PMKRI dan Warga Geruduk Kantor Bupati Manggarai Barat, Tolak Tambang Pasir di Wae Cebong

- Selasa, 17 Mei 2022 | 13:41 WIB
PMKRI Cabang Ruteng, PMKRI kota Jajakan Labuan Bajo bersama warga Desa Compang Longgo, Golo Bilas dan Macang Tanggar saat mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)
PMKRI Cabang Ruteng, PMKRI kota Jajakan Labuan Bajo bersama warga Desa Compang Longgo, Golo Bilas dan Macang Tanggar saat mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Ratusan mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng, PMKRI Kota Jajakan Labuan Bajo bersama warga Desa Compang Longgo, Golo Bilas dan Macang Tanggar, Kecamatan Komodo mengelar unjuk rasa penolakan tambang galian C di Wae Cebong.

Aksi dipimpin Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Ruteng,Yohanes C.Y Kom berlangsung depan kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Selasa (17/5/2022) siang.

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan,Usut tuntas kejahatan lingkungan.Penguasa dusta dibalik kekuasaan. DPRD,Dewan Perwakilan Rakyat bukan Dewan Pengkianat Rakyat. Tom and Jery Bikin Masyarakat Menjerit.Hentikan eksplotasi dengarkan jeritan rakyat. Kapolri usut tuntas kejahatan lingkungan

Yohanes Kom dalam orasinya menegaskan bendungan Wae Cebong di Desa Compang Longgo tidak bisa berfungsi mengalirkan air,akibat dari telah munculnya Daerah Aliran Sungai DAS baru sejak tahun 2021.

Baca Juga: Chris Mboeik : Bupati Cup Manggarai Barat Ajang Cari Bibit Unggul

DAS Baru tersebut terjadi akibat dari aktifitas Pertambangan Galian C yang dilakukan oleh Perusahaan Kelompok Handel Berseri yang dengan serakahnya menambang disisi Timur Bendungan Wae Cebong, sehingga air sungai wae mese tidak lagi melewati DAS Lama tepat DAM Bendungan Wae Cebong berada.

Ia menyampaikan, kurang lebih 2.000 kepala keluarga pemilik lahan persawahan yang menggantungkan mata pencahariannya pada hasil panen padi, baik itu untuk kebutuhan sehari dan kebutuhan membiayai sekolah anak-anak.

Hasil Panen setahun diperkirakan 10.000 Ton, dan menjadi mangkuk beras Labuhan Bajo, yang menjadi lumbung kebutuhan beras bagi kurang lebih 50.000 manusia untuk makan selama setahun.

Yohanes menegaskan, masyarakat telah berupaya berulang-ulang kali melakukan penolakan terhadap aktifitas pertambangan, akan tetapi tidak pernah ada penertiban dan pengawasan, bahkan terkait dengan tidak berfungsinya Bendungan Wae Cebong sejak tahun 2021.

Masyarakat juga telah melaporkan berulang kali untuk diperbaiki, akan tetapi tidak kunjung diperbaiki secara permanen.

"PMKRI menemukan kerusakan di Bendungan Wae Cebong terjadi kerena adanya aktivitas galian C Perusahaan yang diduga melanggar ketentuan hukum, serta tidak ada satupun penanganan perbaikan serius dari pemangku kebijakan atas fakta kerusakan Bendungan Wae Cebong yang telah terdampak bagi aktifitas pertanian di Persawahan Satar Walang,"tegasnya.

Baca Juga: Keluarga Terduga Pelaku Perusakan ATM di Labuan Bajo Meminta Maaf

Kordinator PMKRI Kota Jajakan Labuan Bajo, Simfroanus Gusti dalam aksi itu mendesak Polres Manggarai Barat untuk mengusut tuntas pelaku perusakan Bendungan Wae Cebong yang diduga dilakukan oleh Perusahaan Kelompok Handel Berseri dan aktor-aktornya.

Mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat untuk melakukan pengawasan dan penatatertiban seluruh ijin-ijin galian C milik perusahan-perusahaan yang dikeluarkan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat untuk mencegah dampak dan kerusakan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat, secara khusus ijin-ijin tambang perusahaan sepanjang Sungai Wae Mese.

Ia meminta Pemkab Manggarai Barat segera melakukan perbaikan secepatnya terhadap Bendungan Wae Cebong untuk musim tanam bulan Mei 2022 .Mendesak Pemerintahan Daerah Manggarai Barat untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat guna membangun secara permanen bendungan untuk mengairi Persawahan Satar Walang.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkab Serius Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

Gusti mendesak Pemkab Manggarai Barat melakukan penataan dan mendorong perijinan tambang manual rakyat di wilayah Compang Longgo dan lainnya secara berkeadilan sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat.

"Apabila tuntutan ini tidak segera ditindak lanjuti dalam waktu secepatnya, maka PMKRI bersama masyarakat akan terus melakukan aksi sampai tuntutan tersebut terrealisasi,"tegasnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pulau Mesah Krisis Air Bersih

Sabtu, 25 Juni 2022 | 16:24 WIB

Penyalagunaan IMB Mesti Ditindak Tegas

Jumat, 24 Juni 2022 | 11:22 WIB

Jaksa Tahan 4 Pegawai BPN Manggarai Barat.

Kamis, 23 Juni 2022 | 15:39 WIB

Warga Siru Terima Bantuan 30 Ekor Kambing 

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:30 WIB

Petani di Kecamatan Lembor Kesulitan Pupuk NPK

Rabu, 22 Juni 2022 | 20:06 WIB

Camat Diminta Dukung Program KB

Selasa, 21 Juni 2022 | 09:50 WIB

Petani di Manggarai Barat Mulai Kesulitan Pupuk

Sabtu, 18 Juni 2022 | 20:46 WIB
X