Bupati Manggarai Barat Gandeng Komunitas Peduli Lingkungan

- Senin, 11 Juli 2022 | 19:43 WIB
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menggandeng Komunitas Peduli Kebersihan untuk melakukan aksi bersih sejumlah titik diLabuan Bajo. Kebersihan   tersebut dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya Kasus  Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebarkan Nyamuk Aedes Aegypti.

Edistasius Endi, Senin (11/7/2022) mengatakan, kasus demam berdarah dengue  di Labuan Bajo belum berhenti.Namun jumlah pasien DBD yang dirawat di Rumah Sakit dan Puskesmas setiap hari jumlahnya sudah mulai turun.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat melakukan berbagai upaya untuk mencegah menularnya penyakit berbahaya ini,salah satunya dengan kegiatan membersihkan  Kota Labuan Bajo dengan melibatkan Seluruh Gabungan Komunitas Peduli Kebersihan Labuan Bajo.

"Saya mengucapkan trimakasih kepada teman -teman Komunitas atas kepeduliannya mencegah menularnya penyakit berbahaya ini dengan aksi membersihkan Kota Labuan Bajo," ujarnya.

Baca Juga: Julie Sutrisno Perihatin dengan Sampah di Labuan Bajo

Ia mengatakan, penanganan  DBD selama ini cukup urgen sebab telah menjadi kasus luar biasa sejak akhir Desember 2021 lalu.Sehingga membutuhkan penanganan yang sigap, dari semua pihak,termasuk kelompok masyarakat di Labuan Bajo.

Manggarai Barat kata dia, berbeda dengan Kabupaten lain, mengingat Manggarai Barat sangat strategis sebab Manggarai Barat merupakan daerah pariwisata.

Jika DBD tidak di tangani dengan baik, maka dampaknya akan travel warming bagi wisatawan karena ada wabah DBD.Sehingga untuk mengantisipasi perlu pertimbangan yang matang. Oleh karena itu perlu sikap yang rela berkorban oleh semua elemen.

Edi Endi meminta, seluruh warga masyarakat untuk membersihkan lingkungan masing masing dengan gerakan 3M yakni menguras, menutup dan mengubur bahan kaleng atau tempat yang bisa menampung air  sehingga tidak terjadi adanya jentik jentik nyamuk serta melakukan pengasapan atau foging.

Membersihkan lingkungan diharapkan dilakukan setiap hari oleh masing-masing warga.

Baca Juga: Sampah Berserahkan Di Labuan Bajo

Sementara, Suster Maria Yosephina, SSpS dari Gabungan Komunitas Kebersihan Labuan Bajo mengatakan, kegiatan kebersihan lingkungan dilakukan  satu kali dalam seminggu. Kegiatan kebersihan merupakan bentuk kepedulian komunitas untuk mengantisipasi agar penyakit berbahaya ini tidak menyebar kemana-mana.

"Kami tetap melakukan upaya antisipasi agar kasus DBD dapat di tekan," kata Suster Yosephina.

Ia mengatakan, Komunitas Kebersihan Labuan Bajo melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit DBD ini, diantaranya dengan membersihkan Lingkungan Kota Labuan Bajo dan dengan terus  melakukan sosialisasi pencegahan DBD kepada masyarakat.

Masyarakat diberikan pemahaman terkait penyakit ini, bahaya yang dapat ditimbulkan dan terpenting adalah cara pencegahannnya.

Baca Juga: Kapal Ketinting Angkut Sampah

"Mulai dari tingkat RT/RW,kelurahan/desa, program pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang menjadi sarang nyamuk terlaksana dengan baik,"  kata Suster Yosephina.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kasus KDRT Terbanyak Diselesaikan Rumah Perlindungan

Selasa, 13 September 2022 | 16:48 WIB

Anak Muda Labuan Bajo Pungut Sampah

Jumat, 2 September 2022 | 12:08 WIB

BTNK bersama Warga Pungut Sampah

Selasa, 12 Juli 2022 | 07:42 WIB

Anak Muda di Labuan Bajo Bersih Sampah

Jumat, 8 Juli 2022 | 12:31 WIB
X