisata Batu Cermin,Gua Rangko,air terjun Cunca Wulang dan Istana Ular.

Baca Juga: Warga Weor Konsumsi Air Kubangan Kerbau

Ia mengatakan, dari sisi kesehatan saat ini Pemkab Manggarai Barat fokus melakukan program vaksinasi untuk masyarakat. Saat ini progres vaksinasi sudah sampai 66,7 persen. Pemkab Manggarai Barat menargetkan minimal 80 persen seluruh masyarakat yang menjadi target sasaran vaksinasi telah divaksin diakhir tahun nanti.

Kemudian dari sisi keamanan Pemkab Manggarai Barat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak kepolisian, TNI guna menciptakan situasi yang kondusif di daerah destinasi super prioritas ini.

Ia mengaku, dari sisi keselamatan, Basarnas telah memasang alat pendeteksi gempa di puncak Waringin serta jalur evakuasi sudah dibuat, kemudian akhir tahun nanti akan menempatkan satu helikopter guna mempermudah evakuasi jikalau ada kecelakaan di tempat wisata.

Hotel juga akan didorong untuk mendapatkan sertifikat CHSE dari kementerian Pariwisata. Saat ini baru empat hotel yang telah mendapatkan sertifikat tersebut.

Yulianus Weng menyampaikan, awal tahun depan BNPB akan memasang sistem pendeteksi tsunami. BMKG awal tahun juga akan  memasang radar di bandara komodo untuk mempermudah pesawat landing.

"Pada prinsipnya pariwisata super premium Labuan Bajo mengedepankan prinsip Keselamatan, kesehatan dan keamanan bagi wisatawan," imbuhnya.

Baca Juga: PLN Dukung Percepatan Konversi Kendaraan Listrik

Sementara itu,Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Denpasar untuk dapat saling bertukar Inovasi dan Strategi Pengembangan Pariwisata Kawasan Pesisir. Sebagai upaya memaksimalkan inovasi di bidang pariwisata di Kota Denpasar, diperlukan sebuah konsep penataan yang tapat sasaran, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini. Dimana, dunia pariwisata mengalami masa sulit untuk bangkit kembali. 

"Kota Denpasar memiliki banyak potensi pengembangan destinasi pariwisata. Sebagai daerah yang berada di pesisir Selatan Pulau Bali, Kota Denpasar memiliki garis pantai yang cukup panjang dan memiliki kemudahan akses, inilah yang sedang kita tata dan optimalkan polanya," ujar Arya Wibawa

Ia mengaku ,Pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini membuat kita semua harus berkeja melewati batas. Potensi destinasi wisata baru harus segera digarap sebaik mungkin. Hal ini mengingat tantangan pariwisata kedepanya akan semakin berat.

"Sehingga diperlukan sebuah langkah strategis yang nyata untuk membangkitkan daya tarik wisata di Pantai Sanur dan Pulau Serangan," jelasnya.

Arya Wibawa menyampaikan, dipilihnya Labuan Bajo,ibukota kabupaten  Manggarai Barat berkaitan dengan fokus pembangunan Kota Denpasar yang kedepan akan kembali membangkitkan geliat pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Terlebih lagi sistem kepariwisataan yang memberikan dampak terhadap PAD dan Cash Flow bagi masyarakat pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Jaksa Tahan 4 Pegawai BPN Manggarai Barat.

"Sehingga dipandang tepat jika melaksanakan study tiru ke Kabupaten Manggarai Barat, khususnya Obyek Wisata Labuan Bajo, sehingga dari hasil ini akan menjadi rekomendasi bagi OPD terkait, utamananya Dinas Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar untuk memaksimalkan inovasi serupa yang ada di Kota Denpasar," ujar Arya Wibawa.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Masyarakat Labuan Bajo Didorong Kreatif dan Inovatif

Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Kapal Padar Indah Terancam Mubazir

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:42 WIB

Tim Terpadu Pantau Pasar dan TPI Labuan Bajo

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:16 WIB

Warga Desa Nggilat Nikmati Jalan Buruk

Minggu, 7 Agustus 2022 | 07:55 WIB

Pembabatan Hutan Lindung Dikeluhkan Warga

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 21:06 WIB

Kapal Wisata Liar Beroperasi di Labuan Bajo

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 19:59 WIB

Masyarakat Diminta Dukung Pembangunan Daerah

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:31 WIB

Pembangunan Rumah Swadaya Hampir Rampung

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:49 WIB

Petani di Kecamatan Lembor Kesulitan Pupuk NPK

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:59 WIB

Sampah Menumpuk di Pasar Rakyat Batu Cermin

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:49 WIB

Petani Kesulitan Pupuk, Tunda Masa Tanam

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:55 WIB

Obat Bantuan Dinas TPHP Tidak Cukup

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:23 WIB

Warga Nampar Macing Siapkan Homestay

Rabu, 3 Agustus 2022 | 15:10 WIB
X