Umat Katolik Diminta Jaga Kelestarian Mata Air Wae Pong

- Kamis, 24 November 2022 | 14:57 WIB
Umat Paroki Katedral Ruteng di Kabupaten Manggarai bersama Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Komodo saat mengelar ibadah di sumber mata air Wae Pong di Kecamatan Langke Rembong. (victorynews.id/SATRIA)
Umat Paroki Katedral Ruteng di Kabupaten Manggarai bersama Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Komodo saat mengelar ibadah di sumber mata air Wae Pong di Kecamatan Langke Rembong. (victorynews.id/SATRIA)
VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pastor Paroki Katedral Ruteng di Kabupaten Manggarai, Romo Gabriel Harim, Pr mengajak seluruh umat katolik di wilayah itu untuk menjaga dan merawat sumber mata air Wae Pong sebagai salah satu sumber kehidupan.
 
Ajakan itu disampai Romo Gabriel Harim, Pr dalam renungannya pada kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 Paroki Katedral, Bulan Kitab Suci Nasional 2022 dan Tahun Pariwisata Holistik.
 
Dewan Paroki Katedral Ruteng  melakukan penanaman anakan pohon Ara di mata air Wae Pong, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kamis ( 24/11/2022) pagi.
 
Ia menyampaikan, sebagai orang Katolik, harus memiliki tanggungjawab untuk menyelamatkan keberlangsungan air bagi alam dan manuasia. Merawat air sama dengan merawat kehidupan dan martabat manusia.
 
 
Karena itu Umat Katolik diajak untuk menjaga, merawat dan melestarikan mata air untuk kelangsungan kehidupan bersama.
 
"Seluruh komitmen kita satukan,  seluruh niat, kita ingin merawat mata air sebagai sumber kehidupan kita. Merawat mata air, berarti merawat kehidupan. Karena itu, barangsiapa yang menodai dan merusak alam ini, sama dengan merusak kehidupan dan martabatnya sendiri,” pesan Romo Gabriel Harim, Pr.
 
Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo,  Marselus Sudirman pada kesempatan itu mengatakan, sumber air Wae Pong saat ini, melayani kurang lebih 40.000 jiwa di Kota Ruteng dan sekitarnya.
 
Perumda Air Minum Tirta Komodo sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tugas utamanya, di bidang pelayanan air minum terus berkomitmen mendorong semua pihak untuk melestarikan hutan dan air agar pelayanan air minum bersih sekarang dan di masa depan dapat berkelanjutan. 
 
 
“Kalau sumber air Wae Pong tidak terawat, puluhan ribu jiwa akan kesusahan air,” ujarnya.
 
Ia mengajak, seluruh pemangku kepentingan untuk berpikir mulai dari hulu baru ke hilir, dari hutan dan sumber air baru menuju masalah teknis pelayanan seperti air macet, air kurang lancar dan air keruh.
 
Daerah hulu seperti hutan dan mata air menjadi skala prioritas untuk dijaga dan dilestarikan secara bersama.
 
“Kegiatan seperti ini sesuai dengan semangat Perumda Air Minum Tirta Komodo, yakni mewariskan mata air, buka air mata. ini menjadi program unggulan perusahan,"tutur Marsel Sudirman.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Petani Belum Terima Kartu Tani

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:54 WIB

Warga Teong Toda Perbaiki Jalan yang Rusak Parah

Selasa, 29 November 2022 | 16:35 WIB

Warga Labuan Bajo Kesulitan Minyak Tanah

Sabtu, 26 November 2022 | 15:25 WIB

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Wae Lolos

Kamis, 24 November 2022 | 12:21 WIB

Bupati Edi Endi Dorong BUMDes Ikut Kelola Sampah

Senin, 21 November 2022 | 19:37 WIB

Petani Kesulitan Bibit Jagung

Senin, 14 November 2022 | 19:44 WIB

Masyarakat Didorong Bangun Desa

Selasa, 8 November 2022 | 19:47 WIB

RSUD Komodo Isolasi Tiga Pasien Covid-19

Senin, 7 November 2022 | 11:15 WIB
X