Kasus KDRT Terbanyak Diselesaikan Rumah Perlindungan

- Selasa, 13 September 2022 | 16:48 WIB
Koordinator Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak, Suster Yosefina Palawati,SSpS saat menerima bantuan sembako   (victorynews.id/SATRIA)
Koordinator Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak, Suster Yosefina Palawati,SSpS saat menerima bantuan sembako (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Sejak tahun 2017 hingga awal 2022 ini, kasus paling banyak yang diselesaikan oleh Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sejumlah kasus pelecehan seksual anak di bawah umur dan perdagangan manusia juga, turut ditangani.

Lembaga Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Labuan Bajo dikelolah oleh JPIC SSpS Flores Barat. Lembaga itu dibentuk awal tahun 2017 lalu, dengan bantuan donatur,rumah perlindungan di bangun sebagai tempat pelatihan ketrampilan bagi ibu-ibu rumah tangga di Labuan Bajo.

Koordinator JPIC SSpS Flores Barat, Maria Yosefina Palawati, SSpS, Selasa (13/9/2022) menyampaikan, dari  2017 sampai awal 2022 ini, total kasus yang kami tangani ada 20 kasus. Dari jumlah tersebut yang diproses secara hukum hanya dua. Sedangkan yang lainnya diselesaikan secara kekeluargaan atau berdamai atas dampingan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak.

Baca Juga: Marsel Jeramun Dorong Pemkab Manggarai Barat Berantas Stunting

Dua kasus yang diproses hukum itu kata dia, semuanya kasus pelecehan seksual yang dialami anak di bawah umur.Sedangkan 18 kasus lainnya merupakan kasus KDRT yang dialami oleh pasangam suami isteri yang baru menikah.

"Kasus perdagangan orang juga kami tangani, tetapi tidak sempat diselesaikan secara hukum karena korban meminta untuk langsung pulang ke kampungnya. Sehingga kami dampingi dan fasilitasi saat korban kembali ke rumah asalnya," kata Yosefina.

Korban KDRT yang umumnya ibu muda kata dia, sering datang mencari perlindungan di rumah tersebut. Lalu didampingi dan dilakukan proses damai dengan suaminya.

"Mereka tinggal bersama kami sampai satu hingga dua bulan. Lalu kami dampingi mereka sambil memberikan pelatihan kerajinan tangan. Itu karena banyak kasus KDRT akibat faktor ekonomi," kata Yosefina.

Baca Juga: Warga Desa Momol Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Pelayanan konsultasi juga sering diberikan kepada sejumlah keluarga yang datang berkonsultasi ke rumah itu. Juga penanganan kepada para ODHA.

Pihaknya kata dia, sudah bekerja sama dengan kepolisian yang menangani masalah perempuan dan anak. Kerja sama dengan kepolisian kata dia,selalu memudahkan dirinya dalam menyelesaikan persoalan yang ditangani.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi memberikan, apresiasi atas karya pelayanan dari rumah singgah itu.Menurutnya,meski rumah perlindungan perempuan baru berusia 1 tahun,sudah berbuat sesuati di wilayah Mabar ini. Dia mengakui selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat kurang memberi perhatian terhadap sejumlah persoalan KDRT.

Baca Juga: Ketua DPRD Manggarai Barat Ajak Masyarakat Pesisir Aktif di Sektor Pariwisata

Dikatakannya, dengan kehadiran rumah perlindungan perempuan dan anak di Labuan Bajo dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan rumah tangga. Dia juga mengaku suster JPIC SSpS Flores Barat sering mendiskusikan soal kendala yang hadapi mereka untuk meberi pelatihan ketrampilan kepada korban KDRT.

"Tidak semua orang bisa melakukan pendampingan kepada orang yang mengalami masalah. Apa yang dilakukan oleh suster di rumah singgah perempuan itu sangat luar biasa. Kita patut memberi apresiasi," kata Edi Endi.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kasus KDRT Terbanyak Diselesaikan Rumah Perlindungan

Selasa, 13 September 2022 | 16:48 WIB

Anak Muda Labuan Bajo Pungut Sampah

Jumat, 2 September 2022 | 12:08 WIB

BTNK bersama Warga Pungut Sampah

Selasa, 12 Juli 2022 | 07:42 WIB

Anak Muda di Labuan Bajo Bersih Sampah

Jumat, 8 Juli 2022 | 12:31 WIB
X