BUMDes Belum Optimal Pengembangan Desa Wisata

- Minggu, 24 April 2022 | 11:54 WIB
Stand penjualan tenun Produk UMKM di Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)
Stand penjualan tenun Produk UMKM di Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- DPRD Manggarai Barat terus mendorong pengembangan konsep desa wisata yang dikelolah unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa-desa potensial di wilayah Manggarai Barat.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar, Minggu (24/4/2022) siang.

Marthen Mitar mengaku, desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat masih sebatas label.Pasalnya, desa wisata belum mengintegrasikan potensi-potensi lain yang dimiliki

Ia mengatakan, hampir seluruh desa wisata memiliki potensi wisata berbasis alam, budaya dan wisata.
Potensi yang dimiliki desa itu harus mendapatkan perhatian serius pemerintah terutama dalam sisi pengembangan dan pengelolaannya agar optimal dan bisa menambah pundi-pundi PAD,”jelasnya.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Dorong Desa Kembangkan Ekowisata

Ia mengingatkan, bahwa dalam pengembangan pariwisata itu termasuk dalam konsep desa wisata harus memperhatikan kaidah 3A, yaitu Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas.Akses menuju destinasi wisata harus mudah terjangkau.

Selain itu, desa wisata yang sudah final  wajib mempunyai home stay atau penginapan.

"Begitupun terkait atraksi adakah atraksi yang bisa didapatkan pelancong selain hanya melihat keindahan alam yang ada di desa wisata. Begitu juga dengan aspek amenitas apakah desa wisata yang ada sudah dilengkapi dengan fasilitas yang diperlukan wisatawan,” paparnya.

Marthen Mitar menyampaikan, dalam pengembangan konsep desa wisata tentu harus diperhatikan pula aspek “ancilliary”, yang berkaitan dengan ketersediaan sebuah organisasi atau orang-orang yang mengurus destinasi. Termasuk di dalamnya adalah keterlibatan warga desa setemat, sampai sejauh mana warga desa, pihak BUMDes sendiri dilibatkan.

"Jadi tidak melulu berbicara investor semata. Ingat konsep desa wisata ini tujuannya untuk memberikan peningkatkan ekonomi bagi desa dari bidang pariwisata,” tandasnya.

Baca Juga: Prindag Manggarai Barat Janji Tindak Tegas Mafia Pupuk

Ia mengaku, dirinya masih menemukan beberapa aspek yang belum optimal, seperti salah satunya belum adanya keterlibatan dari warga desa dan bahkan BUMDes setempat.

Anggota DPRD Manggarai Barat, Vitus Usu mengemukakan, idealnya desa wisata merupakan integrasi potensi-potensi desa. Artinya, sisi lain desa harus ditonjolkan. Misalnya menawarkan wisatawan membuat kerajinan khas desa.

"Bisa juga mengajak wisatawan bersawah, berkebun, dan berternak. Dengan begitu jangkauan wisata menjadi luas dan beragam, tapi terorganisir. Manajemennya jadi satu,” ujar Vitus Usu.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kegiatan Pertanian Harus Mengangkat Kearifan Lokal

Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:13 WIB

Produksi Sampah Menurun Dratis

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:07 WIB

Masyarakat Labuan Bajo Didorong Kreatif dan Inovatif

Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Kapal Padar Indah Terancam Mubazir

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:42 WIB

Tim Terpadu Pantau Pasar dan TPI Labuan Bajo

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:16 WIB

Warga Desa Nggilat Nikmati Jalan Buruk

Minggu, 7 Agustus 2022 | 07:55 WIB

Pembabatan Hutan Lindung Dikeluhkan Warga

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 21:06 WIB

Kapal Wisata Liar Beroperasi di Labuan Bajo

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 19:59 WIB

Masyarakat Diminta Dukung Pembangunan Daerah

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:31 WIB

Pembangunan Rumah Swadaya Hampir Rampung

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:49 WIB

Petani di Kecamatan Lembor Kesulitan Pupuk NPK

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:59 WIB

Sampah Menumpuk di Pasar Rakyat Batu Cermin

Rabu, 3 Agustus 2022 | 17:49 WIB

Petani Kesulitan Pupuk, Tunda Masa Tanam

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:55 WIB
X