Rumah Perlindungan Perempuan Dan Anak Buka Posko Pengaduan

- Kamis, 19 Mei 2022 | 17:33 WIB
Koordinator Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak, Suster Yosefina Palawati,SSpS saat menerima bantuan sembako   (victorynews.id/SATRIA)
Koordinator Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak, Suster Yosefina Palawati,SSpS saat menerima bantuan sembako (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, NTT membentuk Posko pengaduan dan memberikan fasilitas terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terutama terhadap anak dibawah umur.

Posko pengaduan sendiri berlokasi di rumah perlindungan perempuan dan anak di Kompleks Santu Yosefa Cowang Dereng,Desa Batu Cermin,Kecamatan Komodo.

Koordinator rumah perlindungan perempuan dan anak Labuan Bajo,Suster Yosefina Palawati,
SSpS , Kamis (19/5/2022) mengatakann, rumah perlindungan perempuan dan anak merupakan lembaga yang menjadi media untuk menyelesaikan kasus KDRT serta tempat untuk memberikan pelatihan kerajinan tangan bagi ibu rumah tangga di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Selama ini, sejumlah korban KDRT diberi pelatihan cara membuat tahu dan tempe sehingga setelah pelatihan di rumah perlindungan perempuan dan anak, para korban KDRT mampu bergelut pada usaha Tahu dan tempe.

Baca Juga: Mobil Listrik Hadir di Labuan Bajo

Ia menghimbau kepada masyarakat yang tertimpa masalah KDRT diminta untuk tidak sungkan-sungkan melaporkan masalahnya ke rumah perlindungan perempuan dan anak Labuan Bajo.

Pihaknya akan memberikan fasilitas berupa pendamping dan Advokasi hingga sampai kejalur pengadilan, "janjinya.

Suster Yosefina mengakui, sepanjang tahun 2017 hingga 2021 ini pihaknya telah mencatat sebanyak 7 kasus KDRT yang terjadi di Kabupaten Mabar. Kebanyakan kasus KDRT itu terjadi pada kaum perempuan dibawah umur.

Sebagian kasus itu telah berhasil  ditangani dengan baik tanpa ada pihak yang dirugikan, "ujarnya.

Dilanjutkan Yosefina, Sejauh ini berbagai kasus KDRT di Kabupaten Manggarai Barat masih sangat minim ditangani oleh pihaknya. karena menurutnya kebanyakan masyarakat banyak yang merasa malu untuk melaporkan berbagai tindakan KDRT dengan merasa masalah itu sebagai aib bagi kehidupan rumah tangganya dan tidak ingin diketahui oleh masayakat umum.

Untuk itu  pihaknya  membentuk posko pengaduan kasus KDRT yang dipusatkan dikantor Rumah Perlindungan Perempuan dan anak. Sejumlah Baliho yang berisikan pembentukan posko pengaduan KDRT itu telah dipasang disejumlah titik di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Baca Juga: Cegah Hepatitis Akut, Wakil Bupati Manggarai Barat Minta Dinkes Intens Edukasi Masyarakat

"Sejauh ini kita belum buka kantor di setiap kecamatan di Mabar, jadi kita hanya membuka satu posko di kompleks Santa Yosefa Cowang Dereng. Bagi masyarakat Mabar yang mengalami kasus KDRT silahkan datang kekantor rumah perlindungan perempuan dan anak, "pintanya.

Dijelaskannya, pihaknya juga sering melakukan sosialisasi tentang KDRT,perdagangan orang dan HIV AIDS di sejumlah kecamatan di wilayah 
Manggarai Barat.Dimana sosialisasi itu tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyebab dan akibat dari kekerasan dalam rumah tangga,serta persoalan perdagangan orang saat ini terjadi di wilayah NTT.

Sosialisasi tersebut bertujuan agar masyarakat memahami motif dan dampak dari KDRT sehingga bisa dihindari didalam kehidupan berumah tangga. Sehingga pihaknya sering melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat pada 12 kecamatan agar bisa meminimalisir kejadian KDRT di Mabar.

Menurutnya,terjadinya kasus KDRT di wilayah Kabupaten Mabar selama ini kebanyakan pemicunya berasal dari permasalahan perekonomian keluarga. Apalagi,suami dan istri tidak ada pekerjaan tetap sehingga pertengkaran itu muncul.

Baca Juga: Demi Mendapatkan Pelayanan Medis, Ibu Hamil di Manggarai Barat Digotong Sejauh 8 KM

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengapresiasi rumah perlindungan perempuan dan anak Labuan Bajo yang telah membentuk posko pengaduan KDRT.

Ia menyarankan, rumah perlindungan perempuan dan anak terus melakukan sosialisasi tentang KDRT di tengah masyarakat. Menurutnya, banyaknya kasus KDRT karena para pelaku belum mengetahui dampak dari kasus KDRT.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kasus KDRT Terbanyak Diselesaikan Rumah Perlindungan

Selasa, 13 September 2022 | 16:48 WIB

Anak Muda Labuan Bajo Pungut Sampah

Jumat, 2 September 2022 | 12:08 WIB

BTNK bersama Warga Pungut Sampah

Selasa, 12 Juli 2022 | 07:42 WIB

Anak Muda di Labuan Bajo Bersih Sampah

Jumat, 8 Juli 2022 | 12:31 WIB
X