Tak ada Perhatian Pemerintah, Petani Desa Tondong Belang Swadaya Bangun Saluran Irigasi

- Rabu, 23 Februari 2022 | 22:10 WIB
Warga Tondong Belang sedang mengerjakan saluran irigasi secara swadaya (victorynews.id/SATRIA)
Warga Tondong Belang sedang mengerjakan saluran irigasi secara swadaya (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Tak adanya perhatian pemerintah, membuat petani di Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT bergotong royong membangun saluran irigasi.

Petani yang menjadi korban bencana alam tanah longsor tahun 2019 lalu itu, secara swadaya memperbaiki kembali saluran irigasi lama menuju area persawahan Wae Damar seluas 9 hektar lebih.

Saluran irigasi di wilayah itu rusak berat lantaran bencana alam tanah longsor yang terjadi tahun 2019 lalu.

Baca Juga: Kecamatan Kuwus Gali Potensi Wisata

Petani Desa Tondong Belang, Hironimus Suasa, Rabu (23/2/2022) mengatakan, pembangunan saluran irigasi dilakukan petani untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian di area persawahan Wae Damar.

Petani di Kampung Nobo sejak tahun 2019 tidak lagi mengelola lahan persawahan lantaran saluran irigasi tertimbun longsor.

Ia mengatakan, pasca bencana alam tanah longsor tahun 2019 lalu,petani memiliki cita-cita agar saluran irigasi menuju area persawahan Wae Damar diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, namun tidak terpenuhi. Saluran irigasi itu baru sekarang terealisasi berkat kerja sama dan keinginan masyarakat untuk mewujudkannya melalui swadaya.

Baca Juga: Puluhan Pelajar di Kecamatan Kuwus Positif Covid-19

"Meskipun sudah melaporkan kepada pemerintah hingga saat ini tak kunjung diperbaiki. Sehingga masyarakat berinisiatif membangun irigasi secara mandiri dan bergotong royong membangun irigasi darurat," ujar Hironimus.

Hironimus mengaku, rusaknya saluran irigasi yang berada di dusun Belang itu sebenarnya sudah lama, tahun 2019 saluran tersebut longsor atau amblas dikarenakan material longsor menutup saluran irigasi.

Akan tetapi katanya, hingga saat ini belum ada upaya dari pemerintah daerah Mabar untuk melakukan perbaikan, sehingga warga Desa Tondong Belang berinisiatif membuat saluran tersebut dengan swadaya.

Baca Juga: Puncak El Tari Puarlolo Tidak Terawat, Anggaran Ratusan Juta Rupiah Mubazir

Warga Tondong Belang, Hendrikus Sion meminta Pemkab Mabar untuk membangun saluran irigasi permanen di Desa Tondong Belang.

Petani di wilayah itu tidak mengelolah lahan persawahan sejak 2019 untuk tanaman padi. Sedangkan 6 hektare lahan sawah ditanam pisang.

"Kami bersama warga Tondong Belang berharap agar Pemkab Mabar dan DPRD dapat membantu permasalahan saluran irigasi ini", harap Hendrikus.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Potensi Pertanian di Manggarai Barat Menjanjikan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 19:59 WIB

Camat Ditegaskan Kerja Jujur dan Kerja Keras

Jumat, 7 Oktober 2022 | 18:20 WIB

Warga Pantar Resah Tambang di Sungai

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:18 WIB

Upaya Cegah Stunting, Beri Perhatian Khusus Ibu Hamil

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Tangani Stunting

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:16 WIB

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Tim Satgas DBD Fokus Fogging

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:56 WIB
X